Tidak merespon bukan berarti tidak setuju dengan dialog yang Anda usulkan.
Inisiatif harus dari PTFI dong.... kapan dan dimana?? mungkin kami bisa usul
untuk memfokuskan dialognya dan dibuat berkelanjutan, biar efektif sekalian
aja tindak lanjutnya apa, soalnya hasil dialog seringkali tidak mengikat dan
komitmennya longgar.

salam,
Bambang Ryadi Soetrisno
-----Original Message-----
From: Imelda Adhisaputra <[EMAIL PROTECTED]>
To: rusdian lubis <[EMAIL PROTECTED]>; [EMAIL PROTECTED]
<[EMAIL PROTECTED]>
Cc: Siddharta Moersjid <[EMAIL PROTECTED]>; Yuli Ismartono
<[EMAIL PROTECTED]>
Date: 20 Maret 2000 8:31
Subject: RE: [lingkungan] Re: Ternyata Sulit Memulai Debat Publik


>Pak Rusdian,
>Terima kasih atas supportnya. Maaf saya baru membalas email anda karena
>minggu lalu saya tidak sempat membuka email karena harus menyiapkan bahan
>presentasi untuk hearing DPR hari Senin ini, yang ternyata diundur.
>
>Saya belum tahu apakah undangan kami untuk mengadakan diskusi terbuka
secara
>langsung dengan para milis ini dapat diterima karena saya tidak mendapatkan
>response apa-apa kecuali dari anda. Apabila dikusi tersebut dapat
dilakukan,
>tentu kami akan menuliskan hasilnya lewat milis ini.
>
>Salam saya untuk keluarga anda di sana.
>
>Hormat saya,
>Imelda Adhisaputra
>
>-----Original Message-----
>From: rusdian lubis [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>Sent: Tuesday, March 14, 2000 10:32 AM
>To: [EMAIL PROTECTED]
>Cc: [EMAIL PROTECTED]
>Subject: RE: [lingkungan] Re: Ternyata Sulit Memulai Debat Publik
>
>
>Good God !
>
>Akhirnya anda ngasih komentar juga Imeldha (dan apa kabar?). Saya menyambut
>baik upaya anda untuk berdiskusi dengan para milis yang sopan-sopan dan
>baik-baik ini. Nggak percuma saya "memancing" diskusi ini dari jauh  dan
>menulis dimalam hari yang dingin ( menjelang musim semi). Kabari saya hasil
>diskusinya via milis. Salam buat Bruce, Yuli dsb.
>
>RL
>
>>From: "Imelda Adhisaputra" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>>To: <[EMAIL PROTECTED]>
>>CC: <[EMAIL PROTECTED]>, <[EMAIL PROTECTED]>,        "Siddharta
>>Moersjid" <[EMAIL PROTECTED]>,        "Yuli Ismartono"
>><[EMAIL PROTECTED]>,        "Wisnu Susetyo" <[EMAIL PROTECTED]>,
>>      "Elly Rasdiani" <[EMAIL PROTECTED]>
>>Subject: RE: [lingkungan] Re: Ternyata Sulit Memulai Debat Publik
>>Date: Mon, 13 Mar 2000 15:42:38 +0700
>>
>>Kepada para mailing list lingkungan,
>>Pertama-tama saya mewakili PT Freeport Indonesia sangat berterima kasih
dan
>>menghargai semua kritik dan saran yang di didiskusikan dalam mailing list
>>ini mengenai isu-isu seputar PTFI. Sebelumnya kami meminta maaf yang
>>sebesar-besarnya apabila baru sekarang kami dapat menanggapi kritik dan
>>saran yang beredar dalam mailing list ini karena tidak tersirat sedikit
pun
>>dalam benak kami untuk menutup diri mengenai isu apapun khususnya mengenai
>>lingkungan.
