----- Original Message -----
From: Imelda Adhisaputra <[EMAIL PROTECTED]>
To: <[EMAIL PROTECTED]>
Cc: <[EMAIL PROTECTED]>; <[EMAIL PROTECTED]>; Siddharta Moersjid
<[EMAIL PROTECTED]>; Yuli Ismartono <[EMAIL PROTECTED]>; Wisnu
Susetyo <[EMAIL PROTECTED]>; Elly Rasdiani <[EMAIL PROTECTED]>
Sent: Monday, March 13, 2000 3:42 PM
Subject: RE: [lingkungan] Re: Ternyata Sulit Memulai Debat Publik
> Kepada para mailing list lingkungan,
> Pertama-tama saya mewakili PT Freeport Indonesia sangat berterima kasih
dan
> menghargai semua kritik dan saran yang di didiskusikan dalam mailing list
> ini mengenai isu-isu seputar PTFI. Sebelumnya kami meminta maaf yang
> sebesar-besarnya apabila baru sekarang kami dapat menanggapi kritik dan
> saran yang beredar dalam mailing list ini karena tidak tersirat sedikit
pun
> dalam benak kami untuk menutup diri mengenai isu apapun khususnya mengenai
> lingkungan.
>
> Oleh karena isu-isu lingkungan yang didiskusikan ini sangat luas
cakupannya,
> agaknya sulit bagi kami untuk meresponse satu per satu isu-isu tersebut,
> oleh karena itu kami (departemen lingkungan dan humas PTFI) mengusulkan
pada
> teman-teman para mailing list ini untuk dapat bertemu secara langsung guna
> membicarakan secara seksama isu-isu lingkungan tersebut. Mungkin ada
baiknya
> apabila kita men'set' satu hari satu waktu untuk dapat bertemu dan
> berdiskusi dengan grup mailing list lingkungan ini dan menjawab semua
> pertanyaan dan keragu-raguan mengenai hasil audit ataupun isu-isu
lingkungan
> PTFi lainnya. Kami mengundang teman-teman para mailing list kapan saja
untuk
> datang ke kantor kami untuk berdiskusi dan hasil diskusi tersebut dapat di
> posting di mailing list ini agar teman-teman yang ada di luar kota Jakarta
> dapat pula mengetahui hasil diskusi tersebut. Namun demikian, kalaupun ada
> isu-isu spesifik yang tidak terlalu kompleks yang memungkinkan dijawab
lewat
> email kami dengan senang hati akan menjawabnya. Kami berharap usulan ini
> dapat diterima dengan baik.
>
> Kepada teman-teman yang menginginkan copy Audit Lingkungan Montgomery
> Watson, kami dengan senang hati akan mengirimkannya.
>
> Hormat kami,
> Imelda Adhisaputra
> Departemen Lingkungan PTFI
>
> -----Original Message-----
> From: Bambang Ryadi Soetrisno [mailto:[EMAIL PROTECTED]]
> Sent: Monday, March 13, 2000 7:51 AM
> To: [EMAIL PROTECTED]
> Cc: [EMAIL PROTECTED]; [EMAIL PROTECTED]
> Subject: Re: [lingkungan] Re: Ternyata Sulit Memulai Debat Publik
>
>
> Pak RL dan Harry, maaf saya tidak mengomentari baris perbaris, soalnya
> pendapat
> saya sangat umum. Apa yang salah pada PTFI? menurut pak Otto pagi ini di
> Kompas,
> kayaknya nggak ada, semua prosedur sudah dituruti dan kalau
> tuntutan-tuntutan
> itu dipenuhi maka akan ada preseden buruk bagi hal semacam ini di masa
> datang.
> Tentu saja seperti sebaris kutipan pak RL: Waktu bergulir, norma berubah.
O
> Tempo O Mores kata Cicero. Itulah yang harus diantisipasi PTFI, kalau kata
> Bung
> Harry, kesalahan PR strategi PTFI.
> Menurut saya hasil audit lingkungan yang dilakukan (dengan melibatkan
> sejumlah
> pakar Indonesia sendiri) adalah hasil maksimal. PTFI mau membayar berapa
> lagi?
> dan mencari pakar seperti apa lagi? karena ujung dari audit lingkungan
untuk
> jenis industri pertambangan sekelas PTFI di Papua dan tatacara
> penambangannya
> (open pit) sebesar itu ya...... ditutup saja. Dari penggempuran gunung
> segede
> itu dan tailingnya yang dihasilkan mau ditaruh dimana?
> Tapi pilihan menambang di sono itu kan sudah diambil? keputusan ngambilnya
> oleh
> siapa? kan melalui KK dengan persetujuan lembaga representatifnya yaitu
DPR.
> Biar waktunya adalah semasa jaman KKN merajalela dulu, tapi kan kita ini
> dinilai
> sebagai satu integritas, sebagai bangsa. Persoalan kan muncul ketika kita
> mempersoalkan bahwa persetujuan KK itu dipenuhi dengan KKN dan
kongkalikong.
> Bagaimana mungkin perusahaan yang mendapat legitimasi dari rezim yang KKN
> dapat
> dipercaya?, kan itu. Jadi biar audit PTFI sebagus apapun caranya, dan
> pilihan-pilihan teknis pencegahan lingkungannya adalah terbaik dari yang
> terjelek, semua itu akan terus diragukan orang.
