Ya, nanti ada waktunya rakyat dirayu lagi, kalau mau Pemilu.
Soal pajak, dimana mana rakyat memang begitu. Jadi sudah sesuai dengan nilai 
universal dan diakui secara internasional. Habis sumber pendapatan kan hanya 
dua, sumber dana intern, utamanya pajak, dan hutang luar negeri. Kalau 
hutang baru sudah tidak cukup untuk mengangsur pokok dan bunga pinjaman ya 
kemana lagi kalau bukan menaikkan eh mengintensifkan pajak. Jadi itu sudah 
konstitusional.
Tentang yang di KKN, ya kita akan proses secara hukum, apakah cukup bukti 
untuk ditingkatkan menjadi penyidikan, apakah sudah diketemukan 
tersangkanya, dan sebagainya. Kita kan negara hukum, dengan azas praduga 
tidak bersalah. Semuanya harus menjunjung supremasi hukum.
Begutu Bapak, selama ini kan semuanya berjalan baik, tidak ada yang salah. 
Kita terima tuduhan internasional bahwa negara ini adalah juara korupsi (the 
most corrupting country). Tetapi jangan lupa, disini juga yang ditempat lain 
tidak pernah terjadi, terjadinya korupsi tanpa koruptor. Juga yang lainnya, 
pembunuhan tanpa pembunuh, penculikan tanpa penculik, penembakan tanpa 
penembak. Lho apa nggak heibat. Itulah kelebihan kita, yang tidak dimiliki 
oleh negara manapun didunia.

Yap

>From: �� <[EMAIL PROTECTED]>
>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Soedjono C Atmonegoro
>Date: Sun, 17 Oct 1999 20:32:46 +0700
>
>Kalu begitu, masyarakat itu memang kasihan ya Bung.
>
>Kalau Pemilu para wakil partai mengemis suaranya, namun setelah
>Pemilu maka tongkat edtafet berpindah. Dan, setelah pemerintahan
>terbentuk dan program dijalankan maka masyarakat itu di pentung
>dengan tongkat itu agar membayar pajak, paling tidak untuk
>membayar pajak yang meningkat dengan besar sekali dalam satu
>tahun terakhir ini.
>
>Kasihan bener rakyat tolol seperti Paijo itu.....
>
>��
>
>

______________________________________________________
Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com

______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke