KONSEP NEGARA!
Kayaknya bukan perbedaan dari diskusi anda tetapi penyimpangan?
ada dua poin
1. Poinnya adalah sejarah/budaya dan
2. Poinya adalah hukum/politik.
Lahirnya Indonesia berbeda dengan lahirnya nusantara/Jawa dwipa
dll.
jadi saya ingin meluruskan saja; jika poinnya sejarah.
nama Indonesia sendiri itu orang asing yang memberikan (kolonial).
Nah, sejak datangnya bangsa asing semua sebutan tentang negara
berubah total dengan konsep tiori-tiori yang lebih maju dari bangsa asing,
maka semua elemen kekuatan bangsa menyebutnya negara
kolonial (belum Indonesia) Ingrislah yang memberi nama Indonesia karena
orang-orang Indonesia mirip dengan negeri jajahannya yaitu INDIA. Negara
moderen tanpa nama, namanya belum bisa disebut
sebuah negara (tiori HUKUM NEGARA). oleh sebab itu Inggris lalu
Belanda mematenkanya dengan sebutan Hindia Belanda (nama lain
untuk Indonesia). Untuk hal ini penjajah tidak mendapat halangan
berarti dari para Bangsawan (ngak ngerti/bloon/kurang wawasan). Malah mereka
bekerja sama dan dipelihara oleh penjajah Belanda
malah bangsawan dan pakaian mereka itu buatan negeri jajahan.
(memang tidak pernah ada bangsa asing yang ingin mempergunakan
orang asing, tetapi orang indonesia sendiri yang berharap dapat di
pergunakan orang asing, tau bagaimana dengan otonomi daerah
nantinya/ apa akan memunculkan raja-raja baru yang akan memelas
kenegeri lain? Indonesia sendiri berasal dari kata INDO atau INDI dan NESIA
yang artianya orang india.
Untuk Ambon/sulawesi selatan ada sedikit cerita menarik, Ambon dan sulawesi
selatan menurut penjajah Belanda merupakan daerah yang sudah ditundukan
secara budaya (walaupun tidak semuanya) sehingga
banyak kita lihat mereka itu banyak yang jadi tentara KNIL (tentara
belanda). Tetapi memang daerah inilah yang menjadi sasaran utama
bangsa eropa akan hasil rempah-rempahnya (akibat negara asal yang
dingin) maka AMBON dan daerah sekitarnya kalau bisa jangan jatuh
ketangan bangsa lainnya. TENTARA Belanda yang banyak berasal dari Ambon dan
turun temurun inipun banyak yang prustasi dan membelot kepada para
pemberontak negara jajahan Belanda tersebut dan inilah yang akhirnya banyak
melahirkan pimpinan perjuagan NASIONAL dari AMBON.
Tetapi itu dulu dimana sistem ekonomi yang dianut adalah ekonomi yang
berdasarkan penaklukan daerah jajahan atau kolonisasi ekonomi dari sebuah
daerah. Sekarang benar bung Agus bereka cukup beli lewat perdagangan bebas
atau pasar gelap selesai, bung.
Benar orang AMBON sendiri (secara sejarah) kalau anda mengerti orang yang
tidak mempunyai sikap (akibat budaya yang sudah dipengaruhi tadi),
mudah-mudah hal ini disadari. Nah hingga Indonesia merdeka kaki tangan
Belanda ini masih banyak dan membuat kekuatan sendiri (dan sangat
mengagungkan ratu BELANDA). Oleh sebab itu pernah diadakan pemungutan apakah
Ambon dan sekitarnya akan bergabung ke Indonesia atau tidak hasilnya
mayoritas bergabung. Sisanya sampai sekarang cuma jadi kepentingan politik
(siapa saja) baik Asing maupun ABRI Indonesia (hampir sama dengan Papua).
Mayoritas Ambon adalah Kristen (atau kristen lebih tua disana ketimbang
islam) sebenarnya tidak ada masalah agama di AMBON (konflik agama) karena
secara sejarah (kerajaan) mereka daerahnya sendiri memang terpisah. Tetapi
seperti kritik Gus Dur terhadap warga islam ---di AMBON ketika jamannya
HABIBIE hampir seluruh pusat kekuasaan direbut oleh orang-orang muslim. Hal
ini sebenarnya juga tidak masalah. Mereka hanya melihat ada sedikit ketidak
adalilan kok, diambil alih oleh kelompok minoritas (bukan masalah agama)
yang bukan dari daerahnya sendiri (mereka yang merasa membangung jadi sakit
hati) nah, kelompok apapun (seperti profokasi tentang perkelahian preman
saja) bisa membakar dendam yang sudah lama tumbuh ini. Nah untuk umat islam
dan kristen sekali lagi cuma dipakai oleh orang-orang yang merebut
kekuasaan/jabatan ekonomi. Padahal dalam Islam tidak pernah diajarkan bahwa
sebuah negeri/daerah harus di wakili oleh pemimpin umat islam. Tetapi sangat
berdosa jika negeri itu tidak ada pimpinannya (kekosongan kepemimpinan),
baru pemimpin agama/kiayi harus mau memimpin negara tersebut. Jadi HABIBIE
telah merekayasa hadist tersebut untuk kasus ambon ini. Nah baik Orba
maupun, kekuatan pro BELANDA di Ambon (walaupun sekarang Belanda juga cuex
aja soal AMBON) tertantang dan merasa perjuangan mereka selama ini benar.
Lalu turun mereka dari gunung-gunung. Islampun tidak mau kalah di Profokasi
dari jakarta lalu munculah laskar Jihat. Ya udah kloplah Sekenarionya. Nah
siapa sebenarnya yang buat skenario? Lalu bagaimana penyelesaiannya?
Target berikutnya adalah kayaknya MENADO, yang geografi daerahnya hampir
mirip dengan AMBON. Ada upaya-upaya (dan alhamdulilah) hal ini sudah
disadari terlebih dahulu oleh rakyat MENADO. Menado juga merupakan daerah
yang lebih dirusak secara phisik oleh penjajah. Kalau AMBON hanya secara
mental, MENADO juga secara phisik oleh karenanya noni-noni ambon ini
berparas lebih putih, berbeda dengan umumnya orang indonesia yang berkulit
sawo matang.
Kembali soal penamaan indonesia benar nama indonesia adalah bangsa asing
yang memberikan untuk lebih jelasnya baca tulisan Pramudia anantatour. Ingat
sekali lagi itu hanya nama (bukan semagatnya jiwanya/politik).
Nama indonesia baru dimiliki oleh dan dirasakan sebagai kebutuhan bersama
(politik), setelah seluruh kekuatan Komunis, Sosialis, Islam/Nasionalis dan
laskar-laskarnya melihat ada kebutuhan untuk sebuah revolusi kemerdekaan
(bukan revolusi sosial).
Salahnya pemimpin-pemimpin bangsa ini tidak sempat
membuat konsep tentang negara dan terlihat terburu-buru. Karena ada
saat kekosongan maka kesempatan itu diambil alih oleh seluruh
kekuatan untuk memproklamirkan sebuah negara baru yang di sebut INDONESIA.
(Jadi semua kekuatan baik yang moderen maupun tradisional teken kontrak
spakat/kecuali yang gila, dan mereka secara yakin otomatis secara HUKUM
sudah tercatat sebagai sebuah negara yang di sebut INDOESIA. Yang saya lupa
pada perjanjian apa, luasnya baru tercatat dari sabang di Aceh hingga maroke
di papua (tidak termasuk Timor-timur) karena dalam perjanjian tentang luas
NUSANTARA timor timur masih dalam kekuasan PORTUGIS (jadi memang dia tidak
pernah menganku sebagai bangsa Indonesia berbeda dengan masalah ACEH, AMBON
dan PAPUA yang sama-sama mengaku berbangsa INDONESIA.
Soal HUKUM:
HUKUM INTERNASIONAL SYARAT SEBUAH NEGARA
1. HARUS ADA NAMA.
2. HARUS ADA BENDERA.
3. HARUS ADA PENDUDUKNYA.
Kembali biarin aja orang tidak mengaku Indonesia atau berbangsa Indonesia
itu hak mereka. Tetapi secara Hukum orang yang tidak
mengaku bangsa indonesia yang sesuai dengan perjanjian Hukum
Internasional (seluruh kekuatan di Indonesia juga ikut LOBY ke negara-negara
Internasional, termasuk PKI). Saya bingung kalau ada orang sekarang tidak
mengaku (secara hukum berbangsa Indonesia) dia dari aliran apa dan kekuatan
apa dan bangsa apa? ada yang bisa memberi tahu? Ada ngak orang itu suku jawa
tapi berbangsa BELANDA? Atau suku djawa tapi berbangsa AMERIKA ada kali
tapi yang gua tahu orang itu ngaku dan bangga, ngak ngumpet-ngumpet.
ha...ha...
Jika saya disuruh memilih dua pilihan orang yang seperti diatas yang
ngumpet-ngumpet (penghianat) tadi atau KOMUNIS (orang yang tidak mengaku
adanya negara di dunia atau negara kapitalis) saya lebih memilih KOMUNISME.
Nah, Kembali soal HUKUM INTERNASIONAL. Masalah negara ini sudah paten.
Tetapi secara sistem sosial/kenegaraan. Negara itu bebas mau pake cara
cina/cara Amerika/Cara Indonesia (otonomi daerah). Terserah selama masih
terikat pada perjanjian awal ketika nama Indonesia pertama kali muncul.
Jadi tidak bisa, karena masalah HAM ya udah lepasin aja ACEH biar merdeka.
Satu lepas otomatis semua lepas itu sudah menjadi catatan dari HUKUM
INTERNASIONAL hal, yang seharusnya dimengerti bagi seluruh elemen bangsa
kita. Terutama rakyat yang di kompor-komporin yang akhirnya sih bukan
tujuannya untuk merdeka (munafik) tetapi cari korsi dan jabatan kekuasaan di
pemerintahan. Jika masalahnya ingin lepas bersama-sama dan membuat sistem
baru atau negara baru Misalnya sosialisme atau extrimnya komunisme terserah
itu lain hal.
Tetapi intinya bukan didorong untuk pecah tapi ada konsensus nasional dimana
rakyat meminta merubah sistem sebuah negara.
Misalnya contoh: keinginan negara-negara eropa barat untuk bersatu
dalam UNI EROPA nah siapa yang mau menyalahkan kalau memang hal ini dingini
seluruh rakyat eropa. Oleh sebab itu diadakan pemilihan khan untuk
menentukan pendapat bersatu atau tidak, masih ingat?
Soal sistem yang lebih rendah yaitu tentang hukum negara. Hal ini sama tidak
bisa, misalnya hanya Aceh yang pakai HUKUM ISLAM contoh maling kalau
tertangkap harus dipotong tangannya. Tetapi hampir diseluruh propinsi
lainnya masih pakai hukum normatif yang umum dipakai yaitu KUHAP. Hal ini
sulit. Atau ada yang bisa memberikan pencerahan kepada saya? Hal ini rame
didiskuiskan dalam sebuah seminar di jakarta dan masuk TV mengatakan sekali
sebuah daerah mengunakan hukum (cara) negara ISLAM maka otomatis seluruhnya
akan memakai cara atau aturan tersebut. Waduh gua pusing sediri kalau
begini. Bung Moderator ada tidak kenalan anda yang bisa menjelaskan soal
ini. Lalu terlepas Gus Dur ke Aceh mau memberlakukan hukum ISLAM atau TIDAK,
saya mau tanya apa benar masalah seluruh rakyat Aceh meminta masalah itu,
bukannya masalah keadilan sosial, pemerataan, keadilan hukum dari pelaku HAM
dll?
Soal syariat islam ada cerita benar atau salah terserah anda. Dulu ketika
ada laskar-laskar. Ada laskar Hisbulah ada laskar Pesindo. Kedua laskar ini
yang terbesar di Indonesia selebihnya buatan penjajah. temasuk Suharto dan
Nasution itu. Nah Sukarno katanya dekat dengan laskar Pesindo (ISLAM) dalam
sebuah pembicaraan dari kubunya Karto suwiryo dia meminta sebuah daerah di
JAWA BARAT (tidak perlu luas) yang dapat menjalankan syariat Islam, Sukarno
(pada saat itu massa pergolakan) mengiyakan "ya nanti kalau kita merdeka
akan saya berikan". Tetapi selama SUKARNO berkuasa hal itu tidak diberikan.
