----- Original Message -----
From: Abdullah Hasan <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, July 24, 2000 5:14 PM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Presidenku
>
> From: Daniel H.T. <[EMAIL PROTECTED]>
> Inilah akibat dari semangat ABM (Asal Bukan Mega) dari Amien Rais cs
> =================================================
>
>
> Pernyataan sdr.Daniel diatas, dengan bahasa lain , bahasa terang-terangan
,
> bunyinya kira-kira begini:
>
> "Memang betul, presiden kita Gus Dur punya tingkah yang bikin malu kita
> semua. Saya pribadi sejak awal sudah yakin betapa brengseknya Gus Dur yang
> cuma menang nama itu. Mestinya yang naik tahta kan pujaan saya yang
> mengagumkan itu : Mbak Mega. Yaaahh.... Semuanya goblog ( kecuali saya
!?).
> Semua bisa dibohongi oleh Amin Rais , si Setan Besar itu !".
>
> Wassalam
> Abdullah Hasan.
> ( masih punya stok feodal lain : Guntur, Guruh , Geledek, Langit, Taufan,
> Badai , Got , Sultan Pajang)
Kalau yg dimaksud dng kalimat di atas adalah opini saya yg dijabarkan, maka
itu jelas salah. Aprioritis
Pertama, saya tdk suka memakai kata2 yg vulgar seperti di atas.
Kedua, saya tdk berpandangan bahwa GD telah membuat malu kita. Saya tdk
berpendapat bhw GD adalah org yg brengsek. Saya tetap respek terhdp GD dng
segala keterbatasannya.
Ketiga, saya bukan tipe org yg suka memuja org lain. Siapapun dia. Termasuk
Mega.Yg patut dipuja hanya Yang Maha Kuasa. Yg saya herankan adalah selalu
saja apabila ada opini yg menguntungkan Mega, siempunya opini selalu saja
dikenakan predikat "pemuja Mega." Apabila mau konsekuen, mereka yg begitu
mati2-an pro, sejalan, atau respek terhadap Amien Rais. Seharusnya juga
disebut "pemuja AR" Saya sama sekali tidak ada kepentingan atau perasaan
apapun terhadap (kubu) Mega.
Keempat, meskipun saya tidak sepaham dng AR. Saya sama sekali tidak pernah
mempergunakan terminologi kasar seperti yg ditulis Sdr. Abdullah. Bagi saya
adalah wajar, kalau saya berbeda dng AR. Tanpa harus memaki-makinya.
Yg hendak saya katakan, bukankah sejak semula kelompok yg begitu ngotot u/
mengangkat GD menjadi presiden sudah tau akan segala keterbatasan GD
sedemikian rupa. Mengapa tetap begitu mati2-an berupaya u/ mengangkat
beliau? Saya tdk tau, apakah GD benar2 tertidur dlm acara yg disebut pd awal
diskusi ini. Tetapi, saya tau dari bacaan2 yg pernah saya baca jauh sebelum
GD menjadi presiden, bahwa dia kesehatannya kurang baik. Terutama sekak
terkena stroke. Sejak lama, sebelum menjadi presiden, sewaktu diwawancarai
wartawan, GD sering tertidur di tengah2 wawancara sdg berlangsung. Mustahil,
para elit politik yg sedemikian ngotot mengangkat GD sbg presiden, tidak
tahu akan hal seperti ini. termasuk sikapnya dlm mengeluarkan pernyataan2.
Bukan rahasia lagi, kalau semua upaya demikian memang berupakan manifestasi
dari kelompok yg tidak senang Megawati menjadi presiden (ingat dng berbagai
kejadian sebelum pemilihan presiden, termasuk berbagai propaganda yg
antipresiden wanita yg dikait-kaitan dng agama). Di mana pd waktu itu sesuai
dng hasil pemilu yg dimenangkan o/ PDI-P, peluang Mega u/ menjadi org no.1
di republik ini sangat besar.
Menurut pendpt saya secara obyektif, meskipun sistem pemilihan presiden
secara langsung belum dijalankan di negara ini, tetapi kehendak u/ itu sdh
sangat kuat. Maka itu, rakyat dlm memilih dlm pemilu adalah melihat siapa yg
dicalonkan menjadi presiden. Maka ketika PDI-P berhasil meraih suara
terbanyak. Maka setidaknya itu menunjukkan (dilihat dari hasil pemilu) bhwa
dibanding dng yg lain rakyat memang menghendaki agar Mega sbg presiden.
Apabila AR yg dikehendaki, maka pasti PAN lah yg meraih suara terbanyak.
Atau setidaknya tdk sedemikian mengecewakan dng hanya 7% suara.
Menurut saya, roh dari sistem pemilihan presiden secara langsung demikianlah
yg harus dimanifestasi oleh kalangan MPR.
Asal Anda tahu dlm pemilu baru lalu, ada tiga parpol yg sangat saya respek
dan dukung. Yakni PKB, PDIP dan PAN. Jangan lagi terus bilang saya pemuja
dari tiga parpol demikian. Tetapi, sejak melihat berbagai manuver politik AR
yg tdk sejalan dng saya, respek saya terhdp AR dan PAN banyak berkurang.
Ini merupakan opini saya. Mengapa kalau Anda tdk sepaham dng opini org lain
selalu memakai kalimat2 vulgar seperti di atas?
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!