On Tue, 13 Jun 2000, GIGIH NUSANTARA wrote:
> Aku muslim, setidaknya, aku mencoba untuk menjadi
> muslim yang benar, berdasarkan apa yang aku ketahui
> selama ini. Entah, mungkin Gusti Allah menilai aku
> kurang muslim, atau apa. Setidaknya, kemuslimanku
> benar-benar akan aku pertanggungjawabkan secara
> pribadi di hadapan Kanjeng Gusti. Termasuk kadar
> concern-ku terhadap persoalan apa pun yang ada di
> hadapanku, yang tentu saja sangat berkait erat dengan
> kemampuan yang aku miliki. Bahkan seandainya pun aku
> harus diberi cap 'selemah-lemahnya iman' sekalipun.
> Sebab, hanya sampai seperti itulah yang bisa aku
> lakukan. Aku tak bisa berbuat lebih dari apa yang bisa
> aku lakukan.
WAM:
Anda benar mbah, bahwa kadar keIslaman kita hanya Alloh yang maha tahu.
Namun, ingatlah bahwa habluminannas itu juga sama pentingnya dengan
habluminallah. Sebagai orang Islam, nggak bisa kita cuma membatasi ibadsah
dengan lima kali shalat dan menutup mata terhadap penderitaan manusia,
khususnya (tapi tidak terbatas) manusia Islam. Mbah Dur, manusia yang
ngakunya Islam itu, lebih mementingkan habluminallah.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!