Hihihihi, ya, beginilah yang namanya korban teknologi Mbah,
Sudah beberapa lama aku tak terima email dari kuli-tinta,
Tahu-tahu pas tadi sore mbukak email lho kok aku terima sekitar 66 email
dari kuli-tinta. Hwaladalah, ini apa-apaan ?
Tapi ya wislah, tak balas sing cepet ae,
Alhasil, saya jadi orang produktif sekali hari ini meskipun nggak mutu blas,
Cuma layak di-DELETE,
Apalagi buat mitra tanding saya, Cak Gigih,
Yo opo kabare Cak ?
IT Journal jalan terus toh ?
Salam dari jauh,
-----Original Message-----
From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
Date: Friday, June 09, 2000 10:50 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat
>hehe...
>kaget aku hari ini.
>ada 30 posting masuk dalam waktu kurang 10 menit
>setelah akses ke server kacau (lagi rame)
>tapi kok 80% dari mas sams...
>
>maka tak jawab saja yang akhir-akhir masuk.
>soal "sebel".
>mas sams,
>posting dari AS sudah tak blok sejak setahun yang lalu.
>tapi, yang kena blok hanya alamat-nya. sehingga kalau
>ada netter lain (yang kebetulan melanggan milist sama)
>kemudian menanggapi tulisan AS... ya otomatis masuk
>juga ke sini. kadang-kadang bentuknya diskusi utuh..
>hehee.. jadi membaca yang pakai > atau >> atau >>>>>>
>isinya pancet ae cak.. mbulet ndak ru-karuan.
>seperti sekeping mata uang lah.
>kalau AS pegang HEAD, lawannya pegang TAIL,
>begitu berulang-ulang. lha aku kan nggak kebagian
>sisi duitnya.. mending melihat dari samping tegak
>lurus.. sehingga terbaca BANK INDONESIA.... hihihii
>
>soal menawarkan pandangan,
>oh itu sejak awal-awal beliau mencantumkan alamatku
>ke alamat alias-nya. tapi, ya itu tadi... iklannya nggak
>brenti atau diperbaiki.... atau nggak ada balasan.
>
>eh, iya.. aku bukan demo-krat..... melainkan hanya
>sekedar demos yang belum punya kratos.....
>alias "kere.. ning ayem" (kata salah satu netter
>anak buah cak gigih....)
>
>salam,
>
>soel
>-------
>----- Original Message -----
>From: "Sams" <[EMAIL PROTECTED]>
>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>Sent: Friday, June 09, 2000 10:26 PM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat
>
>
>Ya jangan sebel lho Mbah,
>
>Mbok seperti saya saja. Di delete saja ! Gitu aja kok repot,
>
>Malahan mestinya orang seperti Ahmad Sudirman itu patut kita kagumi.
>Nggak
>putus asa berkampanye soal DIR dan UUM. Lha daripada nambah dosa
>karena
>nyebeli orang lain, mbok sampeyan bersaing saja mengkampanyekan hal
>yang
>berbeda dengan dia. Itu kalau sampeyan nggak sepakat dengan AS. Lha
>piye
>maneh ?
>
>Kan begitu caranya demokrasi berjalan kan ? Anda demokrat kan ?
>Nah, pakai saja cara itu,
>
>AS itu sekedar menawarkan alternatif. Dipakai apa nggak alternatif itu
>nggak
>pusing dia. Cuma bikin banyak mangkel orang lain, termasuk saya yang
>nggak
>doyan baca tulisan panjangnya itu. Kebanyakan ya langsung tak del.
>Tapi
>nggak usah ngomel. Ngabis-ngabisin energi ....
>
>
>
>-----Original Message-----
>From: mBah Soeloyo <[EMAIL PROTECTED]>
>To: [EMAIL PROTECTED] <[EMAIL PROTECTED]>
>Date: Sunday, June 04, 2000 8:30 PM
>Subject: Re: [Kuli Tinta] Selamat
>
>
>>Terus terang, sudah hampir 3 tahun ini aku sebel
>>dengan ulah seorang netter religius. Seharusnya
>>bisa aku block saja account dia... namun, sama
>>dengan-ku, bliauw melanggan beragam milist, sehingga
>>setelah alamat ybs. aku blok, datang lagi dari
>>netter lain yang mencoba menanggapinya..
>>
>>Sebel, karena isi postingnya begitu-begitu mulu. Sejak
>>jaman dal, tetep saja promosi DIR dan UUM (Daulah Islamiyah
>>Rasulullaah dan Undang Undang Madinah). Apapun keadaan
>>Indonesia, sejak jaman Soeharto berganti Habibie serta GD
>>tetap saja dibenturkan dengan DIR dan UUM. Padahal menurut
>>hematku DIR itu bukanlah suatu negara yang sempurna, bila
>>ditinjau dengan keadaan negara-negara jaman kini. UUM-pun
>>sebenarnya hanyalah berupa PAKTA KEAMANAN bersama ummat
>>Rasul dan kaum di sekitarnya (termasuk Yahudi dan Nashara).
>>Di situ banyak ditulis tentang aturan "uang penebus darah"
>>
>>Sesekali, aku memang usil menanggapinya dengan pertanyaan
>>iseng. Namun selalu tak berbalas. Entah karena pertanyaannya
>>yang terlalu simple dan goblog, atau sebaliknya, isi pertanyaan-
>>nya tidak dapat dirujuk dari DIR dan UUM, tak tahu aku.
>>
>>2 bulan terakhir, semua posting dari bliauw were automatically
>>deleted. Namun tadi pagi kejadian langganan berlangsung.
>>Tanggapan dari netter lain yang berpandangan opposisi atas
>>bliauw, masuk ke kotak pos. Namun lagi-lagi isinya lebih memusingkan
>>dibanding isi posting awal (yang otomatis terhapus) yang dirujuk
>>sebagian kecilnya. Bila posting awal ingin meniadakan negara
>>bangsa dan sentimen geografis bangsa-bangsa, maka penanggapnya
>>ingin meninggalkan semua sentiment (baik geo-sentiment maupun
>>socio(-religio)-sentiment. Ingin menggantikannya menjadi neo
>>humanisme. dengan faham pokok menjadi manusia seutuhnya yang
>>tidak hanya mementingkan kemanusiaannya, namun tercakup juga
>>mementingkan alam sekitar. Suatu pandangan yang menakjubkan
>>memang.... cocok dan klop dengan faham kejawen Suryo-mataraman
>>yang MEMAYU HAYUNING BAWANA serta AMEMANGUN KARYENAK TYASING
>>SASAMA. (Menyejahterakan Bumi sambil Membangun (sembarang) demi
>>Kesenangan Hati Sesama).
>>
>>Mungkin dapat diterapkan untuk indonesia yang sekarang ini
>>terlanda gejala socio-religio-sentiment dan geo-sentiment accute.
>>Namun aku jadi ragu, bila faham ini tidak dijadikan sebagai
>>falsafah kehidupan, melainkan menjadi falsafah bernegara.
>>Karena di situ tidak kenal lagi geografi, tidak kenal lagi
>>bangsa-bangsa, bahkan bila perlu TIDAK KENAL LAGI IDENTITAS
>>suatu negara. Menjadilah PEMERINTAHAN DAULAH DUNIA.
>>Aku ragu, karena keberadaan dan nilai manusia itu terletak
>>pada PERBEDAAN dan kemampuan manusia menangkap PERBEDAAN.
>>Yang ini bertingkatan sesuai manusianya.
>>
>>Ambil contoh, seseorang yang tidak akrab dengan tanaman,
>>maka bila disodori berbagai kultivar mangga (misalnya) maka
>>dia hanya menangkap sekumpulan pohon yang berbeda dengan
>>sekumpulan pohon belimbing (misalnya). Dia baru lebih kenal
>>beda-beda pohon mangga itu setelah masing-masing menunjukkan
>>perbedaan (buah misalnya). Namun bagi seorang biolog dan
>>fisiolog, akan memahami. Jangankan sekumpulan pohon mangga
>>dari berbagai kultivar, sedang dalam kumpulan DAUN mangga
>>di satu cabang pun akan menampakkan PERBEDAAN.Tak akan ada
>>2 lembar daun yang identik sama dari suatu pohon.
>>
>>Hehehe.... aku jadi melamun. Ah, ini mungkin hasil dari
>>arus reformasi!. Tadi pagi kakak-ku mengatakan lewat telepon,
>>bahwa presiden GD ini benar-benar Presiden PEMBEBASAN. Semua
>>bebas berpendapat dan berfikir..... akhirnya KEBEBASEN..
>>sampai banyak yang ingin membebaskan diri dari IKATAN
>>negara bangsa dan geografis, INDONESIA... Dan aku merasa
>>sedang berada di tengah-tengah pendapat dua netter di atas.
>>Perlu memang kita mengembangkan neo-humanisme dan juga
>>memperhatikan socio-geo-sentiment sekaligus. Namun untuk
>>suatu bangsa dan negara, perlu sekali IDENTITAS atau HARKAT
>>dan MARTABAT tersendiri.
>>
>>Nah sekarang dimana tingkat HARKAT DAN MARTABAT bangsa?
>>
>>wassalam,
>>
>>mbahsoeloyo
>>-----------
>>(salam buat PAPUA... dan prihatin buat POSO)
>>
>>
>>
>>
>>
>>_____________________________________________________________________
>___
>>Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at
>http://www.hotmail.com
>>
>>
>>- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com
>>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>>
>>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
>Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
>Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
>Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
>Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!