Gara-gara Silat Cina.  Kalimat Cina-pun kemudian selalu saja memukau. Bu
tong Pay , Siauw Lim Si , atau Mao Ce Tung atau Kho Ping Hoo . Tentunya juga
Ba Pau  dan Kwik Kian Gie. Tentunya juga Yap yang teman tersayang kita itu
apalagi.

Jurusnya clear seperti kota washington. Tapi dia pun memainkan jurus
ngelangut jawa macam si mbah atau mas aswat  tanpa canggung.  Diapun
membingungkan lawan, ketika juga fasih memainkan jurus N.U ( baca: Pang-Cu
NU) : kami bukan musuh siapa-siapa, kami cuma perlu tahlilan dan
istighosah...... ( sehingga megawati dan simpatisannya dikunci mati, melongo
tidak bisa apa-apa : jabatan itu mabur sudah......).

Analisis Yap kemarin terhadap beberapa tokoh kangouw di kulitinta terus
terang menggirangkan hati saya. Dan mengagumkan sudah tentu. Itu
mengingatkan saya  bagaimana  seorang Oom Han sepuh bak seorang sufi ngajari
saya tentang seluk beluk pressure vessel dengan amat teliti. Intinya saya
tangkap, bahwa Yap mengingatkan kita semua bahwa kita masih bisa berteman
sambil jauh berbeda pendapat. Apa betul begitu mas Yap ?

Dan caranya mengemas suatu pendirian sungguh membuat iri. Impian saya
mudah-mudahan kelak semakin banyak lapisan terdidik muslim yang punya
kemampuan yang sama. Sehingga tidak selalu disalahpahami dan kemudian selalu
ditekan, diolok dan dikeroyok seperti wam dan ferli. Situasi yang sudah
membosankan perasaan saya. Situasi yang tidak ada untungnya samasekali
 kecuali buat latihan debat ). Agak kurang memberikan pencerahan malahan
keseringan dijadikan pembenaran akan gambaran amat keliru dan sesat tentang
kelompok tertentu ( maaf : itu bahasa orde baru , maksud saya dalam bahasa
jawa adalah kelompok kaum sarungan).

Yang belum kelihatan bagaimana Yap main melawan arus.  Maksud saya, bersilat
seperti WAM dan Ferli melawan arus kulitinta bukan permainan yang mudah.
Harus diakui stamina mereka luar biasa. Dan tidak bisa dijatuhkan. Gerakan
tangan dan kaki Pabu Sacilat bukannya saya bilang jelek . Tapi smash-nya
yang baik terbantu arah angin pula.  Mayoritas segera bertepuk bersuit-suit
, lempar botol bersamaan dengan turunnya jurus.  Jurus Yap seiring angin,
memang indah dan nikmat dan memijat. Sayapun jadi penasaran. Bakat De La
Hoya sayang sekali kalau cuma di-nganggur-kan.

Mas Yap , dimana dan kapan saya bisa melihat anda melawan arus ?  Kalau anda
mau ke isnet umpamanya, untuk melemaskan otot tangan dan kaki, saya yakin,
seperti saya , mbah Soel-pun akan masuk kesana lagi. Setelah dulu sama-sama
gregetan tidak karuan........

Wassalam,
Abdullah Hasan.







- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!










Kirim email ke