Jangan gitu lah Mas! Kan tadi sudah diulas Jurus Kumplit Silit Pulitik, oleh guru eh salah... teman Wak Hasan yang di Palur. Duh, ternyata memang sedang bergema soal jurus menjurus ngelmu silit... eh salah lagi, elmu silat dewasa ini. Hanya sayang seorang dosen IPB yang kalah prestasi dari Paijo itu kemarin "lenger-lenger" ketika harus ngasih kuliah di audiens tidak ada perhatian gara-gara "lupa mengucap salam". Tadi siang, juga cumleng, ketika harus memberi kuliah sebelah kelas, karena sekarang jamannya kuliah pakai Hijab.... Cumleng, karena ketika di luar jam kuliah, mahasiswa/i asyik bercengkerama. Sampai-sampai "begundalnya" yang bergelar Jiwo Winenang itu mengingatkan lagi bahwa di dekat Palur "ngetan thithik" pernah terjadi kecelakaan tragis, seorang guru SD yang mati tertumbuk truk setelah membimbing muridnya menyeberang jalan! Sayang bahwa setelah Pak Guru itu ngglundung keterjang truk, baru sadar orang-orang akan jasa dan kekayaannya pada masalah budaya lokal! Tak perlu ngelmuwan kan, Mas. Tak perlu Prof. Cukup seorang GURU SD! Dari Palur sumber ilmu silat itu ketimur agak keutara juga adalah asal-usul pesinden Nyahni yang sekarang tinggal di Jogya, bersahut-sahutan menembangkan Campur Sari. Suatu jurus budaya Jawa yang memelekkan sebagian rakyat kampungan kepada seni musik yang cengengesan dan asal njeplak. Yang penting boleh lenggut-lenggut dan ketawa-ketiwi berkroncong ndangdut bersama Budayawan Baru van Purwosari-Solo, Didi Kempot. Juga tak perlu ngelmuwan bin Prof kan Mas. Cukup seorang Nyahni dan Didi Kempot beradu lagu dengan Manthou's. Wong Campur sari kok. Peduli amat dengan para ngelmuwan, propesor, tukang silat, ahli akrobat, pemain sirkus, mahasiswa, segala macam organisasi formal kampus dsb. dsb.... yang tumplek lek di seputaran istana dan DPR/MPR. Yang lebih menimbang kursi dibanding visi... Di kampung-kampung terus saja bergema "hono coroko doto sowolo...... pabrike rung dibangun..." Ki Denggleng Pagelaran -------------------------- apa bedane uwong ambek manungsa? ----- Original Message ----- From: "$Bji(B" <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, March 01, 2001 5:18 PM Subject: Re: [Kuli Tinta] Sang Ilmuwan Prof. Yang repot, tir melinitir berita itu sekarang mulai menyebar. Mulai dari berita TV, Ahmad Soemargono, Hatta Rajasa, dan tak kurang Prof Affan Gafar dari UGM juga mengatakan begitu. Coba besok Andi malarangeng bagaimana menganganya... Tobat.... tobat....... kalau hanya belajar politik untuk bisa memelintir berita semacam itu, amit....amit maka aku akan membuat testamen agar anak cucuku tidak ada yang masuk ke Sospol. Tobat.... tobat..... ----- Original Message ----- From: mBin <[EMAIL PROTECTED]> To: <[EMAIL PROTECTED]> Sent: Thursday, March 01, 2001 10:18 AM Subject: Re: [Kuli Tinta] Sang Ilmuwan Prof. ya, aku tadi juga ndengerin jawaban dia di radio !!! aku baru tahu kalo beliaw sudah mropesor.. tetapi ya tetep aja profesor tukang.... eh mahap memelintir pernyataan, mengharapkan seseorang untuk mengulang pernyataan, agar sesuai dengan keinginannya sendiri..... mustinya, kalo ada pembantunya yang jawa, dia bisa mengaca lagi, apa yang dulu dia lakukan, dan kenapa mw melakukan waktu itu, dari ucapan mw pada sang profesor... ihik..ihik...ihik... mBin ----- From: $Bji(B <[EMAIL PROTECTED]> Prof HM Din Samsudin setelah bertemu dengan Wapres Megawati mengatakan pernyataan MW. 1. Sangat clear MW menyatakan bahwa MW dalam kapasitasnya sebagai kader partai tidak pernah mendukung GD menjadi Presiden karena amanat partai adalah mendukungnya untuk menjadi Presiden dan bukan wakil Presiden. 2. Sangat clear MW menyatakan bahwa dukungan MW kepada GD adalah dalam kapasitasnya MW sebagai Wapres. Komentar: Saya sampai saat ini masih sangat terheran-heran oleh wajah berserinya sang Profesor yang seolah-olah memperoleh pembenaran atas sikap kelompoknya yang ingin menggusur GD. Dua butir kalimat diatas diucapkan oleh Prof Din Samsudin. Apakah saya salah kalau mengatakan bahwa 2 butir pernyataan MW yang dibacakan oleh Prof dari Universitas terlkenal tersebut sangat rasional dan sesuai dengan fakta. Butir pertama, faktanya memang demikian. Dalam pemiloihan Presiden lalu, kelompok Prof tersebut menjegal MW untuk menjadi Presiden sehingga MW harus bersaing dengan GD dimana PDIP hanya maju sendiri berhubung PKB MAU TIDAK MAU harus mendukung GD, itupun setelah di detik terakhir tidak ada fraksi lain yang mencalonkannya. Jelas tidak mungkin MW mendukung atau memilih GD karena pada saat itu dia sebagai kader partai harus mendukung dia sebagai Presiden sesuai dengan amanat kongres Bali. Butir ke dua, sangat rasional dan logis. MW naik menjadi Wapres juga dicalonkan oleh PKB karena PDIP sudah patah arang. Disamping itu, tampaknya GD memang hanya ingin didampingi oleh MW disamping sebagai wujud konsistensinya mengenai demokrasi danpembelajaran bagi kaum Islam modern (NU dan PKB mewakili Islam tradisional) juga untuk menyelamatkan wajah demokrasi di Indonesia. Masak calon dari partai yang memperoleh suara terbanyak harus tersingkir. Ucapan emosional GD yang disalami MW segera setelah penghitungan suara yang menunjukkan kemenangan GD atas MW dimana GD mengatakan: "kita harus menghormati mBak Mega dan pembantu-pembantunya!" jelas sekali menunjukkan arah itu. Jadi, sangat rasional bagi MW kalau dia yang telah dipilih secara konstitusional menjadi Wapres harus mendukung dan bekerjasama GD sebagai Presiden. Adakah diantara netters yang mempunyai pendapat lain atau komentar terhadap ucapan Sang Profesor HM Din Samsudin yang dulu dijuluki sebagai ilmuwan tukang pada jaman Orba? ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- ...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............ Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri Bergabung: [EMAIL PROTECTED] Keluar: [EMAIL PROTECTED] ->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--

Kirim email ke