--- Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > > WAM:
> > > Komunisme inherently are anti democracy. Itu alasannya.
>  
> > PS :
> > hanya karena itu?
> > kalo sebuah ideologi yang berarti adalah sebuah pemikiran
> dilarang, apa hal
> > itu tidak bertentangan dengan demokrasi?
> 
> WAM:
> Masih jadi bahan perdebatan. Apakah melarang sebuah ideologi yang
> jelas-jelas bertentangan dengan demokrasi itu anti demokrasi apa
> tidak.
> Kalau saya, selagi saya bisa milih, saya akan ikut melarang.
> Kecuali sudah
> ada bukti bahwa komunisme itu bisa berarti baik.

Nah mbulet khan. Kupikir kemarin WAM sudah menyadari perkara
demokrasi dengan contoh WAM sendiri tentang Golkar. Eehhh lha
sekarang ikut main larang juga. Kupikir ini bukan diskusi lagi, cuma
permainan kata-kata.

> WAM:
> Obyektif?
> Baru bisa dikatakan obyektif kalau Jepang bisa menerima senjata
> nuklir.
> Karena mereka pernah jadi korban nuklir. 

Contohnya jauh panggang daripada api.

> WAM:
> Kita tidak bisa melepaskan kejadian di tahun itu. Suka atau tidak,
> jika
> kita bicara PKI akan melibatkan kejadian tahun 48 dan 65. 

Ini kuncinya. WAM, mungkin juga orang lain, masih trauma dengan PKI.
Jadi wajar saja, orang yang trauma suka membabi buta menghindari
penyebab trauma, sebagai mekanisme pertahanan diri. Kadang penolakan
itu sering tidak bisa diterangkan secara logika.


__________________________________________________
Do You Yahoo!?
Talk to your friends online with Yahoo! Messenger.
http://im.yahoo.com

- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke