apalagi dihadirkan debat cyber lewat kuli-tinta@, siyasah@
dan indomailing@ wisss.... mesthi serunya...
ada debat segi tiga yang multi-complex
penuh partisan, oposan sekaligus pasulayan.. hahaa

cuma jangan diikutkan yang dari arek-suroboyo@
atau wojoseto@ lho, di samping muatan sara-nya intens juga
karena yang dua ini blasss gak main.

selain nggilani, kemproh dan serba teralik otaknya,
juga hehee.. hanya kepengin mentertawai diri sendiri...
tapi kan daya siarnya lebih luas dibanding TV cap suasta.
juga dll.... lah...

mbah soeloyo
------------

----- Original Message -----
From: $Bji(B <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Pokja ILUNI UI <[EMAIL PROTECTED]>; Wimar
Witoelar <[EMAIL PROTECTED]>; GSJ <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, October 17, 1999 9:37 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Soedjono C Atmonegoro


> Kalau begitu, topiknya memang sudah beralih ke realita
didalam
> dan diluar gedung MPR.
>
> Seandainya saja semua TV Swasta mau menyiarkan debat
terbuka
> antara para pakar dibelakang Presiden Habibie dan para
pakar yang
> bukan berasal dari partai maka debat itu akan memiliki
daya jual
> tinggi bila digelar sebelum 20 Oktober 1999 dan didahului
oleh
> pemberitahuan sebelumnya secara gencar.
>
> Para pakar di belakang Presiden Habibie bisa dihadirkan
Prof
> Suni, Marwah, Sumego, Fortuna Anwar, Umar Juoro, Fachry
Ali,
> Dawam Ragardjo, Jimli.  Sedang para pakar non partai bisa
> dihadirkan Rizal Ramli, Sri Mulyani, Syahrir, Mochtar
Pabotinggi,
> Anggito, Sobari, Riswanda, Cornelis Lay, Looby, dan
Sahetapy.
> (satu lagi dosen UI di bidang hukum internasional yang
pernah
> membahas kasus Timtim di TV, maaf namanya lupa)
>
> Dari dua debat yang diselengarakan oleh RCTI dan SCTV
secara
> terpisah masyarakat sungguh memperoleh pelajaran yang
berharga.
> bahkan RCTI masih bisa menjual ulang program itu.
>
> Seandainya, itu bisa terjadi maka itu bisa menjadi sebuah
> peristiwa besar dimana para pakar dibelakang pembuat
> kebijaksanaan presiden dihadapkan dengan para ilmuwan atau
> pengamat yang mempunyai nama dan independen. Biarlah
masyarakat
> yang menilai. Paling tidak biar rakyat mempunyai acuan
untuk
> menilai wakil-wakil mereka di MPR.
>
>
> ----- Original Message -----
> From: Yap C. Young <[EMAIL PROTECTED]>
> To: <[EMAIL PROTECTED]>
> Sent: 18 October 1999 00:37
> Subject: Re: [Kuli Tinta] Soedjono C Atmonegoro
>
>
> Ah Soedjono kan bukan anggota MPR, mana bisa interupsi.
Kalaupun
> masuk
> agenda, divoting saja...
>
> Yap
>
> >From: $Beg(B <[EMAIL PROTECTED]>
> >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> >To: "Kuli Tinta"
> <[EMAIL PROTECTED]>,<[EMAIL PROTECTED]>
> >Subject: [Kuli Tinta] Soedjono C Atmonegoro
> >Date: Sun, 17 Oct 1999 13:55:47 +0700
> >
> >Soedjono C Atmonegoro mengatakan bahwa  SP3 Kasus Pak
Harto dan
> >pembebasan kasus Tukar Guling Goro adalah sebuah
pelecehan
> >terhadap hukum. Beliau juga mengatakan bahwa Rahardi
ramelan
> >adalah kartu penutup kasus itu padahal orang juga
mengetahui
> >dimana posisi Rahardi Ramelan. Selanjutnya Beliau
mengatakan
> >bahwa ketika menjabat sebagai Jak Agung beliau sudah
melapor hal
> >itu kepada Presiden Habibie. Beliau menyimpulkan bahwa
beliau
> >berbeda pendapat dengan Presiden Habibie dalam hal
penegakan
> >Hukum di Indonesia.[Liputan 6 Siang SCTV]
> >
> >Kini setelah semuanya berlalu, kita dengan jernih bisa
> mennganyam
> >kembali kasus pemberhentian Soedjono C Atmonegoro sebagai
Jaksa
> >Agung yang kemudian diganti oleh Andhi Galib. Kemudian
kasus
> >telepon Andhi-Habibie yang ternyata benar (karena Habibie
tidak
> >membantah atau menuntut) telah menyiratkan bahwa
pemeriksaan
> >mantan Presiden Soeharto itu memang seperti yang tampak
dalam
> >nuansa telepon itu. Kini, terbuka sudah bahwa SP3 itu
memang
> >dikeluarkan dan baik Tommy maupun Ricardo dibebaskan.
Benarkah
> >Gunuing ES KKN itu memang ada? Bagaimana kalau Habibie
menjadi
> >Presiden?
> >
> >$Beg(B
> >
>
>
>
>
____________________________________________________________
__________
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN
SENDIRI
> dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!

Kirim email ke