On Tuesday, 18 April 2000, Abdullah Hasan wrote:

> Membakar Gereja masih terjadi. Gampang marah dan tersinggung dimana-
> mana. Memakai ruang publik dengan kelewatan( "mengumbar" speaker
> mesjid diluar waktu azan), dikira ruangnya sendiri...Apa itu sudah dewasa?
> Coba dipikir sekali lagi !

Contoh seperti itu tidak cukup untuk menggeneralisir bahwa masyarakat masih
kanak kanak. Saya kira isolasi lebih ditujukan untuk mengurangi distorsi dan
intervensi kaum oportunis.
Tapi kalau memang yakin begitu, ya bolehlah.

> Segala kritik pada GD adalah sama dengan menggoyang kedudukan. Segala
aspirasi
> yang kebetulan tidak cocok dengan GD cenderung dipercaya sebagai
> aspirasi bayaran.

Kritik yang dewasa dan proporsional tentu akan diterima kasihi. Kalau yang
pakai udang dibalik batu ya diketawai.
Tentang bayaran, sekedar sampling datang saja ke Kebon Pedes, Bogor, kalau
ingin tahu true storynya.

>Kalau mulutnya mulai mencong ( seperti ketika memperlakukan
> "anaknya" yang beragama islam) ya di betulkan. Dia perlu diingatkan,
> bahwa dia bisa diturunkan ( bulan Agustus!).

Susahnya, presiden satu ini jalannya lurus lurus saja, nggak terbetik berita
suap, nggak ikut rebutan BUMN. Sementara pengeritiknya berlepotan Suharto
mesem, mulai dari Cirebon sampai London. Jadi ya rakyat makin percaya saja.

Agustus? Tahun berapa ya?
Kayaknya yang bilang bulan Agustus tahun ini kan cuma mBilung.
Jangan jangan yang bilang gitu malah longsor sendiri, atau ampun ampunan.
Kade ah!

> Bagi kita yang belum biasa sistim demokrasi , yang biasa memperlakukan
> presidennya bagai Sultan dan Raja, bagi yang amat ketar-ketir negeri ini
> tanpa GD,  ya harus sabar. Harus belajar pada hangatnya demokrasi.
> Presiden bukan bapak kandung yang wajib kita sopan-i .

Dari awal GD sudah yakin akan dijadikan tumbal, preparat dilaboratorium
demokrasi. Nggak tahunya setelah masuk tabung reaksi dia berubah jadi
dinosaurus. Ya kalang kabutlah sang propesor sak asisten asistennya..
Partai Republik sekalipun masih membela sebisanya ketika Nixon tersandung
Watergate. Demokrat juga menyelamatkan impeachment terhadap Clinton dari
skandal Lewinsky. Mau praktikum demokrasi yang mana lagi sih?

> > Apalagi bagi wakil rakyat yang di MPR.

Benar, wakil rakyat kita sungguh jempolan. Saking hebatnya, waktu rapat APBN
pada tidur semua, sehingga waktu hasilnya didemo guru, pada berebut jadi
pahlawan kesiangan. Hidup DPR!

> Mesti lugas kaya AR.

Betul, AR memang lugas waktu ngomong adili Suharto didepan mahasiswa. Tapi
ya cuma ngomongnya saja. Setelah gossip Titik Prabowo, jinaknya minta ampun.
Ada hubungannya nggak ya? Nggak kali ah. Lugas kok.
Kalau nggak jadi Presiden, katanya mau jadi oposisi. Jadi nggak ya? Jadi
kali ya, wong cuma menggaransi kok.

Wassalam

yap
-------------------------
Success is neither magical nor mysterious.
Success is the natural consequence of consistently applying basic
fundamentals.




- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke