Assalamu'alaikum Wr.Wb.

>From: "Abdullah Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
>Abdullah Hasan.
>( masih punya stok feodal lain : Guntur, Guruh , Geledek,
>Langit, Taufan,
>Badai , Got , Sultan Pajang)
>--------------
>From: "mbah soeloyo" <[EMAIL PROTECTED]>
>soel:
>lho kan soal tahta pajang kan sedang diperjuangken
>oleh mas hercule_poirot, dengan gelar Joko Tingkir Junior?
>hehe...
>kalau berhasil aku mau daftar jadi Tumenggung Panigas Rikma
>aja deh.. biar bung reijman karrountel gak lagi ngruntel....
>gimana? setuju?
>soeL
>-----

Poirot:

[1] Di Pajang hanya ada satu sultan...Sultan Hadiwijaya
    nama kecilnya Karebet, dan sering disebut Joko Tingkir
    Sultan Pajang sudah wafat. Kalau penyebutan Sultan Pajang
    itu untuk ngeledek, please stop it. Tak baik.
    Beside, I admire him with all my heart.

    Kalau mau ngeledek,ledeklah mereka yg masih hidup
    Salah satunya adalah si Doel Rahman yang sekarang
    nangkring di Istana Merdeka itu.

[2] Feodal >< Egaliter
    Egaliter bisa dimaknai sederajad, menghilangkan perbedaan.
    Dalam praktek hidup, hal ini sangat sulit dipenuhi. Even
    di dunia pendidikan, olah raga, politik, ekonomi.
    Contoh, mereka yang lebih tinggi pengetahuannya akan lebih
    dihargai dp yang tak tahu apa-apa. Mereka yang punya prestasi
    akan lebih dihargai [dng piala misalnya] dp di Looser.
    Di politik, ketua partai akan lebih dihormati ketimbang
    sekedar anggota. Hal sama ditemuai di kalangan agamawan.
    Pendeta/Ustad akan lebih dihormati dari orang biasa.
    Penegak hukum lebih dihormati dp pelanggar hukum

    In short kita tak bisa memperlakukan setiap orang dng
    perlakuan sama. Mengganggap sama. Even dalam konsep
    komunist, katanya commune...tapi toh pimpinan partai
    lebih mendapat fasilitas ketimbang anggota biasa.

    Yang tidak boleh adalah membedakan perlakuan di depan
    hukum hanya krn seseorang mempunyai kelebihan [ilmu,
    ekonomi, kedudukan dsb]. Yang juga tak boleh dilakukan
    adalah adanya eksploitasi thd orang lain hanya krn
    seseorang hanyalah warga biasa [dieskploitasi oleh dia
    yang punya kelebihan -ilmu, wajah, harta, jabatan].

    Namun demikian, sikap itu tetap tak akan menghilangkan
    adanya feodalisme. Feodalisme tak harus ditentang jika
    prinsip-2 keadilan tidak dilanggar karenanya.

[3] Mbah...
    sejak jaman Byzantium...nama dan wilayah suatu kerajaan
    mengalami perubahan, tak terkecuali NKRI yg saat ini lagi
    berada dalam krisis. Kalau tak pas cara menghandlenya,
    NKRI juga akan menjadi puing-2. Lihatlah, Papua sudah
    memulai, Aceh sudah lebih dulu, Riau mulai bisik-bisik
    ditambah dengan kasus latent Ambon dengan RMS-nya
    Tanda-tanda perpecahan bagi NKRI mulai mengental.

    Bila saatnya tiba, NKRI tak akan ada lagi. Akan muncul
    puluhan mungkin ratusan negara baru. Salah satunya adalah
    Negeri Pajang yang wilayahnya meliputi bekas kerajaan
    Mataram Islam, ditambah wilayah pesisir Jawa, brang wetan
    plus Madura, masuk Banyumas dan Cirebon. In short, Jateng
    dan Jatim sekarang.

    Pajang Baru akan kembali ke konsep agraris yang didukung
    oleh indutry pertanian yang tangguh. Petani menempati porsi
    paling besar di negeri Pajang, sudah sewajarnya kalau mereka
    mendapat perhatian yang memadai shg bisa menjadi warga yang
    mandiri dan berkehidupan dengan layak.

[4] Undangan
    Kepada siapa saja yang punya minat dan gagasan untuk
    mempersiapkan berdirinya Negeri Pajang, don't hesitate
    to throw your ideas. Negeri Pajang perlu dipersiapkan
    in case, NKRI benar-benar bangkrut.

Wassalam,
+++Poirot




________________________________________________________________________
Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke