Ketika GD menunda kunjungannya ke Australia, JP menulis bahwa itu berarti GD
telah melecehkan dan tidak mengaggap penting Australia. Herannya, ketika GD
jadi ke beberapa negara lainnya. JP melakukan kritik bahwa GD hanya
memikirkan jalan2 ke LN.
Sampai detik ini JP tidak pernah melakukan kritik kpd AR. Apakah karena AR
nyaris sempurna? Tentu tidak. Kalau mau jujur, AR, selama ini telah
melakukan banyak pernyataan/manuver yg konyol, tidak demokratis,
mencla-mencle, dsb. Mengapa JP tidak pernah satu kalipun bersikap kritis pd
AR?
Sebelum pemilu, dia pernah mengatakan partai pemenang pemilu, calon
presidennya layak menjadi Presiden . Ternyata, ketika yg menang bukan PAN,
tetapi PDIP, dia mengatakan parpol pemenang pemilu, tidak otomatis calon
presidennya menjadi presiden. Dengan memutarbalikkan logika angka2.
AR pernah mengatakan, hanya mau menjadi Presiden. Wapres, apalagi Ketua
MPR/DPR, untuk orang lain saja. Kalau gagal jadi presiden, dia akan memilih
jadi oposisi. Ternyata, ketika gagal jadi presiden. Ketua MPR juga dia mau.
Bahkan di Sumatera, sempat kepancing pertaanyaan wartawan, dng mengatakan
jadi wapres pun dia mau. Padahal tidak ada yg menawarinya u/ itu.
AR mengecam politik dagang sapi. Pdhal dia sendiri mengatakan bahwa GD tidak
ingat jasa2 Poros Tengah yg mengangkatnya menjadi Presiden. Seharusnya GD
mengakomidir kehendak PT (dng mengangkat menteri2 dari PT). Begitu juga,
ketika dia mengatakan Mega dijamin tidak diganggu kalau jadi presiden,
asalkan mengakomodir 'jasa2' mereka yg telah mendukungnya. Apa bedanya dng
apa yg disebut politik dagang sapi?
AR pernah mengatakan satu2-nya alternatif agar Indonesia tidak terpecah
belah seperti Yugoslavia dan Rusia adalah Indonesia harus menjadi negara
federal. Padahal, justru kedua negara tsb sebelum terpecah belah adalah
negara federal. Sangat lucu, kalau seorang guru besar dan politisi besar
tidak mengerti ini.
JP meminimalisir berita ketika AR melakukan orasi di Gedung Merdeka di
tengah2 para mahasiswa BEM anti GD. JP melakukan swasensor dlm pemberitaan
ttg ini. Pernyataan AR, yg mengatakan, apabila GD tidak mau mundur, MPR akan
mengambilalih kekuasaan, tidak ada dlm berita JP. Mungkin JP menyadari
tindakan AR itu merupakan suatu kesalahan fatal. U/ tidak menurunkan pamor
AR, JP memilih cara tsb.
Ketika AR melakukan konfrontir dng Mega. JP ikut2-an dng melakukan kritikan2
terhadap Mega. Dlm rubrik Mr. Pecut, terus-menerus disinggung
('mengtertawai') Mega yg dinilai murah airmatanya. Ketika AR memuji2 Mega,
JP hilang kritiknya terhadap Mega. Malah secara tersirat ikut membuat
artikel yg menguntungkan Mega.
Ketika Poros Tebak membidik jubir kepresidenan (terutama Pak WW), JP pun tak
mau ketinggalan dng menurunkan sampai 5 artikel ttg jubir presiden (WW). Yg
4 di antaranya saya fw ke milis ini.
Maka, semakin kuat indikasi bahwa JP bukan koran yg obyektif. Tetapi,
partisan. Itu haknya. Tetapi, lebih etis terus terang ketimbang menyatakan
diri sbg koran yg obyektif, atau netral. Ini bisa menyesatkan masyarakat.
Kalau mau jujur, AR, selama ini telah melakukan banyak pernyataan/manuver yg
konyol, tidak demokratis, mencla-mencle, dsb. Mengapa JP tidak pernah satu
kalipun bersikap kritis pd AR?
>
> ----Original Message Follows----
> From: Satya Witoelar <[EMAIL PROTECTED]>
> Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [perspektif] Fw.: Jubir Bukan Penterjemah
> Date: Mon, 26 Mar 2001 21:29:59 +0700
>
> "diolah dari berbagai sumber"
>
> Artikel2 dan wawancara ini sudah pernah dimunculkan di Rakyat Merdeka yang
> pemiliknya sama dengan Jawa Pos.
>
>
> At 3/26/01 11:45 AM, you wrote:
> >http://www.jawapos.co.id/cetak/detail.php?u_kat=4180&u_arsip=1
> >
> >Sabtu, 24/02/2001 - 22:27 WIB
> >Bukan Penerjemah
> >
> >Jawa Pos Edisi Cetak, 24/02/2001
> >
> >
> >
> >Peran dan posisi juru bicara presiden kembali memicu kontroversi. Nada
> sumir
> >muncul karena banyak pernyataan juru bicara presiden dianggap penuh
> >interpretasi pribadi. Mengapa hal itu bisa terjadi? Bagaimana dengan
> posisi
> >juru bicara presiden di negara lain? Berikut wawancara Jawa Pos dengan
> >peneliti Cides yang juga pernah jadi juru bicara Presiden Habibie, Dr
Dewi
> >Fortuna Anwar.
> >
> >Jaksa Agung Marzuki Darusman mengaku bingung dengan pernyataan Wimar
> >Witoelar. Bagaimana Anda melihat masalah tersebut?
> >Saya tidak mengetahui secara tepat apa yang dikatakan Wimar. Tapi jika
> benar
> >Wimar melakukan hal tersebut, memang layak Marzuki mempertanyakannya.
> >Dilihat dari kepangkatannya, jelas tidak tepat. Dari segi kewenangan,
juga
> >aneh. Sebab, eselon Wimar sebagai juru bicara presiden paling banter
> eselon
> >satu. Sementara jaksa agung tingkatannya sama dengan menteri.
> >
> >Jadi yang dilakukan Wimar salah?
> >Saya tidak mau menyebut salah atau benar. Tapi yang jelas, persoalan
yang
> >dihadapi oleh Marzuki adalah persoalan-persoalan yang tak bisa
dipaksakan
> >dan dipengaruhi politik. Sebab, jika ada paksaan atau desakan politik
dari
> >presiden, bisa disebut ada intervensi terhadap yudikatif. Dan itu tidak
> >boleh. Hanya saja, yang saya tangkap selama ini Wimar agak salah kaprah
> >dalam menjalankan perannya.
> >
> >Apa arti ultimatum yang telah dilakukan Wimar sebagai juru bicara
> presiden?
> >Wimar seharusnya hanya sebagai penyampai pesan dari presiden. Sebagai
juru
> >bicara, Wimar tak boleh menginterpretasikan perkataan presiden. Karena
> >selama ini, muncul semacam pertanyaan terhadap Wimar dalam posisinya
> sebagai
> >juru bicara, apakah sebagai penyampai pesan ataukah penerjemah. Ini yang
> >membuat kita bingung. Mungkin juga Anda (para wartawan).
> >
> >Bagaimana Anda melihat Wimar dalam kapasitasnya sebagai juru bicara
> >presiden?
> >Jika kita mengaca pada posisi yang sama di Amerika Serikat, saya melihat
> apa
> >yang dilakukan Wimar sudah melebihi proporsi yang seharusnya. Di sana
(AS,
> >Red), seorang juru bicara presiden benar-benar hanya sebagai penyampai
> pesan
> >presiden. Tak pernah melakukan yang sifatnya menginterpretasikan atau
> >menerjemahkan perkataan presiden. Seperti yang pernah kita dengar Wimar
> >bilang, "Bapak Presiden tidak bermaksud seperti itu." Itu sudah bukan
lagi
> >sebagai penyampai pesan. Itu penerjemah atau interpreter. (har)
> >
> >Juru Bicara Presiden;
> >Bolehkah Bikin Interpretasi Sendiri?
> >
> >Wimar Witoelar:
> >- Mantan aktivis mahasiswa ITB
> >- Program "Perspektif" yang dipandu Wimar di Indosiar
> >dibredel penguasa orde baru karena terlalu kritis.
> >- Dikenal sebagai pemandu acara termahal dan terbaik di Indonesia
> >- Aktif dalam berbagai bidang usaha termasuk agen "PR" Intermatrix, dan
> >salah satu pemilik Detikcom.
> >
> >Adhi M. Massardi: - Dikenal sebagai mantan wartawan hiburan
> >
> >Yaha C. Staquf: - Wakil Sekjen DPP PKB
> >
> >Keterangan: diolah dari berbagai sumber
> >
> >
> >
> >
> >PERSPEKTIF MAILING LIST
> >Milis tertutup khusus untuk Penggemar Perspektif
> >
> >Untuk bergabung, isi formulir di http://www.perspektif.net
> >Untuk berhenti, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
> >
> >Your use of Yahoo! Groups is subject to
http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
> [Non-text portions of this message have been removed]
>
>
>
>
> PERSPEKTIF MAILING LIST
> Milis tertutup khusus untuk Penggemar Perspektif
>
> Untuk bergabung, isi formulir di http://www.perspektif.net
> Untuk berhenti, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
>
>
> _________________________________________________________________________
> Get Your Private, Free E-mail from MSN Hotmail at http://www.hotmail.com.
>
>
>
> ------------------------ Yahoo! Groups Sponsor ---------------------~-~>
> Make good on the promise you made at graduation to keep
> in touch. Classmates.com has over 14 million registered
> high school alumni--chances are you'll find your friends!
> http://us.click.yahoo.com/03IJGA/DMUCAA/4ihDAA/IrJVlB/TM
> ---------------------------------------------------------------------_->
>
> PERSPEKTIF MAILING LIST
> Milis tertutup khusus untuk Penggemar Perspektif
>
> Untuk bergabung, isi formulir di http://www.perspektif.net
> Untuk berhenti, kirim email kosong ke [EMAIL PROTECTED]
>
> Your use of Yahoo! Groups is subject to http://docs.yahoo.com/info/terms/
>
...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]
->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<--