Saya mengharapkan arus bawah seperti anda ini 
melakukan tindakan nyata pada para kandidat yang 
telah anda pilih.

Bagus tulisan OPINI kompas yang ditulis oleh
Arbi Sanit, saya lupa tanggalnya kalau ngak salah
tanggal 3 atau 4, 2001. Tentang evaluasi kinerja DPR.
Dari kalkulasi 9 partai dan 1 fraksi (TNI/POLRI) total
10 partai. Muka baru lebih banyak dari tua. Tetapi
pedagannyapun lebih banyak dari para profesionalnya.

Menyebabkan anggota DPR terlihat gagap dalam
memahami Politik ala sistem Presidentil ini. Walaupun
saya juga tidak begitu sepakat dengan akhir tulisan
Arbi yang seakan-akan ingin dengan cepat-cepat
membentuk sistem presidentil ala amerika dan rusia ini?
Dan meninggalkan sistem gabungan antara multipartai,
Parlementer dan presidentil, dengan menyisakan dua
partai oposisi dan Penguasa. (saya berfikir begitu sulitnya
dan lamanya Indonesia akan mencapai kesana ya).

Kegagapan ini juga muncul sampai ketingkatan parlement.
Bukan hanya dari kubu reformis, bisa jadi kita anggap PDIP 
dan PKB-Lah dan reformis gadungan kita anggap saja
Poros Tengah. Tanpa ketegasan PDIP juga cukup berhati-
hati dalam meneruskan perkawinannya? Pola-pola priyai
dan sufi ini harus ditinggalkan oleh gusdur dengan tindakan
yang lebih berani dalam mempelajari prinsip-prinsip dasar
Dari Sistem Presidentil. Dan menurut konstitusi yang lebih
tinggi UUD 45, tidak bisa dikalahkan dengan beberapa
produk perundangan yang dihasilkan selama reformasi
yang menurut Arbi sanit juga banyak yang tidak menyuarakan
Reformasi. Lebih pada kepentingan dagang semata.

Selama gusdur tidak tegas dalam hal ini Gusdur tidak lah
seorang presiden tetapi hanya seorang sufi. Ketegasan itu
hanya ada dalam penegakan HUKUM. Selama gusdur
terus mengikuti atau mengakomodir cara-cara ORBA.
Selama itu pula singasananya akan tidak tenang dan
tidak pula menyamankan pekerjaan MEGA.

Dan ditingkatan DPR Arbi juga mengingatkan kenapa watak
anggota DPR lebih mementingkan kelompok dan bisnis.
Ini terlihat selama reses DPR anggota DPR bukannya 
mendatangi para pemilihnya tetapi lebih banyak meninjau
proyek dll. Hal ini terlihat sistem kita yang masih kacau
yang sebenarnya menjadi poin utama dari kerja DPR
selain mengkontrol pemerintah ia harus membuat solusi
kongkritnya.
  
Kembali kepada akar rumput dan bung GIGIHNUSANTARA
semoga tetap gigih selalu memperjuangakan demokrasi
dan kebenaran. Menyebabkan kesakit-hatian para akar
rumput yang telah serta merta berjuang dan dibunuh 
(Kasus KUDATULI) tetapi setelah duduk di parlemen
dapat dibeli hanya dengan uang. Padahal tujuan mendirikan
partai adalah "menguasai" pemerintahan dan menjadi abdi
rakyat.  

Jika sistem sudah mengatur agar legislatif tidak respek dan r
Responsif terhadap suara pemilihnya mengapa anda tidak
menekan para kandidatmu yang menyeleweng bagi saya
sah-sah saja dan PDIP akan dilihat orang akan lebih
menjunjung tinggi Demokratis karena para pemilihnya
tidak bisa disepelekan seperti yang terjadi dibeberapa
tempat, jika tidak tunggu saja kehancuran PDIP. 

Memang Perjuangan Tanpa Uang bukanlah apa-apa
dan jangan sampai terjebak para yang mengaku reformis
hanya karena uang dan melacurkan beban dari rakyat.
Sekecil apapun PDIP tidak usah ragu untuk bekualisi 
dengan PKB, walaupun sifat opertunis Gusdur yang
menggandeng GOLKAR juga tidak bisa dibenarkan.

