Gugur-nya Abimanyu
(Bentuk dari pengkhianatan dan kecurangan dari kesepakatan perang dalam
dunia wayang).  
Didalam kisah pewayangan, terkisahlah salah satu seri-nya yang sangat
terkenal yaitu perang Barata Yuda. Perang antara Kurawa beserta
pendukung-nya di-satu pihak dengan  Pandawa dipihak lain, untuk
memperebutkan kerajaan Astina Pura. Gugur-nya Abimanyu merupakan salah satu
judul episodenya.
Terkisahlah, sebelum perang dimulai, mereka membuat kesepakatan-kesepakatan.
Weleh-weleh, ternyata para pengarang atau empu jaman dahulu lebih bijaksana
dan lebih manusia dari manusia sekarang yang asal main gebuk. Isi
kesepakatan itu antara lain: Para Senopati atau panglima perang harus
berhadapan satu lawan satu dan tidak boleh main keroyok. Selain itu, musuh
tidak boleh menyerang dari belakang atau membokong. Namun, segala strategi
perang dan trik boleh diterapkan. Terkisahlah, Pihak Kurawa akan menerapkan
strategi perang yang sangat jitu untuk segera mengakhiri perang sehingga
korban dapat ditekan. Pihak Kurawa ingin menangkap Puntadewa raja-nya
Pendawa. Untuk menangkap Puntadewa dengan segera, mereka akan menggelar
pasukan perang yang diberi sandi: Cakrawayu yang dipimpin oleh Durna. Tetapi
dipihak Pandawa, ada yang pernah mempelajari kode-kode sandi ini dan
sekaligus mampu untuk melumpuhkan-nya, yaitu Arjuna. Untuk itu Arjuna harus
dipancing keluar dan menjauhi pusat pertempuran. Terkisahlah, Arjuna
terpancing oleh strategi ini, sehingga dia terpancing dan  keluar sangat
jauh dari pusat pertempuran karena mengejar salah satu panglima perang dari
Kurawa. Maka setelah Arjuna tidak mungkin menjangkau ke pusat pertempuran
dengan segera, Kurawa segera menggelar pasukan perang-nya yang diberi sandi
Cakrawayu.  Ributlah pihak Pandawa. Siapa yang mampu menghadapi gelar
pasukan ini, karena Arjuna tidak mungkin segera kembali. Setelah mengadakan
sidang darurat, terungkaplah, bahwa Abimanyu putra Arjuna pernah mempelajari
juga kode-kode sandi ini. Tetapi Abimanyu tidak mampu menguraikan kode ini
hingga kedalam bentuk penyerangan balik, Abimanyu hanya tahu bentuk
pertahanan yang harus diterapkan. Namun, hal itu dianggap cukup bagi
Pandawa. Maka dipilihlah Abimanyu untuk memimpin pasukan Pandawa didalam
pertempuran itu. Maka terkisahlah, bagaimana Abimanyu dengan gagah perkasa
mampu membendung laju pasukan Kurawa. Satu persatu Panglima Kurawa dihadapi
Abimanyu sehingga mereka tercerai berai. Tidak ada satupun Panglima Kurawa
yang mampu menghadapi Abimanyu dalam pertempuran satu lawan satu. Maka para
Panglima yang tidak sanggup menghadapi Abimanyu terus menghindar kesamping
dan tetap maju. Akhir-nya posisi Abimanyu menjadi terkepung. Walau demikian,
pasukan Kurawa tersebut tidak boleh membokong dari belakang karena
kesepakatan bersama sebelumnya. Akhirnya, pimpinan puncak Kurawa yaitu Raja
Duryudana menjadi khawatir, kalau pertempuran itu tidak segera berakhir dan
keburu Arjuna datang, gagallah rencana mereka. Maka keluarlah instruksinya
bahwa Abimanyu harus ditembak dari segala penjuru. Dan terkisahlah,
pelanggaran dan pengkhianatan perang yang pertama terjadi di dunia wayang.
Abimanyu ditembak dari segala penjuru, depan, belakang, samping, hingga
gugur. 
Setelah episode tersebut, maka episode menarik berikutnya adalah gugurnya
Gatotkaca panglima perang Pandawa berikutnya. Gugurnya Gatotkaca merupakan
bentuk strategi pengorbanan dari korban lebih kecil untuk mencapai sesuatu
yang lebih besar. Karena dengan gugurnya Gatotkaca, lenyap pula senjata
pemusnah pihak Kurawa yaitu Kuntawijayadanu yang sangat mengerikan. Dengan
demikian Gatotkaca dikorbankan untuk melindungi Arjuna.
Semoga cerita wayang ini tidak pernah akan terjadi di Gedung DPR/MPR.


> ----------
> From:         anti_sq[SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent:         Thursday, September 30, 1999 4:26 PM
> To:   [EMAIL PROTECTED]
> Subject:      RE: [Kuli Tinta] Pelacuran Politik
> 
> Konsisten ?????
> 
> ______________________________________________________________________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke