On Mon, 24 Jul 2000 20:02:07 +0900, [EMAIL PROTECTED] wrote:
> Tuan Karrountel,
> anda ini pegimana sih.
> dengan cerita anda bahwa sebelum jadi presiden, GD bisa
> dengar rapat sambil (terlihat) tidur utu kan menambah
> kegeblegan saudara. dah jelas kan GD itu sudrun.
> ya salahnya dipilih jadi presiden. salahnya lagi kan GD
> itu yang sudah sadar kalau ngantukan, suka lempar issue,
> suka nunjuk-nunjuk nama orang lain yang (walaupun)
> belum tentu salah.. eh? kok ya dia itu mau gitu lho.
> kamangka, dia juga tahu kalau yang diurus itu 209
> juta kepala berotak, bukan hanya yang mayoritas saja.
> bukan pekerjaan mudah. tapi kok ya mau gitu lho.
> makanya bingung kan sekarang?
>
> soeL
Bapak Mbah Soeloyo, yang sangat saya hormati.
Pertama, terimalah baik-baik tabik dari saya. Sebab amat senang di hati saya
memperoleh komentar dari bapak Mbah Soeloyo mengenai apa yang pernah saya
baca dahulu sekali, tentang kebiasaan bapak Presiden negeri bapak Mbah
Soeloyo, yang tidur tapi tetap mampu mengikuti pertemuan yang berlangsung.
Itu terbukti ketika beliau mendapatkan giliran menyampaikan komentarnya,
ternyata sangat runtut (benar kata ini ? Maaf bila salah) dan menyambung.
Kedua, mohon maaf kalau saya terpaksa percaya, dan oleh karena itu oleh
bapak Mbah Soeloyo saya dinilai gebleg (dungukah ?).
Maaf bapak Mbah Soeloyo. Benar-benar negeri bapak Mbah Soeloyo ini begitu
banyak hal-hal yang ajaib, namun mampu membuat saya banyak tertarik, dan
mampu melengkapi keindahan negeri bapak Mbah Soeloyo. Bahkan wakil-wakil
bapak Mbah Soeloyo, yang pasti oleh bapak Mbah Soeloyo pilih, untuk duduk di
parlemen, begitu menghambur-hamburkan enersi mereka di tengah begitu banyak
pekerjaan berat yang dihadapi negeri bapak Mbah Soeloyo.
Oleh sebab itu, bapak Mbah Soeloyo, mestinya bapak Mbah Soeloyo juga sama
seperti saya (sama-sama gebleg), karena tanpa disertai sifat gebleg
tersebut, mustahil bapak Mbah Soeloyo memilih wakil seperti itu quality-nya.
Di bus kota yang saya lihat ada tulisan 'sesama bus kota tidak boleh saling
mendahului'. Bagaimana nasib kita berdua yang sama-sama gebleg ini? Teman
Jawa saya, Paido, bilang, kalau tidak gebleg tidak kebagian. Bolehkah saya
tahu dari bapak Mbah Soeloyo artinya?
Hormat dan tabik
_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!