semalem, Meneer.... keluarga ku nonton TV. acaranya,
katakanlah sandiwara kothak sabun, berjudul NASU JOBUZU
(Nurse Jobs), bintang utamanya mbak Asakura Atsuko, wuik
bener-bener bahenol dan nggemesken. Bintang tamunya berperan
sebagai dokter bedah lulusan ngamrik bernama panggung
dr. Katsuragi Kyoko (cantik dan anggun dokter cewek ini).

biasa urusannya adalah kecemburuan pekerjaan, karena perbedaan
style antara ngamrik dan jepun. sekelompok nurse jepang dengan
gaya pekerjaan yang sering mundhak-mundhuk penuh basa-basi
harus berbenturan dengan style dokter ngamrik yang strick tegas
dan lugas. kalau iya ya iya kalau tak mampu ya bilang tak mampu.

suatu ketika kelompok nurse ini melakukan sabotase kepada bu
dokter katsuragi, yang sebenarnya terjadi adalah persaingan
antara suster asakura dan katsuragi berebut perhatian dokter
magang, Takasugi Kentarou ditambah kecemburuan suster
kepala karena suaminya yang bernama dr. Sawada lebih asyik
memperhatikan dokter ngamrik itu dibanding dirinya. sampai
akhirnya di kalangan para suster (nasu) semua perbuatan
dr. katsuragi adalah mengandung kesalahan, dan dianggap
sebagai ketinggian hati si dokter nan cantik itu.

akhirnya kasus terbuka "ngegla" dalam sebuah rapat rumah sakit,
karena masing-masing yang terlibat justru menelanjangi diri
sendiri. dengan catatan akhir, kebenaran berpihak kepada
dr. katsuragi yang banyak mendapat sabotase pekerjaan.

namun keadaan tegang justru menjadi cair dan bersahabat, ketika
ada pasien hamil yang karena keteledoran beberapa nurse
menyebabkan air ketuban pecah dan bayi harus dikeluarkan
"caesar". kamangka, di rumah sakit itu sedang tidak ada dokter
kandungan, mengingat pasien hamil itu hanyalah seorang isteri
yang besoek suaminya yang rawat inap.

dr. katsuragi tidak sanggup melakukan pertolongan karena terikat
sumpah professi kedokteran dan mengaku tidak akan mampu.
suster kepala (bu Sawada) punya pengetahuan kandungan, tapi
tidak punya wewenang melakukan pembedahan, karena bukan
dokter. ribut sendiri terjadi, dan dr. katsuragi (saking
keselnya)
malah ingin meninggalkan persoalan (lepas tangan). untung dokter
magang yang jadi rebutan mengingatkan: "mbak kyoko... mbak
ingat nggak semasa kuliah, menyelamatkan jiwa seseorang lebih
penting dari ikatan professi. baiklah aku akan membantu....asal
mbak sanggup"
(maka terjadilah operasi khusus yang dilakukan dokter bedah
katsuragi dibantu oleh 3 dokter lain yang bukan dokter bedah
dan semua jajaran suster ikut sibuk membantu. akhir cerita,
benar-benar hepi-ending. para suster jadi faham benar
ikatan sumpah kerja dokter dan dokter juga tahu peranan
para suster dalam rangka penylamatan jiwa.)

ah, cerita opera sabun itu seandainya nyata dan dapat dijadikan
rujukan penyelesaian krisis multi dimensi indonesia... betapa
bagusnya. anggaplah IBU PERTIWI mendadak sontak
ingin melahirkan dan kehabisan air ketuban. lantas tinggal
masing-masing tahu diri, siapa yang jadi dokter katsuragi,
siapa perawat asakura dan bu sawada... dan siapa yang
baru dokter magang TAKASUGI KENTAROU yang
masih ingat betul hikmah KULIAH MEDIS yang baru
beberapa tahun dia TAMATKAN.

salam, Meneer...

mBah Soeloyo
moderator [EMAIL PROTECTED]
http://www.egroups.com/group/wjseto
HP: http://io.spaceports.com/~wjseto

----- Original Message -----
From: "reijkman karrountel" <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Wednesday, July 26, 2000 6:33 PM
Subject: RE: [Kuli Tinta] FW: S.O.S!!! + URGENT !! Pray for
Ambon - Maluku !!!



On Wed, 26 Jul 2000 14:59:39 +0700, [EMAIL PROTECTED]
wrote:

>  WAM:
>   Saya menganggap jawaban romo Magnis (apa
>  saya mampu?) hanya sebagai cara menghindar. Kenapa dia tidak
menjawab
>  _mau!_. Rasanya jahat sekali menolak permintaan tolong untuk
>  menyelamatkan nyawa-nyawa yang (mungkin sekali) masih
berkesempatan
hidup.
>
>
>  Penilaian atau anggapan yang didasarkan atas kebencian
seringkali
>  menghasilkan sesuatu pernyataan yang menyimpang.
>
>  Begitu juga diskusi ini, kalau anda mau membuka diri sedikit
dan mau
melihat
>  keluar tanpa kebencian, tentunya akan menghasilkan diskusi
yang lebih
>  baik,....sukur-sukur ada kata sepakat.


Jawaban Romo Mangun saya nilai sebagai sebuah penyampaian rasa
kerendahhatian seorang rohaniwan, yang ingin menyatakan, bahwa
beliau sama
sekali tak ada artinya (dibanding masalah Maluku yang begitu
besar). Jika
melihat dengan sedikit awas, maka jika sekaliber Romo Mangun
saja berani
menyatakan 'apa saya mampu', maka berarti masalah Maluku bukan
masalah
enteng, sehingga kita harus mencari jawaban pertanyaan tersebut
kepada sosok
yang 'lebih tinggi' dari Romo Mangun, dari segi kekuasaan dan
kekuatan,
untuk meredam kasus Maluku. Pernyataan Romo Mangun, jika
diucapkan sekarang,
maka bisa berbunyi 'apa saya mampu, wong Darurat Sipil saja tak
bisa segera
menyelesaikan kasus Maluku tersebut'. yang menurut teman Jawa
saya, Paido,
bisa ditambahi dengan 'wong nyuruh pulang Laskar Jihad saja
alotnya
keliwat-liwat, kok'.

Jawaban Romo Mangun jelas menunjukkan kerendahhatian. Ini beda
dengan 'maaf,
sedang repot, kok', yang punya makna 'sebenarnya mampu, cuma
karena lagi
repot, ya sorry, lah...'





_______________________________________________________
Say Bye to Slow Internet!
http://www.home.com/xinbox/signup.html


->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!
















->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com 
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!












Kirim email ke