Wah.. perlu belajar nih.... Bagi Bung Cahyo sederhana namun bagi
suya menggapai langit tuh....
Jadi, kalau boleh saya simpulkan, penggantian marketing strategy
itu tidak mengubah produk yang ditawarkan?
Saya agak rancu nih dengan istilah penetrasi pasar dalam tiulisan
ini. Penetrasi pasar atau target pasar? Maklum awam di bidang
ini, jadi ya... mohon pencerahan.
Kemudian, istilah utopis-idealistik itu dalam marketing strategi
seperti apa dan bila ditransformasi ke marketing strategy partai
seperti apa?
��
(kepingin belajar)
----- Original Message -----
From: Cahyo Sukaryo <[EMAIL PROTECTED]>
To: Milis KULI TINTA <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 05 October 1999 01:26
Subject: Re: [Kuli Tinta] bingung!
Ah, biasa saja. Itu namanya mengganti strategi marketing. Kalau
dulu
penetrasi pasar-nya utopis-idealistik; ternyata gagal hasilnya
untuk
menentukan positioning di masyarakat. Sekarang berganti menjadi
dinamis-realistik, yg mampu menembus segmentasi konsumen yang
lebih membumi.
Sesederhana itu kok.
Kegagalan ini terutama disebabkan tim research & development
partai ybs
kurang mampu utk menjalankan tugasnya dengan baik. Mereka tidak
bisa seperti
saingannya, yg telah dengan berhasil memperhitungkan bahwa jumlah
rakyat
Indonesia yg lebih concern pada simbol/tokoh/mimpi jauh lebih
besar drpd
mereka yg kritis terhadap program/caleg/pengurus partai ybs.
Ngomong-ngomong, yang Anda sebut itu Amien Rais ya ? Kalau
berpendapat
jangan lempar batu sembunyi tangan, dong.
CS
----- Original Message -----
From: bRidWaN <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, October 03, 1999 7:00 PM
Itulah kalau Agama dikaitkan dengan Politik...... Dulu ketika
Partai2 baru
mau bermunculan, ada Tokoh yang jelas bilang bahwa tidak akan
membuat Partai
Islam, dan itu dibuktikan dengan didirikannya sebuah Partai yang
terdidir
dari kalangan yang berbeda Agama. Tetapi ketika perolehan
suaranya minim,
Tokoh ini asyik giat bersekutu dengan partai lainnya dengan
bernafaskan
Agama. Nah, apakah ini tidak membingungkan ? Salam, bRidWaN
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!