--- Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Dengan sedih saya bisa katakan : Ya. Hampir sama
> dipihak lain , bahwa kalau
> Mega tidak jadi Presiden sekarang ini, gelaplah
> Indonesia ..... Mestinya ,
> harapan saya dalam hati , Mega yang katanya mengerti
> benar hati rakyat kecil
> dengan mudah bisa merebut hati masa Muslimin.
> Misalnya memakai kerudung
> seperti Ibunda Fatmawati yang sejuk itu, persis
> seperti yang dipakai waktu
> ziarah di makam bapaknya, akan sangat-sangat
> membantu.
Kenapa yang anda dipakai selalu ukuran lahiriah ?
Pakai kerudung, fasih mengutip ayat-ayat Al Quran,
atau simbol lahiriah yang lain, itu ukuran yang dapat
digunakan untuk menarik hati kaum muslimin ? Anda
selalu menganggap rakyat kecil bodoh. Kalau pun bodoh
mereka masih punya nurani.
La Piye mas , lha
> wong tingkatannya masyarakat baru sampai segitu ?!
> Organisasi Politik Pinter
> dan Ideal macam PAN belum bisa laku.
Mengaku pinter kok tidak mampu menjual, aneh. Kupikir
rakyat pemilih itu lebih pinter. Mereka lebih pinter
memilih dengan hati nuraninya. Sedangkan yang merasa
pinter itu sekarang telah terbuka kedoknya, mereka
lebih pinter meminteri (menipu), zig-zag, menjilat
ludah sendiri.
> Sayangnya mereka memainkannya dengan lugu dan kurang
> cerdas. Pada babak
> akhir , dimana lebih diperlukan management,
> kecerdasan dan ke-modern-an ,
> PDIP kobol-kobol.
Kecerdasan ? ke-modern-an ? tahi kerbau macam apa ini.
Memang PDIP lugu, karena tidak pernah sekolah di
sekolah elite orde baru. Baca omongan Sarwono di
detik.com, itu kan tahi kerbau. Orang musti pinter
berakrobat, jilat sana-sini. PDIP sekarang ibarat
orang udik/kampung yang tiba-tiba dimasukkan dalam
pesta orang kaya lulusan elite orba. Serba canggung
dan gamang. Di SU MPR ini kelihatan bahwa yang ada
adalah kelicikan bukan kecerdasan, permainan uang
bukan management.
__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Bid and sell for free at http://auctions.yahoo.com
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!