On Mon, 3 Apr 2000, Phantom Stranger wrote:

> PS :
> masalah senjata nuklir..kalo yang dipake adalah kemanusiaan, maka kenapa
> senjata nuklir harus diterima?

WAM:
Tidak ada senjata yang pantas diterima, kalau urusannya kemanusiaan.
Apakah anda nggak tahu ini? Lucu jika anda menolak senjata nuklir, tapi
menerima senjata lain. Demikian juga dengan komunisme. Dengan melihat
praktek komunisme di Indonesia dan Indo Cina (paling tidak begitu lah,
meski bisa juga diperluas), adakah alasan kemanusiaan
yang menyebabkan kita mesti menerima paham ini?

> jepang tidak menolak nuklir, dia hanya menolak senjata nuklir..jadi hal ini
> adalah masalah aplikasinya/penggunaannya..

WAM:
Kita juga tidak menolak komunisme. With a proviso.
Jangan diterapkan di Indonesia. Atau, cukup dalam wawasan teori saja.
 
> bukan,
> misalnya komunisme yang sekarang sudah mengalami perubahan dalam
> pemahamannya (tentunya yang sesuai dengan kemanusiaan), maka apa hal itu
> tidak dipertimbangkan.

WAM:
Misalnya?
Ya kalau permisalan itu benar? Kalau salah? Jangan berdiskusi dengan
memakai kata _misalnya_ deh. 

> kita bisa menolak penggunaan paham komunis (aplikasi/penggunaannya) seperti
> yang dilakukan PKI, ataupun negara2 komunis yang lain, tapi bagaimana dengan
> ideologinya?

WAM:
Menolak penggunaan paham tanpa menolak ideologi yang melatar belakangi
adalah perbuatan aneh. Apalagi perbuatan jahat itu memang merupakan suatu
conditio sine qua non. Komunisme hanya akan bisa diterapkan dengan moncong
bedil. Sebab, pada dasarnya sifat manusia akan menolak penerapan sistem
Marxisme. Mana ada orang yang mau dilarang memiliki sesuatu, kalau memang
sesuatu itu dia peroleh dengan keringatnya?

> apa kita akan menolak segalanya tentang nuklir? atau hanya senjata nuklir
> saja?

WAM:
Pemanfaatan nuklir tidak melalu berarti membuat senjata nuklir. Anda tahu
itu. Ideologi komunis tidak bisa diterapkan dengan penghargaan HAM. Anda
pun tahu itu. Jelas, penerimaan teknologi nuklir tidak bisa disamakan
dengan penerimaan ideologi komunis. 

deleted

> PS :
> wah, kalo begitu, apakah perang agama, SARA, perang dengan dalih agama, dll
> akan ada jika tidak ada agama?
> jika begitu, apa perlu agama kita larang?

WAM:
Agama tidak secara inherent menyuruh perang. Beda dengan komunis, yang
tidak bisa diterapkan tanpa penindasan. Kenapa anda mencampuradukkan
keduanya?

Tunjukkan saya contoh di mana komunisme bisa diterapkan dengan damai.
 
deleted

> PS :
> justru itu yang saya tidak tau, kenapa dalam menjalankan paham komunisme,
> mereka tidak mendasarkannya pada kemanusiaan..

WAM:
Anda bisa jadi memang tidak tahu. Tapi, kenapa anda pura-pura nggak tahu
ketika diberi tahu? Apa nggak kura-kura dalam perahu? Jawab saja
pertanyaan saya: apakah anda bersedia jika semua milik anda yang telah
anda peroleh dengan keringat anda saya ambil (atas nama negara) untuk
dibagi-bagi dengan orang lain? Itu yang dilakukan oleh komunisme ketika
menerapkan society's ownership. Saya yakin, secara kodrati semua manusia
akan menolak cara seperti ini. Dan cara ini hanya bisa dilakukan lewat
pemaksaan. 

Teorinya, ketika Lenin melaksanakan public ownership atas kepemilikan
lahan di Rusia, pemilik lahan masih diberi hak atas sebagian lahan
miliknya. Prakteknya, mereka dibiarkan kelaparan, kalau tidak dibunuh
langsung. 

> mengapa paham yang berprinsip sama rata, tidak ada kelas2 sosial dll bisa
> bertindak seperti itu..

WAM:
Anda saya beri the benefit of the doubt. 
Paham sama rasa sama rata itu cuma omong kosong komunis. Kenapa?
Pertama, secara manusiawi, tidak banyak (untuk tidak mengatakan tidak ada)
orang berfikiran sehat yang mau diperlakukan begitu. Terutama untuk mereka
yang merasa sudah berbuat lebih dari yang lain. Apakah anda yang sudah
bekerja keras mau jika digaji seperti buruh cangkul? Kedua, pada 
prakteknya yang terjadi adalah: all are equals in a communist country, but
there are some who are MORE EQUAL. Jika anda tidak tahu, para elit
komunis selalu diperlakukan lebih dari rakyat kebanyakan. Di mana saja.
Apakah ini tidak menyalahi paham sama rasa sama rata? 

Sepanjang yang saya ingat saya pernah pelajari dalam kuliah, dasar teori
komunis tentang distribusi kekayaan adalah : from all according to his/her
capability, to all according to his/her need. Penerapannya, silahkan anda
bekerja sekeras-kerasnya, imbalannya, silahkan ambil secukupnya saja.  
Artinya, bisa saja saya tidak bekerja sekeras anda, tapi bagian saya bisa
lebih banyak dari anda. Maukah anda menerima paham seperti ini?

Banyak cara untuk _membungkus_ keburukan paham komunisme. Sama rata sama
rasa adalah salah satu slogan yang dipakai di Indonesia. Di tempat lain,
mereka bilang : you have nothing to lose but your chains... Mereka nggak
tahu bahwa slogan ini mestinya ditambahi dengan kata: ....and you will
have a new chains...ours.

Menerapkan ideologi komunis untuk memberantas ketidakadilan pada
hakekatnya cuma mengganti masalah dengan masalah baru yang lebih besar.







- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
-- Situs sulap pertama di Indonesia http://www.impact.or.id/dmc-sulap/
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke