hehe...
kaget aku hari ini.
ada 30 posting masuk dalam waktu kurang 10 menit
setelah akses ke server kacau (lagi rame)
tapi kok 80% dari mas sams...
maka tak jawab saja yang akhir-akhir masuk.
soal "sebel".
mas sams,
posting dari AS sudah tak blok sejak setahun yang lalu.
tapi, yang kena blok hanya alamat-nya. sehingga kalau
ada netter lain (yang kebetulan melanggan milist sama)
kemudian menanggapi tulisan AS... ya otomatis masuk
juga ke sini. kadang-kadang bentuknya diskusi utuh..
hehee.. jadi membaca yang pakai > atau >> atau >>>>>>
isinya pancet ae cak.. mbulet ndak ru-karuan.
seperti sekeping mata uang lah.
kalau AS pegang HEAD, lawannya pegang TAIL,
begitu berulang-ulang. lha aku kan nggak kebagian
sisi duitnya.. mending melihat dari samping tegak
lurus.. sehingga terbaca BANK INDONESIA.... hihihii
soal menawarkan pandangan,
oh itu sejak awal-awal beliau mencantumkan alamatku
ke alamat alias-nya. tapi, ya itu tadi... iklannya nggak
brenti atau diperbaiki.... atau nggak ada balasan.
eh, iya.. aku bukan demo-krat..... melainkan hanya
sekedar demos yang belum punya kratos.....
alias "kere.. ning ayem" (kata salah satu netter
anak buah cak gigih....)
salam,
soel
-------
----- Original Message -----
From: "Sams" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Friday, June 09, 2000 10:26 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat
Ya jangan sebel lho Mbah,
Mbok seperti saya saja. Di delete saja ! Gitu aja kok repot,
Malahan mestinya orang seperti Ahmad Sudirman itu patut kita kagumi.
Nggak
putus asa berkampanye soal DIR dan UUM. Lha daripada nambah dosa
karena
nyebeli orang lain, mbok sampeyan bersaing saja mengkampanyekan hal
yang
berbeda dengan dia. Itu kalau sampeyan nggak sepakat dengan AS. Lha
piye
maneh ?
Kan begitu caranya demokrasi berjalan kan ? Anda demokrat kan ?
Nah, pakai saja cara itu,
AS itu sekedar menawarkan alternatif. Dipakai apa nggak alternatif itu
nggak
pusing dia. Cuma bikin banyak mangkel orang lain, termasuk saya yang
nggak
doyan baca tulisan panjangnya itu. Kebanyakan ya langsung tak del.
Tapi
nggak usah ngomel. Ngabis-ngabisin energi ....
-----Original Message-----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Sunday, June 04, 2000 8:30 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat
>Terus terang, sudah hampir 3 tahun ini aku sebel
>dengan ulah seorang netter religius. Seharusnya
>bisa aku block saja account dia... namun, sama
>dengan-ku, bliauw melanggan beragam milist, sehingga
>setelah alamat ybs. aku blok, datang lagi dari
>netter lain yang mencoba menanggapinya..
>
>Sebel, karena isi postingnya begitu-begitu mulu. Sejak
>jaman dal, tetep saja promosi DIR dan UUM (Daulah Islamiyah
>Rasulullaah dan Undang Undang Madinah). Apapun keadaan
>Indonesia, sejak jaman Soeharto berganti Habibie serta GD
>tetap saja dibenturkan dengan DIR dan UUM. Padahal menurut
>hematku DIR itu bukanlah suatu negara yang sempurna, bila
>ditinjau dengan keadaan negara-negara jaman kini. UUM-pun
>sebenarnya hanyalah berupa PAKTA KEAMANAN bersama ummat
>Rasul dan kaum di sekitarnya (termasuk Yahudi dan Nashara).
>Di situ banyak ditulis tentang aturan "uang penebus darah"
>
>Sesekali, aku memang usil menanggapinya dengan pertanyaan
>iseng. Namun selalu tak berbalas. Entah karena pertanyaannya
>yang terlalu simple dan goblog, atau sebaliknya, isi pertanyaan-
>nya tidak dapat dirujuk dari DIR dan UUM, tak tahu aku.
>
>2 bulan terakhir, semua posting dari bliauw were automatically
>deleted. Namun tadi pagi kejadian langganan berlangsung.
>Tanggapan dari netter lain yang berpandangan opposisi atas
>bliauw, masuk ke kotak pos. Namun lagi-lagi isinya lebih memusingkan
>dibanding isi posting awal (yang otomatis terhapus) yang dirujuk
>sebagian kecilnya. Bila posting awal ingin meniadakan negara
>bangsa dan sentimen geografis bangsa-bangsa, maka penanggapnya
>ingin meninggalkan semua sentiment (baik geo-sentiment maupun
>socio(-religio)-sentiment. Ingin menggantikannya menjadi neo
>humanisme. dengan faham pokok menjadi manusia seutuhnya yang
>tidak hanya mementingkan kemanusiaannya, namun tercakup juga
>mementingkan alam sekitar. Suatu pandangan yang menakjubkan
>memang.... cocok dan klop dengan faham kejawen Suryo-mataraman
>yang MEMAYU HAYUNING BAWANA serta AMEMANGUN KARYENAK TYASING
>SASAMA. (Menyejahterakan Bumi sambil Membangun (sembarang) demi
>Kesenangan Hati Sesama).
>
>Mungkin dapat diterapkan untuk indonesia yang sekarang ini
>terlanda gejala socio-religio-sentiment dan geo-sentiment accute.
>Namun aku jadi ragu, bila faham ini tidak dijadikan sebagai
>falsafah kehidupan, melainkan menjadi falsafah bernegara.
>Karena di situ tidak kenal lagi geografi, tidak kenal lagi
>bangsa-bangsa, bahkan bila perlu TIDAK KENAL LAGI IDENTITAS
>suatu negara. Menjadilah PEMERINTAHAN DAULAH DUNIA.
>Aku ragu, karena keberadaan dan nilai manusia itu terletak
>pada PERBEDAAN dan kemampuan manusia menangkap PERBEDAAN.
>Yang ini bertingkatan sesuai manusianya.
>
>Ambil contoh, seseorang yang tidak akrab dengan tanaman,
>maka bila disodori berbagai kultivar mangga (misalnya) maka
>dia hanya menangkap sekumpulan pohon yang berbeda dengan
>sekumpulan pohon belimbing (misalnya). Dia baru lebih kenal
>beda-beda pohon mangga itu setelah masing-masing menunjukkan
>perbedaan (buah misalnya). Namun bagi seorang biolog dan
>fisiolog, akan memahami. Jangankan sekumpulan pohon mangga
>dari berbagai kultivar, sedang dalam kumpulan DAUN mangga
>di satu cabang pun akan menampakkan PERBEDAAN.Tak akan ada
>2 lembar daun yang identik sama dari suatu pohon.
>
>Hehehe.... aku jadi melamun. Ah, ini mungkin hasil dari
>arus reformasi!. Tadi pagi kakak-ku mengatakan lewat telepon,
>bahwa presiden GD ini benar-benar Presiden PEMBEBASAN. Semua
>bebas berpendapat dan berfikir..... akhirnya KEBEBASEN..
>sampai banyak yang ingin membebaskan diri dari IKATAN
>negara bangsa dan geografis, INDONESIA... Dan aku merasa
>sedang berada di tengah-tengah pendapat dua netter di atas.
>Perlu memang kita mengembangkan neo-humanisme dan juga
>memperhatikan socio-geo-sentiment sekaligus. Namun untuk
>suatu bangsa dan negara, perlu sekali IDENTITAS atau HARKAT
>dan MARTABAT tersendiri.
>
>Nah sekarang dimana tingkat HARKAT DAN MARTABAT bangsa?
>
>wassalam,
>
>mbahsoeloyo
>-----------
>(salam buat PAPUA... dan prihatin buat POSO)
>
>
>
>
>
>_____________________________________________________________________
___
>Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at
http://www.hotmail.com
>
>
>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!