fw : [Rekan-Kantor] (340) Sabtu, 24 Maret 2001 Stopper :
=========================================
Politisi hanya berpikir sampai pemilihan yang akan datang. Sedangkan, 
negarawan memikirkan generasi mendatang. (James Clarke) ... 

kira-2 siapa yang dimaksud Politisi dan siapa yang dimaksud Negarawan .....
dari hari ke hari semakin jelaaaaaaassssssssss...................

> -----Original Message-----
> From: Daniel H.T [SMTP:[EMAIL PROTECTED]]
> 
> Ketika GD menunda kunjungannya ke Australia, JP menulis bahwa itu berarti
> GD
> telah melecehkan dan tidak mengaggap penting Australia. Herannya, ketika
> GD
> jadi ke beberapa negara lainnya. JP melakukan kritik bahwa GD hanya
> memikirkan jalan2 ke LN.
> 
> Sebelum pemilu, dia pernah mengatakan partai pemenang pemilu, calon
> presidennya layak menjadi Presiden . Ternyata, ketika yg menang bukan PAN,
> tetapi PDIP, dia mengatakan parpol pemenang pemilu, tidak otomatis calon
> presidennya menjadi presiden. Dengan memutarbalikkan logika angka2.
> 
> AR pernah mengatakan, hanya mau menjadi Presiden. Wapres, apalagi Ketua
> MPR/DPR, untuk orang lain saja. Kalau gagal jadi presiden, dia akan
> memilih
> jadi oposisi. Ternyata, ketika gagal jadi presiden. Ketua MPR juga dia
> mau.
> Bahkan di Sumatera, sempat kepancing pertaanyaan wartawan, dng mengatakan
> jadi wapres pun dia mau. Padahal tidak ada yg menawarinya u/ itu.
> 
> AR mengecam politik dagang sapi. Pdhal dia sendiri mengatakan bahwa GD
> tidak
> ingat jasa2 Poros Tengah yg mengangkatnya menjadi Presiden. Seharusnya GD
> mengakomidir kehendak PT (dng mengangkat menteri2 dari PT). Begitu juga,
> ketika dia mengatakan Mega dijamin tidak diganggu kalau jadi presiden,
> asalkan mengakomodir 'jasa2' mereka yg telah mendukungnya. Apa bedanya dng
> apa yg disebut politik dagang sapi?
> 
> AR pernah mengatakan satu2-nya alternatif agar Indonesia tidak terpecah
> belah seperti Yugoslavia dan Rusia adalah Indonesia harus menjadi negara
> federal. Padahal, justru kedua negara tsb sebelum terpecah belah adalah
> negara federal. Sangat lucu, kalau seorang guru besar dan politisi besar
> tidak mengerti ini.
> 
> JP meminimalisir berita ketika AR melakukan orasi di Gedung Merdeka di
> tengah2 para mahasiswa BEM anti GD. JP melakukan swasensor dlm pemberitaan
> ttg ini. Pernyataan AR, yg mengatakan, apabila GD tidak mau mundur, MPR
> akan
> mengambilalih kekuasaan, tidak ada dlm berita JP. Mungkin JP menyadari
> tindakan AR itu merupakan suatu kesalahan fatal. U/ tidak menurunkan pamor
> AR, JP memilih cara tsb.
> 
> Ketika AR melakukan konfrontir dng Mega. JP ikut2-an dng melakukan
> kritikan2
> terhadap Mega. Dlm rubrik Mr. Pecut, terus-menerus disinggung
> ('mengtertawai') Mega yg dinilai murah airmatanya. Ketika AR memuji2 Mega,
> JP hilang kritiknya terhadap Mega. Malah secara tersirat ikut membuat
> artikel yg menguntungkan Mega.
> 
> 

...........Menuju Indonesia yang Demokratis dan Berkeadilan............
Untuk bergabung atau keluar dari Milis, silakan anda lakukan sendiri
Bergabung: [EMAIL PROTECTED]
Keluar: [EMAIL PROTECTED]

->Cake, parcel lebaran & bunga2 natal? Di sini, http://www.indokado.com<-- 
















Kirim email ke