ah, ya biar aja lah mas.
kan katanya setiap perbuatan itu ada balasannya, tak iya?
biarkanlah PKB menempuh jalannya sendiri, selama
sampeyan bukan simpatisan apalagi anggota.
sama juga dengan PBB yang sedang bermuk-tamar
kabarnya kisruh ya?
ya beginilah partai-partai pulitik di ina. banyak emang
secara fisik. tapi hatinya sama saja lah.. suka ribut.
kan tinggal menunggu nanti tahun 2004 (eh.. ini dengan
catatan, GD bisa naik kelas ding ya, setelah menikmati
setahun lagi menekuni bakat dan kesukaannya nyanyi
melody No. 9... hahaa.... kan jumlah bintangnya emang
sembilan?)
nah pada waktu itu, silakan yang mau tetap setia pd
pilihan juli 1999 yl, pilihlah lagi (kalau masih ada dan
boleh tampil lagi lho ya), kalau yang mau ganti ya silakan...
kalau mo bikin partai sendiri ya silakan.... asal ada
pendukung, dana, dan tukang HALO-HALO-nya..
kalau yang polosan nggak milih ya biariin....
katanya demokrasi mas?
(aku mo bikin atau usul bikin partai dengan ketua
cak gigih deh.... dengan nama PARTOGI, partai
orang gila....)
eh iya ini ada pendapat dari teman-ku nih :
"Tahu engga?
Ternyata setelah di selidiki,semua presiden RI terlibat KKN....
Sukarno = Kanan Kiri Nyonya
Suharto = Kemana Kemana Nipu
Habibi = Kecil Kecil Nekat
Gus Dur= Kanan Kiri Nabrak
-----------------------------------------
ayo siapa nyusulll... nanti kalau cak gigih jadi presiden,
KKN-nya adalah Kanan Kiri Ngutang... hahahaaaa...
gitu aja kok sedih?
-----------------------------------------------------
Soelojo
moderator ML JOWO WOJOSETO
[EMAIL PROTECTED]
http://pandyapati.lookscool.com/
http://io.spaceports.com/~wojoseto/index.html
----- Original Message -----
From: "Wisnu Ali Martono" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Saturday, April 29, 2000 2:36 PM
Subject: [Kuli Tinta] PKB, Menuju Pembusukan?
Hari Kamis malam, menyaksikan dua acara diskusi di TPI dan Anteve,
yang
menghadirkan anggota PKB (Yusuf? Choirie di TPI dan ? Effendi di
Anteve),
membuat saya merasa yakin bahwa partai ini sedang menuju pembusukan
dirinya sendiri.
Dalam kedua program itu, wakil PKB dapat dikatakan membabi buta
mendukung
Gus Dur. Seorang penelpon bahkan mengatakan bahwa yang mereka lihat
(terhadap PKB) saat ini adalah Partai Golkar pada masa Harmoko.
Artinya,
apa pun yang dikatakan presiden, akan dibela mati-matian oleh PKB. Dan
penelpon itu mengatakan, Harmokonya PKB adalah Choirie. Dalam
mengomentari
pencopotan dua menteri, Choirie mengatakan bahwa hal itu adalah hak
presiden. Bisa jadi dia benar. Akan tetapi, jika _hak prerogatif_ ini
dijadikan kriteria pembenaran, ya benar pula seluruh Keppres yang
diterbitkan Suharto. Lucunya, Choirie menuduh ada yang mempolitisasi
pencopotan dua menteri itu. So what? Salahkah kalau semua urusan
dijadikan
komoditi politik? Jangan lupa, PKB yang mulai mempolitisasi semua
urusan.
Di Anteve, wakil PKB (dan quasi wakil PKB, Sobary yang baru diangkat
jadi
direktur Antara), kelihatan lebih tolol lagi. Dikatakan bahwa tidak
ada
kiai yang menolak rencana Gus Dur untuk mencabut Tap 25/66. Saya
katakan
ini tolol, paling tidak adalah penipuan, karena sudah berulang kali
saya
baca tulisan orang NU yang menolak penghapusan Tap ini. Saya nggak
tahu,
apakah menjadi politisi itu mudah menyebabkan orang (yang berlatar
belakang agama kuat) tidak malu untuk menjadi penipu? Saya yakin, jika
Gus
Dur berkata sebaliknya pun orang2 PKB nggak akan malu-malu koor
_kwek-kwek-kwek-.
Demikian pula Sobary. Orang ini mempermasalahkan kata-kata _menjewer_
yang dikatakan Amien. Katanya, ini patronising. Lucunya, dia berkelit
ketika ditanya, kenapa dia dulu tidak mengatakan hal yang sama ketika
Amien _mengancam_ Habibie? Padahal, waktu itu Amien bukan siapa-siapa.
Beda dengan saat ini, dimana dia menjabat Ketua MPR. Jawabannya? Sudah
bisa ditebak. _Kwek-kwek-kwek_ pula.
Akankah PKB menuju Partai Kwek-kwek-kwek Baru?
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!