2000, Benny wrote:
> WAM:
> Baiklah. Tolong anda jawab, kalau ada masyarakat Kristen yang nyawanya
> sedang terancam, sedang saya (mestinya) bisa menyelamatkan mereka, ketika
> saya dimintai bantuan terus saya bilang : sorry, saya lagi sibuk nih,
> apakah anda menganggap jawaban saya ini jawaban orang bermoral atau tidak?
> Benny :
> Kok anda menyimpang dari topik yang ada ?
WAM:
Tidak.
Saya hanya ingin menunjukkan, ada macam-macam jawaban untuk mengatakan
_tidak mau_. Tidak harus bilang secara langsung. Efeknya sama: tidak mau.
Benny :
Saya juga setuju bahwa jawaban saya mau dan akan berusaha semampu saya. Saya
tidak ingin membahas kembali pernyataan Romo magnis di Antv tsb, lebih baik
anda tanya langsung ke yang bersangkutan. Ada fasilitas 108 di Jakarta. Tapi
saran saya kalau anda ingin menilai seseorang nilailah secara obyektif dan
menyeluruh jangan hanya karena sepenggal kalimat saja anda sudah bisa
menilai seseorang.
Mengenai sikap dia terhadap Ambon sebaiknya anda mengkompulir semua tulisan
dia yang ada di Media massa. Terkadang juga bahasa tulisan akan lebih mudah
dimengerti dibanding bahasa lisan karena dia terlebih dahulu berpikir
berulang kali baru menulisnya, sedangkan kalau lisan dia hanya berpikir
sekali apalagi kalau dalam acara tanya jawab.
> Sudah jelas jawaban dari pertanyaan anda itu bahwa orang yang tidak
menolong
> sesama adalah tindakan yang salah. Bahkan kalau boleh cintailah musuhmu.
WAM:
Saya inginkan jawaban anda.
BUkan jawaban saya.
Benny :
Apakah anda tidak bisa menangkap bahwa pernyataan tersebut adalah jawaban
saya ?
> Tapi kasus yang anda ungkapkan sangat berbeda dengan persoalan yang ada.
> Jika anda menganggap seorang Romo Mangun mampu dengan seketika
menghentikan
> pertikaian yang terjadi itu adalah suatu kebohongan yang sangat besar. Dia
WAM:
Tapi,beranikah anda mengatakan bahwa jika romo Magnis mau berusaha
omongannya
sama sekali tidak didengarkan orang Kristen? Saya ragu. Kalau begitu,
lantas apa peran seorang romo di hadapan orang Kristen? Bertolak dari
keyakinan saya, bahwa seorang romo akan lebih didengar suaranya oleh massa
Kristen, saya beranggapan bahwa dia mampu berbuat _sesuatu_. BUkan
menghentikan konflik sekaligus. Dan itu bisa dilakukan bersama dengan
kiai. Jika pihak Kristen _menolak_ seperti itu, apa pihak Islam
(yang udah jelas mau kalah) disuruh menghentikan gerakan massa Kristen?
Benny :
Jika anda ingin mempersoalkan apa yang dilakukan oleh Romo magnis atau
romo-romo lainnya atau semua kegiatan yang dilakukan oleh pihak katolik
silahkan mendatangi pihak keuskupan atau pastoral atau gereja karena kami
selalu terbuka bagi sesama.
> hanya mampu melakukan apa yang dia lakukan sebagai seorang manusia biasa,
> rohaniawan seperti mendoakan yang sedang bertikai, membuat suatu himbauan,
> dan bersama pemerintah turut berusaha memecahkan hal ada dan hal lain yang
> belum saya tahu. Paling tidak dia tidak memprovokasi umatnya untuk
melakukan
> pembalasan dengan pembunuhan kembali.
WAM:
Saya bukan tidak percaya doa. Siapapun yang berdoa, romo atau kiai. Namun,
dalam konteks diskusi kita, doa tok tidak cukup. Anda tidak percaya?
Kenapa orang Kristen tidak berdoa saja sekarang ini? Kenapa mereka demo ke
berbagai dubes untuk minta tentara PBB masuk Maluku?
Benny :
Saya percaya doa. Saya juga percaya tindakan baik, tetapi bukan tindakan
yang justru makin memperuncing suasana.
Saya rasa orang yang meminta perlindungan dari luar adalah orang-orang yang
tidak mempercayai lagi pemerintahan Indonesia mampu untuk menyelesaikan
masalah di Ambon.
Definisi _melakukan pembalasan_ itu apa?
Kalau saya diusir dari rumah saya, kemudian saya merebut rumah saya
kembali, itu pembalasan atau bukan?
Dan bung, lupakah anda bahwa (dalam kasus POso) tempo hari GKST (Gereja
Kristen Sulawesi Tengah?) mengatakan bahwa mereka membalas tindakan
kelompok muslim dalam pertikaian Poso II? Dan ini made public.
Semua orang bisa baca alasan itu di koran. Artinya, omongan anda sungguh
baik dalam teori. Kenyataan di lapangan amat jauh beda.
Benny :
Kasus ini mungkin, oleh orang yang lebih berkompeten untuk menjawabnya.
> Lagi pula jawaban Romo tersebut adalah dia bersedia menyelesaikan
peristiwa
> di Ambon. Tentunya dia tak akan mampu menyelesaikan persoalan yang sudah
> begitu kompleks sendirian, tentunya ini membutuhkan suatu kerjasama semua
> pihak baik dari pemerintah aparat, pihak rohaniawan dari agama lain,
(Ustad
> untuk Islam, pendeta dari Kristen Protestan) masyarakat lain, termasuk
dari
> tuan WAM sendiri.
WAM:
Betul. Romo Magnis tidak akan mampu berbuat apa-apa sendirian. Saya juga
yakin itu. Namun, tetap saja tidak semestinya dia _menghindar_. Kenapa dia
tidak jawab, dia mau, tapi minta bantuan berbagai pihak. Dan seperti saya
bilang di depan, bantuan para kiai juga diperlukan. Saya tidak pernah
menganggap romo Magnis itu Superman yang mampu berbuat apa saja. Yang saya
sesalkan justru karena dia menolak menyumbangkan sesuatu yang pasti
bermanfaat bagi perdamaian di Maluku.
Benny :
Saya akan coba mencarikan nomor telepon romo tersebut semampu saya.
> Salam hangat Pak WAM saya tidak membenci anda, saya hanya mencoba bertukar
> pikiran dengan hati yang jernih.
WAM:
Terima kasih. Saya pun demikian. Saya tidak membenci siapa-siapa. Saya
hanya membenci orang yang melakukan kekerasan, dan tidak mau menghentikan
kekerasan itu. Terima kasih.
Benny :
menurut saya cara menghentikan kekerasan itu bukan dengan kekerasan lagi.
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!