>>
>>Oleh karena isu-isu lingkungan yang didiskusikan ini sangat luas
>>cakupannya,
>>agaknya sulit bagi kami untuk meresponse satu per satu isu-isu tersebut,
>>oleh karena itu kami (departemen lingkungan dan humas PTFI) mengusulkan
>>pada
>>teman-teman para mailing list ini untuk dapat bertemu secara langsung guna
>>membicarakan secara seksama isu-isu lingkungan tersebut. Mungkin ada
>>baiknya
>>apabila kita men'set' satu hari satu waktu untuk dapat bertemu dan
>>berdiskusi dengan grup mailing list lingkungan ini dan menjawab semua
>>pertanyaan dan keragu-raguan mengenai hasil audit ataupun isu-isu
>>lingkungan
>>PTFi lainnya. Kami mengundang teman-teman para mailing list kapan saja
>>untuk
>>datang ke kantor kami untuk berdiskusi dan hasil diskusi tersebut dapat di
>>posting di mailing list ini agar teman-teman yang ada di luar kota Jakarta
>>dapat pula mengetahui hasil diskusi tersebut. Namun demikian, kalaupun ada
>>isu-isu spesifik yang tidak terlalu kompleks yang memungkinkan dijawab
>>lewat
>>email kami dengan senang hati akan menjawabnya. Kami berharap usulan ini
>>dapat diterima dengan baik.
>>
>>Kepada teman-teman yang menginginkan copy Audit Lingkungan Montgomery
>>Watson, kami dengan senang hati akan mengirimkannya.
>>
>>Hormat kami,
>>Imelda Adhisaputra
>>Departemen Lingkungan PTFI
>>
>>-----Original Message-----
>>From: Bambang Ryadi Soetrisno [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
>>Sent: Monday, March 13, 2000 7:51 AM
>>To: [EMAIL PROTECTED]
>>Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
>>Subject: Re: [lingkungan] Re: Ternyata Sulit Memulai Debat Publik
>>
>>
>>Pak RL dan Harry, maaf saya tidak mengomentari baris perbaris, soalnya
>>pendapat
>>saya sangat umum. Apa yang salah pada PTFI? menurut pak Otto pagi ini di
>>Kompas,
>>kayaknya nggak ada, semua prosedur sudah dituruti dan kalau
>>tuntutan-tuntutan
>>itu dipenuhi maka akan ada preseden buruk bagi hal semacam ini di masa
>>datang.
>>Tentu saja seperti sebaris kutipan pak RL: Waktu bergulir, norma berubah.
O
>>Tempo O Mores kata Cicero. Itulah yang harus diantisipasi PTFI, kalau kata
>>Bung
>>Harry, kesalahan PR strategi PTFI.
>>Menurut saya hasil audit lingkungan yang dilakukan (dengan melibatkan
>>sejumlah
>>pakar Indonesia sendiri) adalah hasil maksimal. PTFI mau membayar berapa
>>lagi?
>>dan mencari pakar seperti apa lagi? karena ujung dari audit lingkungan
>>untuk
>>jenis industri pertambangan sekelas PTFI di Papua dan tatacara
>>penambangannya
>>(open pit) sebesar itu ya...... ditutup saja. Dari penggempuran gunung
>>segede
>>itu dan tailingnya yang dihasilkan mau ditaruh dimana?
>>Tapi pilihan menambang di sono itu kan sudah diambil? keputusan ngambilnya
>>oleh
>>siapa? kan melalui KK dengan persetujuan lembaga representatifnya yaitu
>>DPR.
>>Biar waktunya adalah semasa jaman KKN merajalela dulu, tapi kan kita ini
>>dinilai
>>sebagai satu integritas, sebagai bangsa. Persoalan kan muncul ketika kita
>>mempersoalkan bahwa persetujuan KK itu dipenuhi dengan KKN dan
>>kongkalikong.
>>Bagaimana mungkin perusahaan yang mendapat legitimasi dari rezim yang KKN
>>dapat
>>dipercaya?, kan itu. Jadi biar audit PTFI sebagus apapun caranya, dan
>>pilihan-pilihan teknis pencegahan lingkungannya adalah terbaik dari yang
>>terjelek, semua itu akan terus diragukan orang.
>>
>>Saya usul saja pada PTFI, selain minta maaf, seperti usulnya bung Harry,
>>sebaiknya PTFI membuat "buku putih" (bukan niru mas Bowo lho...) soal
>>bagaimana
>>dan siapa-siapa yang "memperlancar", menekan, atau bisa diajak kerjasama
>>dan
>>mendukung sampai tuntas baik secara politik maupun militer dalam
menggolkan
>>bisnis mereka di Papua. Buku putih itu sebagai ungkapan sejarah secara
>>jujur
>>demi PTFI sendiri di masa datang. Tradisi Amerika kan boleh membuka
>>dokumen-dokumen rahasia setelah (berapa?) tahun. Dan mulai dari itu PTFI
>>akan
>>menjalankan lembaran baru dengan bisnis yang mengedepankan lingkungan
hidup
>>sesuai dengan prinsip-prinsip Corporate Citizenship (binatang apalagi
>>ini?).
>>Tentu saja kalau soal-soal lama PTFI bisa clear betulan.... (katanya PTFI
>>ada
>>dana khusus untuk ke Cendana??? apa itu betul dan masih berlaku???)
>>
>>Oh ya saya lupa pesanan anda semua untuk memforwardkan hasil dialog di
Gran
>>Mahakam. Lumayan ada dialog antara lingkungan dan kegiatan pertambangan
>>meskipun
>>soal-soal lebih teknis biasanya muncul, seperti soal bahwa pertambangan
>>rakyat
>>itu kenyataannya adalah rakyat disuruh menambang oleh cukong yang punya
>>modal.
>>Saya mohon maaf mungkin hasilnya kurang maksimal karena ternyata Newmont,
>>RioTinto, tidak datang yang datang malah INCO. PTFI sendiri datang
>>terlambat
>>(yang datang Bruce Marsh dan seorang lagi), terlambatnya kebangeten karena
>>acara
>>mau selesai baru dateng.... pada hal sebelumnya ada banyak wartawan antara
>>lain
>>dari TPI dan Indosiar, yang sudah nungguin. Kayaknya mereka punya
mata-mata
>>ya..., baru dateng setelah wartawan pulang...
>>Hasil diskusinya lagi ditranskrip, nggak tahu kapan jadinya, soalnya untuk
>>biaya
>>transkrip kita udah nggak punya duit.... maklum aja... LSM pertambangan
kok
>>bokek????
>>Ada satu lagi kelupaan, dalam dialog itu pak Herman Afif ketua Perhapi
>>(Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) saya bisiki... "kang..
>>orang-orang
>>pertambangan itu sombong-sombong susah diajak ngomong. Dari dulu LSM susah
>>banget dialog sama mereka", dia serius menanggapi dan dilaporkan ke pak
>>Coutrier
>>yang sekarang jadi Direktur Eksekutif IMA (Indonesia Mining Association).
>>Kalau
>>LSM dateng ke perusahaan pertambangan baik itu swasta atau BUMN dikiranya
>>selalu
>>minta sumbangan????? atau ngambil jatah... jangan-jangan memang begitu???
>>
>>wassalam,
>>Bambang Ryadi Soetrisno
>>
>>
>>rusdian lubis wrote:
>>
>> > Harry, ada sedikit catatan lagi...
>> >
>> > RL
>> >
>> > >From: "Harry Surjadi" <[EMAIL PROTECTED]>
>> > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
>> > >To: <[EMAIL PROTECTED]>
>> > >Subject: Re: [lingkungan] Re: Ternyata Sulit Memulai Debat Publik
>> > >Date: Sun, 12 Mar 2000 21:45:01 +0700
>> > >
>> > >
>> > >Bang RL, terima kasih atas tanggapannya.
>> > >Memang audit itu lebih memberikan manfaat bagi PTFI bukan pada
>> > >masyarakat/pemerintah.
>> > >Menurut saya ini memang kesalahan PR strategy-nya FI. Kayaknya ini
>>kembali
>> > >ketika zaman dulu saat FI selalu reaktif jika ada kritik. Kemudian FI
>> > >reaktif ketika mereka berpikir ada informasi penting yang
menguntungkan
>> > >mereka jika dipublikasi. Tetapi sering kali malah menjadi bumerang
>>karena
>> > >semua itu disampaikan dengan arogan gaya Amerika.
>> >
>> > Catatan RL. Setuju, ini pelajaran yang bagus bagi PTFI, sekaligus
hikmah
>> > bagi kita semua. Rasanya mereka akan belajar banyak. Waktu bergulir,
>>norma
>> > berubah. O Tempo O Mores kata Cicero. Saya mengambil yang positif saja
>>dari
>> > "blunder" tersebut : bahwa PTFI nggak akan disengat kalajengking dari
>>lubang
>> > yang sama duakali !
>> >
>> > >Sebenarnya yang diinginkan banyak orang adalah Freeport meminta maaf
>>(low
>> > >profile): "Iya kami bersalah dan ingin meminta maaf. Kami sedang
>>berusaha
>> > >untuk memperbaiki semua kesalahan." Mungkin dengan meminta maaf bisa
>> > >membentuk simpati banyak pihak.
>> > >
>> > Catatan RL. Hallo Freeport ?
>> >
>> > >Mengenai audit. Siapa yang percaya hasil sebuah audit, meskipun itu
>>dibuat
>> > >oleh perusahaan audit terkenal dan punya reputasi bagus. Ya, paling
>>tidak
>> > >saya termasuk yang tidak percaya sebuah perusahaan audit bisa
>> > >sungguh-sungguh independen dengan bayaran honor yang cukup tinggi.
Nah,
>> > >sudah lama sebenarnya saya mengusulkan bagaimana sejumlah organisasi
>> > >independen dengan reputasi sehebat Greenpeace (atau kalau perlu
>>Greenpeace)
>> > >menggalang dana untuk membuat audit yang lebih independen.
>> > >
>> > Catatan RL.
>> >
>> > Yang ini saya nggak setuju 100%. Seorang auditor yang mempunyai
>>integritas
>> > akan memberikan saran yang professional. Auditor (jelek-jelek saya
punya
>> > ijazah environmental audit lho) juga diajari kode ethik. Makin terkenal
>> > perusahaaan auditor, kode etik tersebut makin dipegang erat. Mirip
>>seorang
>> > dokter yang anda bayar (dan dokter ahli yang pandai bayarannya makin
>>mahal
>> > !) tidak akan dia mengatakan "Bung Harry jantung anda baik-baik saja"
>> > Padahal anda perlu double by-pass !
>> >
>> > Sebaliknya, bahasa teknis "audit" juga tidak mengatakan seperti ini :
>>"Bung
>> > perusahaan anda ini masuk pencemar lingkungan kelas kakap malah
>>mendekati
>> > bromocorah lingkungan dsb.dst maka anda pantas dihukum atau dimaki-maki
>> > Walhi dsb." kasarannya begitu. Tetapi " pembuangan B-3 anda harus
>>mengikuti
>> > best practice dll dll" bahasa auditing memang bahasa teknis (mirip
>>bahasa
>> > dokter atau malah mendekati bahasa hukum jika menyangkut legal
audit/due
>> > dilligence audit). Makanya dibeberapa negara, masih diperdebatkan apa
>>perlu
>> > membuka hasil audit ke khalayak umum. Ini  mirip hasil medical report
>>anda,
>> > apa perlu harus diterangkan semua sampai detail teknisnya ? Seringkali
>>malah
>> > membingungkan masyarakat/pasien. Yang penting apakah perusahaan
tersebut
>>mau
>> > merubah tabiatnya dengan mengikuti hasil audit. Yang penting
penyakitnya
>> > hilang ! UU LH kita lebih "proaktif" karena hasil mandatory audit
>> > harus/wajib diumumkan. Di banyak negara ini tidak harus/wajib dengan
>>alasan
>> > antara lain melindungi perusahaan dari serbuan para lawyers yang
>>menuntut
>> > perusahaan tsb. Dan percayalah "legal battles"tidak pernah akan
>>membersihkan
>> > sungai, yang kaya cuma lawyers ! Mudah mudahan PTFI dan kita nggak
perlu
>> > mengambil jalan itu. Uang terbuang, lingkungan nggak membaik.
>> >
>> > Greenpeace boleh saja menggalang dana tapi nggak boleh/bisa
>>mengaudit.Yang
>> > mengaudit tetap saja harus auditor yang bersertifikasi dan berijazah
>>audit
>> > (tentunya netral). Mertua anda boleh saja mbayari medical check up
anda,
>> > tapi yang memeriksa jantung anda tetap dokter !
>> > Disamping itu, UU LH kita hanya membolehkan MenLH yang meminta sebuah
>> > perusahaan di mandatory audit. Itupun dengan persyaratan bahwa sudah
ada
>> > indikasi/tuduhan bahwa perusahaan tsb melanggar hukum lingkungan.
>>Cobalah
>> > anda baca UU LH tentang audit (saya nggak punya naskahnya disini,
tetapi
>> > kami ingat betul sebab Dit. AMDAL banyak sekali peranannya menggolkan
>> > pasal-pasal tentang itu). Ini untuk menjaga agar tidak semua orang
>>mentang
>> > mentang punya duit tersu minta sebuah perusahaan di mandatory audit.
>>Gimana
>> > kalau PAN atau PDI P atau PKB minta perusahaan minyak Caltex. Conoco
dll
>> > diaudit ? Kalau PKB minta pembacok Cak Matori di "audit" boleh saja !
>> > Ngomong-ngomong Cak Matori kok mempan dibacok ya, saya pikir ketua
>>partai
>> > (asal NU lagi) pasti kebal, wong Bansernya saja kebal !
