Yah....sebentar lagi kurang lebih 2 minggu, perdebatan kita
akan di-akhiri, dengan harapan agar siapapun yang terpilih
nanti menjadi Presiden, adalah wujud maksimal dari apa
yang dinamakan memperjuangkan aspirasi.

Setelah itu, adalah masa berjuang, mengembalikan kepulihan
dari masa sulit saat ini, yang tidak hanya terjadi karena
Krisis Ekonomi saja, tetapi juga karena Krisis Moral.

Hidup Indonesia !


Salam,
bRidWaN 

At 06:12 AM 10/5/99 +0700, c= wrote:
>Namun, Alwi Shihab mengatakan bahwa PKB mungkin menarik
>dukungannya kepada PDIP dengan menguatnya pencalonan Gus Dur
>[SCTV]. Lebih lanjut Alwi mengatakan bahwa tidak mungkin PKB
>memilih calon lain kalau Gus Dur dicalonkan.
>
>Di sisi lain, Yusril mengatakan untuk yang kedua kalinya bahwa
>Poros Tengah harus mencari kemungkinan calon lain karena Gus Dur
>mungkin akan berhalangan untuk diajukan sebagai Capres.
>
>Sedang makan malam di  Muara Angke yang dihadiri oleh Gus Dur,
>Amin Rais mengatakan bahwa insya Allah bangsa ini akan memiliki
>presiden yang bernama Haji Abdul Rahman Wahid.
>
>Informasi  yang mungkin tidak membuat bingung adalah dari Hari
>Sabarno. Dia mengatakan bahwa suara bulat TNI dan Polri salah
>satunya untuk menunjukkan etika berpolitik yang harus dijunjung.
>
>
>----- Original Message -----
>From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
>:
>>B I N G U N G
>>===========
>>
>>Tukang becak dan Gerakan Pemuda Ka'bah menyatakan sikap untuk
>>mendukung pencaloan BJ Habibie. Ada 15 butir alasan mengapa
>>mereka mendukung BJH. Yang pertama adalah karena BJH terbukti
>>terampil mengurus negara.
>>
>>Yang menarik lagi adalah bahwa mereka menetakan akan mengerahkan
>>masa besar-besaran untuk menghalangi mereka yang melakukan
>>intervensi terhadap pencalonan BJH.
>>
>>Saya katakan menarik karena belum lama ini, poros tengah telah
>>mendatangi BJH untuk menyaranka agar beliau memikirkan kembali
>>pencalonannya. Disamping itu, PKB sebagai parai berwarna Islam
>>yang mash berada diluar poros tengah jelas tidak mendukung BJH.
>>
>>Nah, tentu saja  muncul pertanyaan sederhana yaitu "kepada siapa
>>sebenarnya mereka berafiliasi?"
>>
>>Masalah komunikasi dalam permainan poltik memang menarik untk
>>diamati namun seklaigus sering membuat bingung mereka yang tidak
>>mengerti dan terus menerus mengikuti.
>
>
>Itulah kalau Agama dikaitkan dengan Politik......
>
>Dulu ketika Partai2 baru mau bermunculan, ada Tokoh
>yang jelas bilang bahwa tidak akan membuat Partai
>Islam, dan itu dibuktikan dengan didirikannya
>sebuah Partai yang terdidir dari kalangan yang
>berbeda Agama.
>
>Tetapi ketika perolehan suaranya minim, Tokoh ini
>asyik giat bersekutu dengan partai lainnya dengan
>bernafaskan Agama.
>
>Nah, apakah ini tidak membingungkan ?
>
>
>Salam,
>bRidWaN
 

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke