Dalam beberapa hari ini saya betul-betul frustasi. Saya nggak pingin GD
jatuh , apalagi sampai Ibunda yang ngganti. Bisa-bisa Taufik jadi menteri
BUMN. Bayangkan betapa kerasnya mesin uang itu bekerja lembur siang malam.

Kita semua sudah capek. Saya cuma kepingin demokrasi, oposisi, anti-kultus
individu, dsb. Tapi langkah GD main pecat dan menuduh Laks dan Kalla KKN,
betul-betul diluar akal dan batin sehat. Membayangkan bagaimana orang baik
yang satunya ( KWIK ) terjepit antara ideal dan hatinurani, betul-betul saya
kasihan dan bingung.

Yang paling pedih saya melihat anak-anak muda PKB. Sebelumnya meskipun
sering pegel, saya diam-diam punya harapan pada mereka. Lha wong saya dulu
aktivis pemuda NU. Kemarin itu saya melihat mereka persis seperti pelacur.
Dan Sobary ? Kenapa bisa begitu ya ? Gelo banget aku. Mudah-mudah Allah
s.w.t segera menolong mereka.

Manusia ?!

Wassalam
Abdullah Hasan.

-----Original Message-----
From: Wisnu Ali Martono <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Saturday, April 29, 2000 12:46 PM
Subject: [Kuli Tinta] PKB, Menuju Pembusukan?


>Hari Kamis malam, menyaksikan dua acara diskusi di TPI dan Anteve, yang
>menghadirkan anggota PKB (Yusuf? Choirie di TPI dan ? Effendi di Anteve),
>membuat saya merasa yakin bahwa partai ini sedang menuju pembusukan
>dirinya sendiri.
>
>Dalam kedua program itu, wakil PKB dapat dikatakan membabi buta mendukung
>Gus Dur. Seorang penelpon bahkan mengatakan bahwa yang mereka lihat
>(terhadap PKB) saat ini adalah Partai Golkar pada masa Harmoko. Artinya,
>apa pun yang dikatakan presiden, akan dibela mati-matian oleh PKB. Dan
>penelpon itu mengatakan, Harmokonya PKB adalah Choirie. Dalam mengomentari
>pencopotan dua menteri, Choirie mengatakan bahwa hal itu adalah hak
>presiden. Bisa jadi dia benar. Akan tetapi, jika _hak prerogatif_ ini
>dijadikan kriteria pembenaran, ya benar pula seluruh Keppres yang
>diterbitkan Suharto. Lucunya, Choirie menuduh ada yang mempolitisasi
>pencopotan dua menteri itu. So what? Salahkah kalau semua urusan dijadikan
>komoditi politik? Jangan lupa, PKB yang mulai mempolitisasi semua urusan.
>
>Di Anteve, wakil PKB (dan quasi wakil PKB, Sobary yang baru diangkat jadi
>direktur Antara), kelihatan lebih tolol lagi. Dikatakan bahwa tidak ada
>kiai yang menolak rencana Gus Dur untuk mencabut Tap 25/66. Saya katakan
>ini tolol, paling tidak adalah penipuan, karena sudah berulang kali saya
>baca tulisan orang NU yang menolak penghapusan Tap ini. Saya nggak tahu,
>apakah menjadi politisi itu mudah menyebabkan orang (yang berlatar
>belakang agama kuat) tidak malu untuk menjadi penipu? Saya yakin, jika Gus
>Dur berkata sebaliknya pun orang2 PKB nggak akan malu-malu koor
>_kwek-kwek-kwek-.
>
>Demikian pula Sobary. Orang ini mempermasalahkan kata-kata _menjewer_
>yang dikatakan Amien. Katanya, ini patronising. Lucunya, dia berkelit
>ketika ditanya, kenapa dia dulu tidak mengatakan hal yang sama ketika
>Amien _mengancam_ Habibie? Padahal, waktu itu Amien bukan siapa-siapa.
>Beda dengan saat ini, dimana dia menjabat Ketua MPR. Jawabannya? Sudah
>bisa ditebak. _Kwek-kwek-kwek_ pula.
>
>Akankah PKB menuju Partai Kwek-kwek-kwek Baru?
>
>
>
>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!











Kirim email ke