Apa benar sukarno yang lebih mengerti Hukum Internasional atau GUS DUR yang
lagi keblinger.
Udah ya.
----- Original Message -----
From: Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 17 Desember 2000 18:38
Subject: Re: [Kuli Tinta] FW: Seruan Baku Bae Maluku
>
> --- �� <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> Mulai dari mana ? Sriwijaya? Majapahit? Mereka runtuh karena ulah raja
mereka sendiri atau karena
> kepentingan asing?
>
> ��: Asing pertama kali masuk ke Nusantara kapan sih Mas,
> dan untuk tujuan apa? Apa karena diundang atau
> atas kemauan sendiri? Brawijaya V itu hengkang karena
> apa sih Mas?
> --------------------------
> Mana saya tahu. Kita sendiri juga asal-usulnya orang asing kok. Yang anda
maksud asing itu apa ?
> Orang Eropa ? Kalau ukuran asing itu sama dengan ukuran sekarang yakni
Barat,ya aneh. Jaman
> Sriwijaya sudah ada orang asing, orang India, Cina atau Campa. Jaman
Majapahit ada orang Mongol.
> Apa ini bukan orang asing ? Sebenarnya salah kaprah ngomongin orang asing
disini, karena kita
> terikat dengan ide Nasionalisme jaman sekarang. Nasionalisme jaman
sekarang dipake buat mengukur
> jaman dahulu. Sriwijaya Majapahit identik dengan Indonesia. Mana ada
ketemunya. Padahal jaman dulu
> orang Jawa menyebut orang luar Jawa sebagai orang asing.
>
> ��: Ya dijawab dulu dhong Mas pertanyaan saya
> agar posisinya jelas.
> --------------------------
> Tuh posisi saya sudah jelas.
>
> Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> Kenapa kemarin IMF protes lewat FEER, perkara otonomi daerah ? Bagi mereka
Indonesia lenyap,
> lenyap pula seluruh hutang yang ditanggung anak cucu kita.
>
> ��: Tetapi pengalaman menunjukkan bahwa negara yang
> hutangnya dihapus juga ada. Apakah penghapusan
> hutang mesti berkaitan dengan hilangnya sebuah negara?
> Sebenarnya, anak cucu kita sampai berapa lama sih harus
> menanggung hutang kita? Tepatnya, masih butuh berapa
> puluh generasi lagi sampai hutang kita lunas?
> --------------------------
> Pengalaman itu tidak untuk Indonesia.
>
> Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> Coba saja suruh nyanyi Padamu Negeri kepada orang Aceh. Pingin tahu saya
apa reaksi mereka.
>
> ��: Ya jelas dhong setelah mereka dibunuh dan diperlakukan
> secara deskriminatif di negara sendiri. Salah satu teman
> yang sarjana Inpres di Irian menceritakan bagaimana
> diskriminasi itu bahkan melebihi apa yang terjadi di Amerika
> pada tahun 60 an. Aceh? Ah... setelah pembunuhan dan
> penguasaan sumber-sumber ekonomi serta diskriminasi
> masak sih mau peduli dengan pemerintahan Indonesia.
> Mereka semua butuh tindakan konkrit yang hasilnya
> segera bisa dilihat.
> -------------------------
> Sudah jelas khan. Dan tindakan konkrit itu adalah pengadilan yang bener.
Selama itu tidak ada,
> mana orang akan percaya. Tidak saja orang dalam negri, luar negri pun
sampai sekarang juga enggak
> mau datang.
>
> Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> Untuk Maluku saya masih percaya bahwa kerusuhan yang tercipta disana
adalah sama dan sebangun
> dengan Situbondo, Tasikmalaya, dll. Kalau dituding ada kepentingan asing,
apa manfaatnya ?
>
> ��: Wah kita berbeda kepercayaan kalau begitu....