>> >
>> > >Sekarang ini adalah bagaimana dampak Freeport diminimisasi antara lain
>> > >dengan tidak memperluas konsesi. Saya dengar Freeport juga akan
>>membantu
>> > >membangun proyek Mamberamo, entah untuk menguras tambang lagi atau
>>untuk
>> > >proyek raksasa lainnya.
>> >
>> > RL. Saya ingat dulu kami terlibat dalam seminar BPPT tentang projek
>> > Mamberamo, jaman Pak Habibie dulu. Cobalah tanyakan ke Laksmi Dhewanthi
>>di
>> > Bapedal, kami berdua membuat makalah manajemen lingkungan projek
>>Mamberamo.
>> > Tapi keterlibatan PTFI belum ada waktu itu. Prinsipnya, sumberdaya alam
>>dan
>> > lingkungan adalah rahmat Allah untuk kesejahteraan umat manusia. Perlu
>> > dikelola dengan baik. Kalau projek Mamberamo akan mendatangkan maslahat
>>ya
>> > perlu dikelola.
>> >
>> > >
>> > >Saran saya, buatlah sesuatu yang bermanfaat buat masyarakat Papua dan
>> > >lingkungannya tanpa harus mempublikasikan kegiatan itu. Ketika
>> > >dipublikasikan, semua orang akan menilai sinis, "Oh Freeport hanya
>>ingin
>> > >publikasi saja memberikan uang/melakukan itu."
>> >
>> > Catatan RL. Setuju berat !
>> >
>> > >
>> > >Terima kasih Bang RL.
>> > >Salam,
>> > >Harry Surjadi
>> > >
>> > >------------------------------
>> > >Harry,
>> > >
>> > >Saya akan memberikan beberapa catatan pada tulisan anda. Lihat email
>>asli
>> > >anda.
>> > >
>> > >RL
>> > >
>> > >------------------------------
>> > > >>Teman-teman di milis, saya kira memang ada "gerakan tutup mulut" PT
>>FI.
>> > > >>Milis ini bukan forum untuk menghakimi tetapi untuk lebih
>>menguraikan
>> > > >>persoalan dan mencari solusi demi perbaikan lingkungan Indonesia.
>> > >Patokan
>> > > >>teman-teman adalah apakah PTFI telah melakukan best practices dalam
>> > > >>pertambangan. Karena saat ini yang menjadi kontroversial adalah
>>masalah
>> > > >>lingkungan fisik, kita akan mendiskusikan dahulu masalah lingkungan
>> > >fisik.
>> > > >>Kalau ada staf PT FI yang tergelitik (sebagai pribadi maupun bagian
>>dari
>> > > >>PTFI) ingin menanggapi silahkan saja.
>> > > >>
>> > > >>Anyway, saya akan mengutip serba sedikit mengenai hasil audit
>>internal
>> > >PT
>> > > >>FI
>> > > >>yang menimbulkan kontroversial itu.
>> > > >>
>> > > >>Pertama daftar isinya, yaitu: Daftar Singkatan, Ringkasan
Eksekutif,
>> > >Bab1
>> > > >>Pendahuluan, Baba 2 Rona Lingkungan, Bab 3 Pengelolaan Limbah dan
>>Batuan
>> > > >>Penutup, Bab 4 Rencana Penutupan/Reklamasi Tambang, Bab 5 Tatanan
>>dan
>> > > >>Pentaatan Hukum, Bab 6 Sistem Pengelolaan Lingkungan PTFI, Bab 7
>> > >Pemantauan
>> > > >>Lingkungan, Bab 8 Kesimpulan dan Saran, Bab 9, Daftar Pustaka,
>>Apendiks
>> > >A
>> > > >>Ijin dan Persetujuan yang Relevan, Gambar 1-1 Peta Lokasi, Gambar
>>1-2
>> > > >>Aliran
>> > > >>Proses Operasi dari Pabrik Pengolahan.
>> > > >>
>> > > >>Saya akan share khususnya ringkasan eksekutifnya (14 halaman
cetak),
>> > >tetapi
>> > > >>saya salinkan beberapa hal yang saya anggap penting saja. Mereka
>>yang
>> > > >>berminat mendapatkan lengkap bisa menghubungi saya, dan hanya bisa
>> > > >>hardcopy-nya (difotokopi).
>> > > >>
>> > > >>Saya coba kutipan beberapa hal penting sebagai background :
>> > > >>1. Auditornya adalah Montgomery Watson (MW) Indonesia
>> > > >>2. Audit ini tergolong audit lingkungan eksternal (saya sedikit
>>bingung
>> > > >>mengapa dipisahkan audit eksternal dan mungkin ada audit internal,
>> > >menurut
>> > > >>pendapat saya audit lingkungan tidak bisa dipisahkan antara
>>eksternal
>> > >atau
>> > > >>internal, atau -nal lainnya. Karena lingkungan tidak bisa dilihat
>> > > >>separuh-separuh)
>> > > >
>> > > >Catatan RL: Ini hanya istilah teknis yang terkadang membingungkan
>>umum.
>> > > >
>> > > >Audit internal biasanya dilakukan secara rutin oleh PT sendiri
>>sifatnya
>> > > >sukarela. Audit internal dapat menggunakan auditor luar PT atau
>>gabungan
>> > > >(hybrid audit). Dilakukan tanpa "paksaan" pihak luar (pemerintah
atau
>> > > >perusahaan asuransi atau Bank). Hasil tak perlu diumumkan.
>> > > >
>> > > >Audit eksternal adalah audit yang dilakukan oleh perusahaan karena
>> > >"paksaan"
>> > > >atau permintaan pihak luar sifatnya wajib karena perusahaan dianggap
>> > > >melanggar lingkungan akan mendapatkan kredit Bank atau asuransi dsb.
>> > >Audit
>> > > >eksternal sebanyak mungkin menggunakan auditor eksternal.Hasil audit
>> > > >diumumkan oleh Pemerintah.
>> > > >
>> > > >Bagaimana dengan Audit MW untuk PTFI ? Menurut dasar hukumnya,
karena
>> > >audit
>> > > >tersebut tidak diminta oleh oleh MenLH (beda dengan audit Labat
>>Anderson
>> > > >1996) maka sifatnya "internal" biarpun memakai auditor luar :  WM.
>> > > >Sebenarnya PTFI tidak wajib mengumumkan hal ini via media. Cukup
>> > >digunakan
>> > > >sendiri.
>> > > >
>> > > >Jadi, Audit ini mirip medical check up yang tidak perlu kita umumkan
>>jika
>> > > >tidak diminta oleh pihak ketiga (asuransi,misalnya).
>> > > >
>> > > >Saya pikir kesalahan PTFI adalah karena mengumumkan hasil auditnya
>>yang
>> > > >"bagus-bagus" dan kemudian malahan self incriminating (melukai diri
>> > > >sendiri). Sebenarnya tidak ada kewajiban PTFI mengumumkan audit MW
>>karena
>> > > >audit ini rutin. Benar-benar ini tragedi Public Relation !
>> > > >
>> > > >
>> > > >>3. Audit dibuat tahun 1999, laporan diterbitkan Desember 1999.
>> > > >>4. PTFI berencana mendapatkan sertifikat ISO 14001 pada tahun 2000
>> > > >>5. Ketika Menteri Lingkungan masih Sarwono, PT FI pernah diwajibkan
>> > >membuat
>> > > >>audit fisik (lingkungan) dan sosial,. tetapi hasil audit itu tidak
>> > >pernah
>> > > >>dipublikasikan secara lengkap.
>> > > >
>> > > >Catatan RL: Biarpun audit eksternal oleh LA 1996 dibuat, tidak semua
>> > >hasil
>> > > >lengkap audit harus diumumkan kemasyarakat. Pada saat audit LA
>>dilakukan
>> > >UU
>> > > >Lingkungan Hidup belum memuat ketentuan tentang Audit. Yang ada
hanya
>>SK
>> > > >menteri tentang petunjuk Audit sehingga MenLh Sarwono juga tidak
>>wajib
>> > > >mengumumkan hasil audit PTFI.
>> > > >
>> > > >
>> > > >>Bagian awal Ringkasan Eksekutif adalah Gambaran Ikhtisar (enam
>>point):
>> > > >>-Operasi pertambangan PTFI memasukkan sistem pengelolaan lingkungan
>>yang
>> > > >>ditunjang oleh sumber daya dan program lingkungan sehingga tercapai
>> > >standar
>> > > >>kinerja pertambangan dunia (catatan Harry: ini masih bisa
>> > >diperdebatkan).
>> > > >>MW
>> > > >>berkesimpulan bahwa Sistem Pengelolaan Lingkungan (SPL) yang
>> > >dikembangkan
>> > > >>dan dilaksanakan oleh PTFI dapat menjadi contoh bagi industri
>> > >pertambangan
>> > > >>(catatan Harry: ini mengandung bahaya, bayangkan kalau Newmont I
dan
>>II
>> > > >>berbuat yang sama, lalu disusul pertambangan lainnya)
>> > > >>
>> > > >Catatan RL : No comment !
>> > > >
>> > > >
>> > > >
>> > > >>-Operasi PTFI mentaati undang-undang dan peraturan pemerintah
>>Indonesia
>> > > >>yang
>> > > >>berlaku dan telah memenuhi rekomendasi (catatan Harry: kalau tidak
>> > >salah,
>> > > >>semua limbah pertambangan termasuk limbah B3, pembuangannya ke alam
>> > >tanpa
>> > > >>diolah dahulu harus mendapatkan izin. Sepengetahuan saya Bapedal
>>belum
>> > > >>pernah mengeluarkan izin untuk mengelola sendiri limbah B3 PT FI.
>>Kalau
>> > > >>tidak ada izin, harus disimpan sementara dengan izin penyimpanan.
>>Lalu
>> > > >>harus
>> > > >>dibuang ke tempat pembuangan limbah B3 seperti yang di Jabar. Bang
>> > >Rusdian
>> > > >>tolong dikoreksi).
>> > > >
>> > > >Catatan RL : Saya tidak ingat, mohon ditanyakan ke Bu Nelly atau Pak
>> > >Nabiel
>> > > >tentang hal ini.
>> > > >
>> > > >
>> > > >
>> > > >Audit Lingkungan Eksternal tahun 1996, serta komitmen
>> > > >>tentang rencana pemantauan dan pengelolaan lingkungan yang
disetujui
>> > > >>pemerintah Indonesia (Bang Rusdian apa iya sudah disetujui dulu?).
>> > > >
>> > > >
>> > > >Catatan RL; Memang hasil audit adalah komitmen rencana kerja seperti
>> > >halnya
>> > > >RKL/RPL. Kami memverifikasi hasil audit LA 1996  tersebut dan
>>menyetujui
>> > > >komitmen PT FI. Tetapi RKL/RPL dan audit sendiri tidak menyelesaikan
>> > >masalah
>> > > >lingkungan. Wong cuma kertas. Apakah kalau anda di medical check up
>>terus
>> > > >sehat ? Ya nggak kan ? Bagaimana pelaksaaan selanjutnya harus selalu
>> > >diawasi
>> > > >pemerintah.
>> > > >
>> > > >Sepanjang pengetahuan saya, PTFI telah melakukan beberapa hasil
audit
>> > > >tersebut. Paling tidak dengan studi-studi tambahan tentang ekologi
>> > >pesisir,
>> > > >risk assessment dll (Pak Rohmin-sekarang Dirjen Pesisir yang
>> > > >melakukan).Tetapi sejak tahun 1998, saya sudah tidak terlibat lagi
>>dengan
>> > > >kasus PTFI. Masalah sosial diluar cakupan pada waktu itu, tetapi UI
>>(Bu
>> > > >Retno) melakukan penelitian tentang sosial-kesmas. Entah gimana
>>hasilnya.
>> > > >
>> > > >
>> > > >>-Praktek pengelolaan tailing PTFI merupakan pilihan yang terbaik
>>jika
>> > > >>kriteria geoteknikal, topografi, iklim/cuaca, seismik dan kualitas
>>air
>> > > >>dipertimbangkan. Sebagai tambahan, PTFI telah melakukan evaluasi
>>teknik
>> > > >>menyeluruh tentang beberapa pilihan cara pembuangan tailing dan
>>telah
>> > > >>memilih sistem pengelolaan yang paling tepat untuk kondisi
setempat.
>> > > >>Evaluasi Risiko Ekologi (ERE) yang sedang berjalan akan memberikan
>> > >tembahan
>> > > >>penilaian tentang dampak yang diakibatkan oleh pembuangan tailing
>> > >terhadap
>> > > >>ekosistem muara dan lautan.
>> > > >>
>> > > >>-Teknik serta metoda yang dipakai di Tambang Grasberg untuk
>> > >karakterisasi
>> > > >>dan pengelolaan timbunan batuan penutup (TBP) serta pengelolaan air
>>asam
>> > > >>batuan/AAB (Acid Rock Drainage, ADR), sesuai dengan praktek
>> > >internasional
>> > > >>(catatan Harry: di mana? Suatu ekosistem sangat khas, jadi tidak
>>bisa
>> > > >>disamakan dong).
>> > > >>
>> > > >Catatan RL: perlu ahli tambang bicara disini ! Masalah tailing yang
>> > >dibuang
>> > > >kesungai memang "pain on the neck" bagi siapapun, kita dan PTFI
>>sendiri.
>> > > >
>> > > >>-PTFI telah melaksanakan program lingkungan untuk pengelolaan
limbah
>> > >padat
>> > > >>dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pengontrolan limbah
>>cair
>> > >dan
>> > > >>air, kualitas udara, yang semuanya memenuhi standar nasional dan
>> > > >>internasional untuk sektor pertambangan dan industri (Bang Rusdian,
>> > >berarti
>> > > >>PTFI memang menghasilkan limbah B3?).
>> > > >
>> > > >Catatan RL: Masih diperdebatkan apakah tailing itu limbah B-3 atau
>>bukan.
>> > > >Tanyakan kepada para ahli tailing di ITB. Limbah B-3 mungkin saja
>>keluar
>> > > >dari kegiatan PTFI yang lain. Tanyakan ke PT FI.
>> > > >
>> > > >
>> > > >>
>> > > >>-PTFI memiliki program pemantauan lingkungan yang menyeluruh
>>termasuk
>> > > >>laboratorium analitik lingkungan yang modern dan berkualitas
tinggi.
>> > > >>
>> > > >Catatan RL:
>> > > >
>> > > >Saya setuju dengan kemampuan laboratorium teknis mereka. Juga
>>dedikasi
>> > >dan
>> > > >professionalisme para peneliti mereka sepeti Dr. Wisnu, Dr. Gatut
>>Adisoma
>> > > >dan Bruce Marsh sendiri. Mereka adalah "environmentalists" yang
>>tangguh
>> > >dan
>> > > >berdedikasi tinggi. Diluar isyu politik, HAM, dll, sebenarnya PTFI
>> > >sendiri
>> > > >merupakan case study environmental management yang sangat menarik.
>> > >Sebagai
>> > > >akademisi, saya berpikir sebaiknya kita harus dapat memanfaatkan
>> > >keberadaan
>> > > >PTFI tidak hanya sebagai economic assets tetapi juga sebagai
>>scientific
>> > > >assets bangsa Indonesia.
>> > > >
>> > > >Akhirnya, saya ingin debat publik ini rasional dan mencari solusi
>>terbaik
>> > > >buat bangsa Indonesia. Sayang sekali jika pihak PTFI tidak mau
>> > >memanfaatkan
>> > > >kesempatan yang telah kita buka ini.
>> > > >
>> > > >
>> > > >
>> > > >
>> > > >>Saya baru kutipkan bagian A dari Ringkasan Eksekutif. Posting
>>berikutnya
>> > > >>akan saya kutipkan sebagian, yang saya anggap penting, bagian
>> > > >>pendahuluannya
>> > > >>(B) Ringkasan Eksekutifnya.
>> > > >>
>> > > >>Silahkan ditanggapi.
>> > > >>
>> > > >>Salam,
>> > > >>Harry Surjadi
>> > > >>
>> > > >> >I've just realized that it is difficult to start a public debate
>> > >Mining
>> > > >>and
>> > > >> >Environment. My idea is to get a ballance view (from both sides)
>>on
>>PT
>> > >FI
>> > > >> >activities. Shall we call it a day ?
>> > > >>
>> > > >>
>> > > >>
>> > > >>--
>> > > >>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > > >>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > > >>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>> > > >>
>> > > >>
>> > > >>
>> > > >>
>> > > >>
>> > > >
>> > > >______________________________________________________
>> > > >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>> > > >
>> > > >
>> > > >--
>> > > >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > > >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > > >Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>> > > >
>> > > >
>> > > >
>> > > >
>> > >
>> > >
>> > >--
>> > >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > >Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> > >
>> >
>> > ______________________________________________________
>> > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>> >
>> > --
>> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>> > Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>>
>>--
>><apologies for cross-postings>
>>visit LINGKAR Website http://jupiter.centrin.net.id/~lplppr
>>
>>
>>
>>--
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>
>>--
>>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>>
>>
>>
>>
>>
>
>______________________________________________________
>Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
>
>
>
>--
>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>


--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/





Kirim email ke