My humble apology pak Hasan., I may not in the main stream one or another
time, but
your final letter concerning of how I ought to perform is frankly
interesting. I mean it.
If I have failed to convince you to keep the friendship going on, then I
have
done you a grave dis-service and I apologize.
As a good faith and to show you that I am an honest, legitimate, dedicated
to your success (as
well as our own . .I told you we were honest!) I may say that we should
clearly realize that there is an obvious art of delivering a bad news. It's
nothing to do with on what stream side we are. After all, it's only one
moment in this very short and uncertain life. Why don't we utilize it best?
Pak Hasan, I love every people in this list, and what I am trying to say is
get love each other. No point to be hero, not a chance, more over ...(sorry
to say) playing hero.
Let's respect and drive each other to the achlakul karimah environment, or
... (oops) just put your filter to reject any messages from here.
Wassalam,
Yap
----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Sunday, 27 February 2000 8:55 PM
Subject: [Kuli Tinta] YAP
> Gara-gara Silat Cina. Kalimat Cina-pun kemudian selalu saja memukau. Bu
> tong Pay , Siauw Lim Si , atau Mao Ce Tung atau Kho Ping Hoo . Tentunya
juga
> Ba Pau dan Kwik Kian Gie. Tentunya juga Yap yang teman tersayang kita itu
> apalagi.
>
> Jurusnya clear seperti kota washington. Tapi dia pun memainkan jurus
> ngelangut jawa macam si mbah atau mas aswat tanpa canggung. Diapun
> membingungkan lawan, ketika juga fasih memainkan jurus N.U ( baca: Pang-Cu
> NU) : kami bukan musuh siapa-siapa, kami cuma perlu tahlilan dan
> istighosah...... ( sehingga megawati dan simpatisannya dikunci mati,
melongo
> tidak bisa apa-apa : jabatan itu mabur sudah......).
>
> Analisis Yap kemarin terhadap beberapa tokoh kangouw di kulitinta terus
> terang menggirangkan hati saya. Dan mengagumkan sudah tentu. Itu
> mengingatkan saya bagaimana seorang Oom Han sepuh bak seorang sufi
ngajari
> saya tentang seluk beluk pressure vessel dengan amat teliti. Intinya saya
> tangkap, bahwa Yap mengingatkan kita semua bahwa kita masih bisa berteman
> sambil jauh berbeda pendapat. Apa betul begitu mas Yap ?
>
> Dan caranya mengemas suatu pendirian sungguh membuat iri. Impian saya
> mudah-mudahan kelak semakin banyak lapisan terdidik muslim yang punya
> kemampuan yang sama. Sehingga tidak selalu disalahpahami dan kemudian
selalu
> ditekan, diolok dan dikeroyok seperti wam dan ferli. Situasi yang sudah
> membosankan perasaan saya. Situasi yang tidak ada untungnya samasekali
> kecuali buat latihan debat ). Agak kurang memberikan pencerahan malahan
> keseringan dijadikan pembenaran akan gambaran amat keliru dan sesat
tentang
> kelompok tertentu ( maaf : itu bahasa orde baru , maksud saya dalam bahasa
> jawa adalah kelompok kaum sarungan).
>
> Yang belum kelihatan bagaimana Yap main melawan arus. Maksud saya,
bersilat
> seperti WAM dan Ferli melawan arus kulitinta bukan permainan yang mudah.
> Harus diakui stamina mereka luar biasa. Dan tidak bisa dijatuhkan. Gerakan
> tangan dan kaki Pabu Sacilat bukannya saya bilang jelek . Tapi smash-nya
> yang baik terbantu arah angin pula. Mayoritas segera bertepuk
bersuit-suit
> , lempar botol bersamaan dengan turunnya jurus. Jurus Yap seiring angin,
> memang indah dan nikmat dan memijat. Sayapun jadi penasaran. Bakat De La
> Hoya sayang sekali kalau cuma di-nganggur-kan.
>
> Mas Yap , dimana dan kapan saya bisa melihat anda melawan arus ? Kalau
anda
> mau ke isnet umpamanya, untuk melemaskan otot tangan dan kaki, saya yakin,
> seperti saya , mbah Soel-pun akan masuk kesana lagi. Setelah dulu
sama-sama
> gregetan tidak karuan........
>
> Wassalam,
> Abdullah Hasan.
>
>
>
>
>
>
>
> - Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
> -- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!