> namun mengenai Maluku itu, aduuhh.., ini mah diskusi
> Kuli Tinta masa lalu. Biarkan yang lain aja yang menjelaskan.
> Yang pasti, ada yang mempunyai teori tarik garis tegak
> lurus Maluku ke atas dan ke bawah. The Pacific main stream,
> Australia yang ingin mengirim pasukannya untuk melindungi
> warganya dsb. Mengapa Pesawat Australia sampai masuk
> ke wilayah Maluku ketika mereka bertugas di Timtim.
> Mengapa Maluku meledak setelah Orba hancur?
> --------------------------
> Kita memang berbeda. Teori yang enggak jelas juntrungannya itu hanya
menunjukkan ketidakmampuan
> untuk mengatasi keadaan.
>
>
> Agus Satrio <[EMAIL PROTECTED]>wrote:
>
> Untuk Aceh dan Papua jelas masalahnya adalah ketidakadilan (ini termasuk
hukum dlsb). Supaya tidak
>
> terjadi disintegrasi ya adili yang bener orang-orang yang bikin
ketidakadilan di Aceh atau Papua.
> Selama itu tidak dilakukan ya orang tidak percaya. Dan jangan tuding
kepentingan asing sebagai
> penyebabnya.
>
> ��: Mas, ketidakadilan di Aceh dan Papua itu terjadi selama Orba.
> Freeport belum ada di masa Orla. demikian pula dengan Arun.
> Saya hanya bertanya, Sabang sebagai pelabuhan bebas itu
> dicanangkan oleh Soekarno ketika angkatan bersenjata RI
> yang di back up oleh USSR adalah yang terkuat di Asia Teggara
> dan Singapore belum berkembang. Mengapa status itu dicabut
> dalam masa pemerintahan Orba? Untuk mengamankan jalur
selat Malaka
> berkaitan dengan perang dingin dan persiapan
> penguasaan Vietnam? Juga, kasus Free Port siapa sih
> yang punya kepentingan dan menikmati kepentingan disana?
> Apa bedanya dengan masa kehadiran para penjajah itu mulai
> masuk ke Nusantara? Coba aja deh apa nggak menyakitkan
> kalau Belanda dan Inggris saling tukar koloni wilayah
> Nusantara ibarat tanah nenek moyang mereka? Bagi saya,
> Irian dan Aceh membutuhkan perubahan kesejahteraan yang
> segera bisa dilihat tanpa mereka perlu tahu bagaimana caranya.
> Mengadili oknum Orba? He... he... apa mungkin. Mereka itu
> duitnya Masya Allah.... bisa untuk apa saja Mas. Lihat saja kasus
> bank Bali dan raibnya Tommy. Orang polisi aktif saja bisa
> berada pada posisi berseberangan dengan pemerintah.
> ---------------------------
> Wah kambing hitamnya kok banyak sekali. Kalau begini kan jadi lebih
menunjukkan bahwa kita memang
> tidak becus mengurus diri sendiri. Atau ini merupakan bagian dari
penciptaan ketakutan-ketakutan?
> Kalau hukum ditegakkan ya orang asing akan memberikan respek kepada kita,
kalau tidak ya..bakalan
> banyak kambing hitam. Khan masih bisa diingat saat Kemarin baru saja KSAD
bilang TNI Tak Akan
> Tolerir Kehendak Memecah Bangsa, berarti bakal ada darah mengucur lagi.
Kalau enggak yakin bakal
> ada pengadilan buat oknum Orba, ya.... ya sudah.
>
> Jadi bertele-tele begini, sudah ah, mau masuk hutan dulu, mertua sudah
menanti. Akhir Tahun
> bersama sanak saudara tidak baik digunakan untuk buang-buang energi
memikirkan ketakutan akan
> terjadinya katastropis disintegrasi. Sejarah sudah punya jalan sendiri.
>
> Selamat Natal, Lebaran, Tahun Baru
> salam dari pinggir hutan.
>
> agussssss
>
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Shopping - Thousands of Stores. Millions of Products.
> http://shopping.yahoo.com/
>
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
>
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
>
................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com