Yang repot, tir melinitir berita itu sekarang
mulai menyebar. Mulai dari berita TV, Ahmad
Soemargono, Hatta Rajasa, dan tak kurang Prof
Affan Gafar dari UGM juga mengatakan begitu. Coba
besok Andi malarangeng bagaimana menganganya...

Tobat.... tobat....... kalau hanya belajar politik
untuk bisa memelintir berita semacam itu,
amit....amit maka aku  akan membuat testamen agar
anak cucuku tidak ada yang masuk ke Sospol.
Tobat.... tobat.....

----- Original Message -----
From: mBin <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Thursday, March 01, 2001 10:18 AM
Subject: Re: [Kuli Tinta] Sang Ilmuwan Prof.



ya,
aku tadi juga ndengerin jawaban dia di radio !!!
aku baru tahu kalo beliaw sudah mropesor..
tetapi ya tetep aja profesor tukang....
eh mahap memelintir pernyataan,
mengharapkan seseorang untuk mengulang pernyataan,
agar sesuai dengan keinginannya sendiri.....

mustinya, kalo ada pembantunya yang jawa,
dia bisa mengaca lagi,
apa yang dulu dia lakukan,
dan kenapa mw melakukan waktu itu,
dari ucapan mw pada sang profesor...

ihik..ihik...ihik...

mBin
-----


From: �� <[EMAIL PROTECTED]>

Prof HM Din Samsudin setelah bertemu dengan Wapres
Megawati mengatakan pernyataan MW.

1.  Sangat clear MW menyatakan bahwa MW dalam
kapasitasnya sebagai kader partai tidak pernah
mendukung GD menjadi Presiden karena amanat partai
adalah mendukungnya untuk menjadi Presiden dan
bukan wakil Presiden.

2. Sangat clear MW menyatakan bahwa dukungan MW
kepada GD adalah dalam kapasitasnya MW sebagai
Wapres.

Komentar:

Saya sampai saat ini masih sangat terheran-heran
oleh wajah berserinya sang Profesor yang
seolah-olah memperoleh pembenaran atas sikap
kelompoknya yang ingin menggusur GD.

Dua butir kalimat diatas diucapkan oleh Prof Din
Samsudin. Apakah saya salah kalau mengatakan bahwa
2 butir pernyataan MW yang dibacakan oleh Prof
dari Universitas terlkenal tersebut sangat
rasional dan sesuai dengan fakta.

Butir pertama, faktanya memang demikian. Dalam
pemiloihan Presiden lalu, kelompok Prof tersebut
menjegal MW untuk menjadi Presiden sehingga MW
harus bersaing dengan GD dimana PDIP hanya maju
sendiri berhubung PKB MAU TIDAK MAU harus
mendukung GD, itupun setelah di detik terakhir
tidak ada fraksi lain yang mencalonkannya. Jelas
tidak mungkin MW mendukung atau memilih GD karena
pada saat itu dia sebagai kader partai harus
mendukung dia sebagai Presiden sesuai dengan
amanat kongres Bali.

Butir ke dua, sangat rasional dan logis. MW naik
menjadi Wapres juga dicalonkan oleh PKB karena
PDIP sudah patah arang. Disamping itu, tampaknya
GD memang hanya ingin didampingi oleh MW disamping
sebagai wujud konsistensinya mengenai demokrasi
danpembelajaran bagi kaum Islam modern (NU dan PKB
mewakili Islam tradisional) juga untuk
menyelamatkan wajah demokrasi di Indonesia. Masak
calon dari partai yang memperoleh suara terbanyak
harus  tersingkir. Ucapan emosional GD yang
disalami MW segera setelah penghitungan suara yang
menunjukkan kemenangan GD atas MW dimana GD
mengatakan: "kita harus menghormati mBak Mega dan
pembantu-pembantunya!" jelas sekali menunjukkan
arah itu. Jadi, sangat rasional bagi MW kalau dia
yang telah dipilih secara konstitusional menjadi
Wapres harus mendukung dan bekerjasama GD sebagai
Presiden.

Adakah diantara netters yang mempunyai pendapat
lain atau komentar terhadap ucapan Sang Profesor
HM Din Samsudin yang dulu dijuluki sebagai ilmuwan
tukang pada jaman Orba?




...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan
Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan
anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini,
http://www.indokado.com<--



















...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke