From: "Ali Hasan" <[EMAIL PROTECTED]>
: Mas Iwan,
: Sorry, baru hari ini bisa menanggapi. ISP saya CBN baru
di-upgrade, selama
: tiga hari tidak bisa menerima email. Kedatangan anda
betul-betul
: menghangatkan suasana. Pastilah sobat-sobat lama kita seperti
Drajad dan
: Aswat dan Gigih menyambutnya dengan penuh haru karena terobati
kangen
: rindu-nya pada anda.
:
-->
hihik....
lha aku sudah pernah nulis untuk tidak mau ikutan lagi di
daerah sini je. kok disinggung?
ah, ya biar mas aswat atau cak gigih saja yang menerima usilan
bung iwan sams. aku hanya mau berteori (hehehe, teori?) aja.
tak akan ada selesainya masalah itu dibahas. apalagi yang ber-
sangkutan sendiri telah menyerahkan pada masyarakat untuk
menilai. yaaa tambah rame lah.
tiorinya, bagi yang pro GD yaaa akan berusaha mati-matian
menganalisis itu foto agar terkesan itu hasil kreasi fotografis
kek,
hasil montage kek, dll. bila perlu unjuk diri
prestasi-prestasinya.
begitu pula bagi yang kontra GD, yaaa sama saja pasti akan
menganalisis itu foto sehingga terkesan itu asli, tanpa
manipulasi.
bila perlu unjuk profesi dan prestasi... wajar-wajar saja kan?
tidak hanya foto. data-data lisan dan pandangan mata perlu
juga digelar. bagi media yang sudah merilis itu dan kadung
dikenal oleh khalayak, ya akan berusaha sehingga apa yang
pernah dirilis dan dipublikasikan bukan isapan jempol atau
"culekan" jenthik di telinga. begitu pula yang pro pada GD,
akan unjukan berbagai prestasi GD yang kira-kira pantas
untuk mengingkari berita perselingkuhan itu.
hasilnya?
sama saja. kedua-duanya akan membawa kepada keadaan
yang tidak pernah ketemu dan semakin membingungkan khalayak
namun juga ada baiknya, seperti yang dikatakan oleh Gus Mus,
"semua kan sedang menelanjangi diri sendiri" baik berita itu
benar atau salah. baik jujur atau ngawur.... semua akan
bertelanjang
diri menunjukkan kenyataan masing-masing sambil menari-nari
dan tepuk dada. yang membuat kaum penonton tergelak-gelak.
sampai tak sadar, bahwa kehidupan global bangsa dan negaranya
makin tenggelam.
"surem-surem diwangkara kingkin" begitu dendang ki dalang
mengantar adegan punahnya darah bharata menjelang bharatayuda
(lho.. apa hubungannya?..)
soeL
-----
->Kirim bunga ke-14 kota di Indonesia, http://www.indokado.com
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia!