WAM:
>Jangan hanya bicara angka.
>Jelas nilai riil 2,5 milyar dollar tahun 65 tidak jauh dari 60 milyar
>dollar saat ini. Apalagi, tingkat kesejahteraan umum saat ini jelas amat
>lebih baik dari tahun 1965. (Kalau anda waktu itu belum lahir, tidak usah
>kasih komentar lah. Anda tidak tahu penderitaan waktu itu).


Martin:
Tidak bisa dengan hanya membandingkan nilai riil. Anda harus lihat
pertumbuhan regional negara-negara lain, lalu lihat pertumbuhan relatifnya.
Menganalisis regional dalam satu kurun waktu, akan lebih obyektif daripada
time series untuk satu wilayah. Apalagi, banyak asumsi dan definisi yang
berbeda dari Indonesia sekarang dengan 35 tahun yang lalu. Juga,
menganalisis hutang luar negeri, harus anda lihat struktur hutangnya (jangka
pendek, atau panjang, langsung atau porfolio). ULN jaman Soekarno, itu bukan
persoalan portfolio, lain dengan Soeharto. Jaman Soekarno kita bukan krisis
hutang, tetapi murni krisis bahan pokok karena desakan politik-ekonomi dari
negara-negara barat. Dengan memperhatikan semuanya secara komprehensif,
tingkat kesejahteraan umum selama krisis yang dihasilkan Soeharto jauh lebih
buruk dibandingkan dengan jaman Soekarno. Mengapa kita tidak makan bulgur
sekarang? Itu semata-mata karena --lagi-lagi-- hutang luar negeri yang terus
menerus memasok kebutuhan domestik shg kini kita punya nilai absolut ULN
mencapai 150 Milyar dollar dengan DSR mencapai 50,8 %.


Saya juga belum lahir tahun 1965, tetapi "larangan" anda untuk tidak
berkomentar itu tidak saya sambut, karena hal itu berarti pembodohan dan
tidak mencerminkan intelektualisme yang obyektif.

Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub



______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke