Wah aku senang tenan baca posting sampeyan ini tapi kok kalo baca isinya
jadi mblunder atau dalam bahasa logika itu terjadi logic jumping ..
hehhe..hehheh... asal jangan jumping .. ping ... ping ...

Kebingungan sampeyan itu sebenarnya nggak perlu bingung jika sampeyan
punya nalar yang objective dan rasional dan belum terkontaminasi ..
hhehhe  jadi kesimpulanya perlu dibutuhkan kecerdasan dalam mengolah
informasi ataupun data .... ?

Saya jadi senyum kit ..kit .. kit ketika sampeyan bilang asal jangan
kembali orang yang lama, yang jadi pertanyaan pertama siapa orang lama
itu apakah  orang order lama (orla) atau orang orde baru (orba) dan
pertanyaan kedua yang dimaksud orang lama itu apakah orang, system,
polah  pikir atau anything else yang berkaitan dengan orde lama ... ?

Zaki Tugiyo
(yg lagi logic jumping) 
----------
From: bRidWaN
To: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: Pelacuran Politik
Date: Sunday, October 03, 1999 6:56PM


Kayanya sekarang ini bukan lagi soal Mega atau bukan Mega.
Soalnya apakah PDI-P bisa berjuang menghasilkan keputusan
yang benar bagi Bangsa ini dan bisa menghilangkan sifat
Munafik dalam pengusulan dan pengambilan Keputusan.

Soal siapa Presidennya, 'asal bukan orang lama' deh...:)

Itulah sebabnya saya juga mengharapkan semoga kelompok
Poros Tengah menyadari bahwa ada unsur 'kembali' kepada
orang lama yang terjadi selama ini.


Salam,
bRidWaN



At 03:21 PM 10/2/99 +0700, Martin Manurung wrote:
>Santai saja mas Cahyo,
>
>Orang yang ada tanggapin itu memang selalu mengira bhw setiap hal yang tidak
>sependapat dengannya adalah "corong pdi-p". Milis ini berkali-kali dibilang
>"corong pdi-p", padahal banyak orang di milis ini yang selalu uncomfortable
>dengan Megawati dan menyampaikan pikirannya secara terbuka. Tentu saja, spt
>kata Amien Rais, tidak ada yang "monolitik". Semua orang tidak harus selalui
>uncomfortable dengan Mega. Dan ketika pendapat itu ditanggapi dengan
>perspektif yang lain, maka gampang saja buka debat kusir: "corong pdi-p".
>Gitu lho...
>
>Ada lagi yang senang dengan istilah "yardstick merah". Padahal ketika
>seorang tokoh "partai biru" diserang, juga muncul pembelaan dengan
>kata-kata: "pokoknya aku tetap dukung dia". Tapi, rupanya, terhadap tokoh
>"partai biru" itu tidak ada istilah "yardstick biru". Jadi, cap "yardstick"
>itu rupanya cuma buat yang "merah" doang.
>
>Dulu beliau itu protes, katanya moderator milis sebagai "antek pdi-p" karena
>"menyensor" postingnya. Padahal, policy milis ini tidak ada sensor-sensoran.
>Cuma yang bisa mengirim e-mail adalah hanya mereka yang terdaftar
>(subscriber). Nah, beliau itu somehow, namanya memang tidak terdaftar shg
>postingnya tidak masuk ke milis. Setelah mendaftar, maka postingnya bisa
>masuk. Dan tanpa mencabut tuduhan "antek pdi-p" itu, ia kini bebas
>memposting.
>
>Intinya, saya mau katakan, mari kita diskusi baik-baik saja. Nggak usah
>tuduh sana tuduh sini, cap sana cap sini. Kemukakan saja pendapat dan
>argumentasi anda dengan baik.  Dan orang lainlah yang akan menilai apakah
>argumentasi anda itu relevan, argumentatif, reliable atau cuma sebagai
>"corong". Gitu saja.
>
>Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
>_________________________________________________
>E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>Visit http://come.to/forma-kub
>
>-----Original Message-----
>From: Cahyo Sukaryo <[EMAIL PROTECTED]>
>To: Milis KULI TINTA <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: 03 Oktober 1999 0:28
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Re: Pelacuran Politik
>
>
>>Lha,.. [EMAIL PROTECTED] mau dikemanain ?
>>CS
>>
>>----- Original Message -----
>>From: <[EMAIL PROTECTED]>
>>Sent: Friday, October 01, 1999 12:08 PM
>>
>>
>>> Nggak usah heran,...... betapapun hancurnya dan jeleknya pdip,  betapapun
>>> tidak konsistennya pdip, mereka akan terus membela dengan membabi buta.
>>Mega
>>> itu dewa lho bagi mereka. Disamping itu, ini kan mailing list nya orang
>>pdip,
>>> jadi ya maklum aja...
>

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke