> WAM:
> Kalau semua hanya dilihat dari tujuannya, tanpa mempersoalkan cara
> mencapai tujuan, ya nggak ada diskusi lagi. Semua akan baik. Bahkan mbunuh
> orang juga bisa dikatakan baik. Euthanasia misalnya. Saya setuju, bahwa
> tujuan ideal semua faham ekonomi itu baik. Semua ingin memakmuran
> masyarakat dengan pemahamannya sendiri-sendiri. Cuma kita bukannya tidak
> pernah mendapat pengalaman yang buruk dengan teori yang sekilas nampak
> baik itu.
PS :
justru itu yang saya maksud dari awal..
kalo pahamnya adalah baik, untuk apa dilarang2?
persoalannya adalah pada caranya..jadi kenapa tidak caranya aja yang
diperhatikan?
kalo paham itu memang tidak sesuai, ya biarin aja paham itu hilang sendiri..
> > PS :
> > justru hal2 semacam ini yang harus dikritik bukan? pelaksanaan tidak
sesuai
> > dengan pahamnya..
>
> WAM:
> Pelajari apa yang terjadi dengan mereka yang mengeritik hal ini di negara
> komunis.
PS :
disini kan bukan negara komunis..
yang dipersoalkan kan adalah kenapa paham komunis dilarang..
anda melarangnya, karena anda takut pada prakteknya..tapi kenapa pahamnya
juga ikut dilarang?
> WAM:
> Oh ya.
> Dan apa urusannya dengan diskusi kita?
> Saya tidak pernah mengatakan bahwa di luar komunisme tidak ada sesuatu
> yang bisa dikritik. Diskusi kita adalah mengenai alasan penolakan
> komunisme: tidak menghargai HAM dalam artian paling ekstrim. Tapi, bukan
> berarti kita bisa menyamakan sistem non komunis = komunis hanya karena
> sama-sama mempunyai praktek2 yang tidak betul. Atau, anda hendak
> menyederhanakan masalah menjadi begitu?
PS :
justru itu..artinya kita tetap bisa meng kritik cara2 yang akan digunakan
dalam paham apapun..
anda mengandaikannya seolah2 kita ada di negara komunis, jika paham komunis
masuk, seolah2 kita akan jadi komunis..
lalu kita tidak bisa meng kritik apa2 lagi..
cara yang dilakukan oleh komunis adalah tidak benar, banyak orang juga tau
itu..tapi paham komunisme adalah baik..hanya karena prakteknya tidak benar,
maka pahamnya juga pasti tidak benar, jadi dilarang..itu yang aneh..
kalo gak ada pahamnya, pasti tidak akan ada praktek2nya yang tidak benar
itu..ini memang benar..tapi banyak paham lain yang juga menghasilkan
praktek2 yang tidak benar..jika yang ditelusuri adalah pahamnya, maka larang
saja semua paham yang bisa menghasilkan praktek2 yang tidak benar..itu kalo
mau pake standar yang sama..
tapi kalo ternyata pahamnya tidak salah, hanya prakteknya yang tidak benar,
maka kenapa pahamnya juga kena sensor?
jika sebuah paham (apapun) udah jadi segalanya (konstanta yang tidak bisa
dirubah2) bagi orang, maka orang itu pasti akan melakukan pemaksaan2
(kekerasan, dll) demi berjalannya paham itu..
> melarang ideologi (=pemikiran) komunisme dalam negara yang menganut paham
> demokrasi .. bukankah ini juga menyalahi paham demokrasi? (walaupun masih
> dalam perdebatan)..
> WAM:
> Apakah berarti semua orang mesti setuju komunis?
> Apakah tidak lebih ngawur lagi yang begini?
> Tidak ada demokrasi absolut. Mesti ada rambu-rambu.
PS :
bukan, itu anda yang ngawur..intinya adalah dalam melaksanakan paham apapun,
pasti akan terdapat penyimpangan2..
dan penyimpangan2 itu yang harus dipelajari, bukannya melarang pahamnya..
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!