Selamat Tinggal PPP dan poros tengah rupanya gusdur 
benar-benar politisi jempolan. Ha.. Ha..

Myp 


----- Original Message ----- 
From: GIGIH NUSANTARA <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: 04 Januari 2001 9:16
Subject: [Kuli Tinta] PDI-Perjuangan tidak realistis


> PDI-Perjuangan tidak realistis
> 
> Salah satu tujuan saya mencoblos gambar partai ini,
> dan itu pula yang saya himbaukan kepada istri dan
> ketiga anakku (entah-entah, meraka akhirnya mencoblos
> apa, saya tidak tahu), adalah ingin mengalahkan
> Golkar, melalui sebuah partai yang jenis kelaminnya
> tidak saya ragukan. Pasti, komitmen nasionalisnya
> kuat, itu pikir saya waktu itu.
> 
> Alhamdulilah, perolehan suara partai ini sangat
> lumayan, bahkan nomor satu pula. Golkar lewat sudah.
> Maka giliran harapan berikutnya muncul di hati saya,
> bahwa partai ini bisa memimpin negeri ini, baik lewat
> ketua umumnya, Megawati, yang jadi presiden, dan
> mayoritas anggota PDI-Perjuangan di kawasan
> legislasinya. Jika dua sayap ini berjalan seiring, dan
> bahu-membahu, saling memberikan masukan demi kebaikan
> bangsa yang positip, bukan macam duet Golkar dan
> Pemerintah Soeharto dulu, maka saya punya harapan,
> kemelut bangsa ini akan gampang diurai, dan bisa
> sampai di ujung dengan selamat.
> 
> Sayang, harapan boleh tinggi, tapi kenyataan bisa
> menunjukkan hasil lain. Sukses menghasilkan jumlah
> suara yang besar pada pemilu tak serta-merta
> menghasilkan sosok-sosok yang sesuai harapan yang
> kemudian duduk di lembaga legislasi, DPR dan MPR,
> serta pula di DPRD. Alih-alih menang pemilu yang
> diharap mampu mengantarkan kita kepada bagaimana
> sebuah penyelenggaraan yang benar terhadap negeri ini,
> yang terjadi adalah 'kaget politik' dan 'mabuk menang
> pemilu' belaka.
> 
> Meski Gus Dur sendiri bilang, bahwa 'karena
> PDI-Perjuangan meraup kemenangan pemilu, maka wajar
> kalau Megawati jadi presiden', toh kenyatana
> membuktikan, bahwa ada aliansi lain di luar kelompok
> PDI-Perjuangan yang berhasil membulan-bulani keinginan
> warga arus bawah PDI-Perjuangan yang menghendaki
> Megawati jadi presiden, kandas. Untung, yang terpiluh
> adalah Gus Dur, yang melalui tekak-tekuk politiknya,
> masih mampu mengangkat Megawati jadi RI-2. Bisa
> dibayangkan, kalau manuver poros-gabungan itu tidak
> mengangkat Gus Dur, tetapi yang lain?
> 
> Bukti menunjukkan, bahwa konstelasi politik di DPR,
> MPR, sudah mampu membuat si pemenang pemilu,
> PDI-Perjuangan menderita malu besar, yaitu dengan
> membuat jago capres PDI-Perjuangan gagal menuai hasil.
> Karena proses pemilihan wapres juga dilakukan dengan
> cara serupa, jika bukan karena adanya sedikit
> campurtangan Gus Dur, saya yakin betul, sekedar
> wapres-pun, jangankan jabatan presiden, pasti gagal
> pula diraih oleh PDI-Perjuangan.
> 
> Mestinya PDI-Perjuangan realistis. Itulah bagian lain
> dari simpul-simpul politik yang sulit ditebak.
> Mestinya segera pula PDI-Perjuangan mengkaji apa yang
> terjadi saat itu, untuk dirumuskan menjadi
> bagian-bagian dari strategi pemenangan pemilu
> berikutnya, dan sekaligus memenangkan perebutan posisi
> pimpinan negeri ini.
> 
> Tetapi itu bahkan sama sekali tidak dilakukan.
> Sebagian para politisi PDI-Perjuangan, lebih-lebih
> mereka kelompok Geng Koboi, lebih mengarahkan
> kemarahan mereka kepada sosok Gus Dur. Pikiran cupet
> mereka lebih melihat satu adegan dari fragmen politik,
> yaitu 'Gus Dur, dengan dukungan suara PKB yang cuma
