Pak Hasan,

Sekadar bertanya saja, might be a silly question but it's still a question. 
Apabila sudah mencapai tahap akhir, tinggal dua calon, A dan B. Di atas 
kertas, mungkin saja ada yang tidak mau A dan juga tidak mau B. Lalu mereka 
abstain. Lalu lagi, ternyata begitu besarnya yang abstain itu, katakanlah 
kemungkinan terburuk separuhnya alias 50%. Jika itu terjadi, maka tidak ada 
capres yang meraih 50% plus satu. Bagaimana jadinya ya?

Reva Renaldo


>From: [EMAIL PROTECTED]
>To: [EMAIL PROTECTED]
>CC: 
>[EMAIL PROTECTED], 
>        [EMAIL PROTECTED],        
>[EMAIL PROTECTED]
>Subject: Re: [bincang] PDIP: PRESIDEN TAK PERLU 50% SUARA
>Date: Mon, 11 Oct 1999 18:35:17 -0400 (EDT)
>
>Demi ambisinya untuk menggolkan Megawati, pegurus PDIP ngotot agar CAPRES 
>tak perlu dapat suara 50% plus 1 suara. Pokoknya begitu menang, meski cuma 
>dapat 20% atau 30%, ya jadi Presiden.
>
>Sesungguhnya hal ini adalah sesuatu yang aneh sekali. Karena ini berarti 
>Presiden yang "terpilih," legitimasinya kurang sekali. Karena cuma dapat 
>suara kurang dari 50% anggota MPR. Tapi cuma 35% atau bisa saja 20%.
>
>Seharusnya pemilihan Presiden itu harus terus disaring hingga 2 calon, 
>dengan demikian, pemenangnya pasti mendapat lebih dari 50%. Dengan 
>demikian, presiden ini mendapat dukungan sebagian besar anggota MPR atau 
>rakyat. Bukan didukung oleh sebagian kecil rakyat atau anggota MPR.
>
>Hal ini untuk menjegal calon dari ummat Islam untuk jadi Pemenang. Selama 
>ini suara ummat Islam terbagi 2, yaitu: Habibie dan Gus Dur, sementara 
>Megawati begitu solid didukung oleh PDIP dan PKB.
>
>Jika pemilihan Ketua MPR lalu dijadikan patokan, di mana Matori yang 
>didukung PDIP dan PKB dapat 279 suara, sedang Amien Rais yang didukung 
>POROS TENGAH dan GOLKAR dapat 305 suara. Maka Megawati (belum dari fraksi 
>TNI dan PKP cs) akan dapat 279 suara, sedang Gus Dur paling2 dapat cuma 220 
>suara, sedang Habibie cuma dapat 85 suara.
>
>Sebaiknya ummat Islam yang berada di kubu GOLKAR dan POROS TENGAH 
>mengadakan pemilihan pendahuluan antara Habibie dan Gus Dur. Yang kalah, 
>harus mundur dari pencalonan Presiden, sehingga kepentingan ummat bisa 
>terjaga.
>
>---------------------------------------------------
>Get free personalized email at http://www.iname.com
>
>
>Subscribe/unsubscribe bincang@ ?
>Send email to [EMAIL PROTECTED], with subject: (un)subscribe bincang@.
>
>--------------------------------------------------------------------------
>
>Menjadikan PERMIAS organisasi yang satu, berguna bagi anggotanya, perduli,
>tanggap dan independen...
>
>--------------------------------------------------------------------------

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke