>Coba anda pikir, memberi apresiasi kepada suatu agama/keyakinan karena
>pertimbangan asli/tidak asli apakah itu substansial ?
>
>Anda mengatakan: "Kepercayaan itu keyakinan/agama yang bagus."
>Kemudian orang bertanya pada anda: "Apa alasannya ?"
>Lalu anda menjawab: "Karena kepercayaan itu asli Indonesia."
>
>Apakah itu jawaban yang substansial ?
>Apakah itu bukan jawaban yang kekanak-kanakan?
>
>Kalau anda masih belum paham juga, saya tegaskan lagi bahwa
>agama/keyakinan itu terlalu tinggi untuk dipertimbangkan dengan
>pertimbangan asli/tidak asli. Isi dan kualitas dari agama/keyakinan
>itulah yang substansial.
Martin:
Anda menangkap pesan saya dengan parsial dan bahkan biased. Saya tidak
memberikan judgement mana yang baik agama atau kepercayaan. Sekali lagi yang
saya katakan adalah:
>Saya hanya memberitahukan sense yang sering kita lupakan. "Kepercayaan"
itu
>sering kita pinggirkan, seakan-akan para penganut kepercayaan itu adalah
>"warga negara kelas dua", yang lebih rendah kedudukannya dari orang-orang
>yang mengaku "beragama". Apakah salah bahwa "kepercayaan" itu adalah yang
>tertua di Indonesia? Apakah salah kalau agama-agama: Islam, Kristen,
Hindu,
>Budha adalah datang dari luar Indonesia?
Jadi, tidak ada value judgement thd agama (manapun) dan kepercayaan manapun.
Karena bagi saya, kepercayaan dan agama itu urusan masing-masing
penganutnya, tak ada urusan dengan saya. Penganut "kepercayaan" itu punya
hak untuk tumbuh dan tidak dihalang-halangi hak politiknya. Apalagi dengan
sense bahwa sebenarnya "kepercayaan" itu sudah ada, jauh sebelum
"agama-agama" yang kini kita kenal datang ke Indonesia. Jadi, saudara yang
sampai sekarang tidak jelas namanya, tangkaplah pesan saya tidak biased dan
komprehensif tidak parsial.
Mudah-mudahan, anda bisa menangkap sekarang. Kalau tidak, ya sudahlah.
Martin Manurung <http://www.cabi.net.id/users/martin>
_________________________________________________
E-mail: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
Visit http://come.to/forma-kub
______________________________________________________________________
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
dengan mengirim e-mail kosong ke alamat;
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!