> sebegitu, telah mengalahkan Megawati'. Model-model
> Anung, adalah contoh anggota legislatif PDI-Perjuangan
> yang tak realistis. Hanya ada satu bayangan yang
> selalu berada di otaknya 'seharusnya yang jadi
> presiden itu dari PDI-Perjuangan'. Padahal, kalau saja
> poros-gabungan yang mendudukkan Gus Dur berpikir
> konsisten 'asal bukan Mega', meski entah akan bagimana
> trade-off yang akan terjadi di akar rumput, sudah
> pasti posisi RI-2 juga akan luput. Jika sampai saat
> ini poros-gabungan itu begitu vulgar memamerkan jasa
> mengangkat Gus Dur, mereka juga tak salah kalau pun
> dengan sombong mengatakan 'Megawati jadi RI-2, karena
> por-gab tak ngotot'. Ya, semacam ungkapan belas
> kasihan, begitulah.
> 
> Kini kenyataan sudah ada di depan mata. Mestinya
> orang-orang PDI-Perjuangan juga realistis. Banyak
> daerah, di mana orang PDI-Perjuangan yang duduk di
> DPRD pun cukup dominan, toh gagal meraih jabatan
> gubernur, bupati atau walikota. Pasalnya, bukan karena
> melawan poros-non-PDI-Perjuangan, tetapi justru suara
> PDI-Perjuangan pecah karena money-politics.
> 
> Kenyataan, RI-1 dipegang Gus Dur, dan RI-2 dipegang
> Megawati. Gus Dur menang bukan karena mengalahkan
> Megawati. Tetapi karena ada sponsor
> asal-bukan-Megawati yang membuatnya demikian. Kalau
> mau marah, jangan sama Gus Dur, tetapi lakukan
> kalkulasi pintar terhadap poros-gabungan tadi.
> 
> Karena yang jadi RI-1 adalah Gus Dur, sebaiknya
> PDI-Perjuangan segera membangun aliansi strategis
> dengan pendukung Gus Dur, bisa disebut yaitu PKB,
> untuk memainkan harmoni eksekutif dan legislatif, yang
> mampu menyelesaikan agenda reformasi sesegera mungkin.
> 
> Sayang sekali, lebih banyak nada-nada minor yang
> keluar dari mulut anggota PDI-Perjuangan, yang
> kemudian jadi makanan empuk kalangan pers. Suara minor
> itu, yang maksud hati ingin ditujukan kepada Gus Dur
> seorang, justru menjadi limbah politik yang meluber ke
> mana-mana. Agenda reformasi tersendat, jalan di
> tempat, persoalan ekonomi semakin menyeret ke arah
> kebangkrutan, pun demikian aspek hukum, demokrasi, dan
> segudang problem kebangsaan lain.
> 
> Satu hal yang saya tak bisa mengerti akan sikap para
> anggota legislatif PDI-Perjuangan ini, bahwa apa yang
> sudah mereka lakukan sedikit banyak telah
> mendeskreditkan pemerintah, di mana salah satu
> pimpinannya adalah boss mereka sendiri, yang
> digadang-gadang bisa menjadi RI-1 di masa depan.
> Mempermalukan Gus Dur bisa saja dilakukan, tetapi
> getahnya mengena di sosok Dwi-Tunggal, Gus Dur dan
> Megawati. Jika sudah begini, apa ini justru tak
> membuka peluang pemantapan kembali Orde Baru? Sekarang
> saja Golkar berada di posisi runner-up? Sementara
> kroni Golkar tak sedikit bersembunyi di partai lain?
> 
> Realitislah, PDI-Perjuangan !
> 
> =====
> Sugih durung karuwan, sombong didisikno...
> 
> __________________________________________________
> Do You Yahoo!?
> Yahoo! Photos - Share your holiday photos online!
> http://photos.yahoo.com/
> 
> ................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
> Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
> Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
> Keluar: [EMAIL PROTECTED]
> 
> ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 



................Sambut MASA DEPAN BARU Indonesia...............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan LAKUKAN SENDIRI 
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com 















Kirim email ke