>
> Saya usul saja pada PTFI, selain minta maaf, seperti usulnya bung Harry,
> sebaiknya PTFI membuat "buku putih" (bukan niru mas Bowo lho...) soal
> bagaimana
> dan siapa-siapa yang "memperlancar", menekan, atau bisa diajak kerjasama
dan
> mendukung sampai tuntas baik secara politik maupun militer dalam
menggolkan
> bisnis mereka di Papua. Buku putih itu sebagai ungkapan sejarah secara
jujur
> demi PTFI sendiri di masa datang. Tradisi Amerika kan boleh membuka
> dokumen-dokumen rahasia setelah (berapa?) tahun. Dan mulai dari itu PTFI
> akan
> menjalankan lembaran baru dengan bisnis yang mengedepankan lingkungan
hidup
> sesuai dengan prinsip-prinsip Corporate Citizenship (binatang apalagi
ini?).
> Tentu saja kalau soal-soal lama PTFI bisa clear betulan.... (katanya PTFI
> ada
> dana khusus untuk ke Cendana??? apa itu betul dan masih berlaku???)
>
> Oh ya saya lupa pesanan anda semua untuk memforwardkan hasil dialog di
Gran
> Mahakam. Lumayan ada dialog antara lingkungan dan kegiatan pertambangan
> meskipun
> soal-soal lebih teknis biasanya muncul, seperti soal bahwa pertambangan
> rakyat
> itu kenyataannya adalah rakyat disuruh menambang oleh cukong yang punya
> modal.
> Saya mohon maaf mungkin hasilnya kurang maksimal karena ternyata Newmont,
> RioTinto, tidak datang yang datang malah INCO. PTFI sendiri datang
terlambat
> (yang datang Bruce Marsh dan seorang lagi), terlambatnya kebangeten karena
> acara
> mau selesai baru dateng.... pada hal sebelumnya ada banyak wartawan antara
> lain
> dari TPI dan Indosiar, yang sudah nungguin. Kayaknya mereka punya
mata-mata
> ya..., baru dateng setelah wartawan pulang...
> Hasil diskusinya lagi ditranskrip, nggak tahu kapan jadinya, soalnya untuk
> biaya
> transkrip kita udah nggak punya duit.... maklum aja... LSM pertambangan
kok
> bokek????
> Ada satu lagi kelupaan, dalam dialog itu pak Herman Afif ketua Perhapi
> (Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia) saya bisiki... "kang..
orang-orang
> pertambangan itu sombong-sombong susah diajak ngomong. Dari dulu LSM susah
> banget dialog sama mereka", dia serius menanggapi dan dilaporkan ke pak
> Coutrier
> yang sekarang jadi Direktur Eksekutif IMA (Indonesia Mining Association).
> Kalau
> LSM dateng ke perusahaan pertambangan baik itu swasta atau BUMN dikiranya
> selalu
> minta sumbangan????? atau ngambil jatah... jangan-jangan memang begitu???
>
> wassalam,
> Bambang Ryadi Soetrisno
>
>
> rusdian lubis wrote:
>
> > Harry, ada sedikit catatan lagi...
> >
> > RL
> >
> > >From: "Harry Surjadi" <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Reply-To: [EMAIL PROTECTED]
> > >To: <[EMAIL PROTECTED]>
> > >Subject: Re: [lingkungan] Re: Ternyata Sulit Memulai Debat Publik
> > >Date: Sun, 12 Mar 2000 21:45:01 +0700
> > >
> > >
> > >Bang RL, terima kasih atas tanggapannya.
> > >Memang audit itu lebih memberikan manfaat bagi PTFI bukan pada
> > >masyarakat/pemerintah.
> > >Menurut saya ini memang kesalahan PR strategy-nya FI. Kayaknya ini
> kembali
> > >ketika zaman dulu saat FI selalu reaktif jika ada kritik. Kemudian FI
> > >reaktif ketika mereka berpikir ada informasi penting yang menguntungkan
> > >mereka jika dipublikasi. Tetapi sering kali malah menjadi bumerang
karena
> > >semua itu disampaikan dengan arogan gaya Amerika.
> >
> > Catatan RL. Setuju, ini pelajaran yang bagus bagi PTFI, sekaligus hikmah
> > bagi kita semua. Rasanya mereka akan belajar banyak. Waktu bergulir,
norma
> > berubah. O Tempo O Mores kata Cicero. Saya mengambil yang positif saja
> dari
> > "blunder" tersebut : bahwa PTFI nggak akan disengat kalajengking dari
> lubang
> > yang sama duakali !
> >
> > >Sebenarnya yang diinginkan banyak orang adalah Freeport meminta maaf
(low
> > >profile): "Iya kami bersalah dan ingin meminta maaf. Kami sedang
berusaha
> > >untuk memperbaiki semua kesalahan." Mungkin dengan meminta maaf bisa
> > >membentuk simpati banyak pihak.
> > >
> > Catatan RL. Hallo Freeport ?
> >
> > >Mengenai audit. Siapa yang percaya hasil sebuah audit, meskipun itu
> dibuat
> > >oleh perusahaan audit terkenal dan punya reputasi bagus. Ya, paling
tidak
> > >saya termasuk yang tidak percaya sebuah perusahaan audit bisa
> > >sungguh-sungguh independen dengan bayaran honor yang cukup tinggi. Nah,
> > >sudah lama sebenarnya saya mengusulkan bagaimana sejumlah organisasi
> > >independen dengan reputasi sehebat Greenpeace (atau kalau perlu
> Greenpeace)
> > >menggalang dana untuk membuat audit yang lebih independen.
> > >
> > Catatan RL.
> >
> > Yang ini saya nggak setuju 100%. Seorang auditor yang mempunyai
integritas
> > akan memberikan saran yang professional. Auditor (jelek-jelek saya punya
> > ijazah environmental audit lho) juga diajari kode ethik. Makin terkenal
> > perusahaaan auditor, kode etik tersebut makin dipegang erat. Mirip
seorang
> > dokter yang anda bayar (dan dokter ahli yang pandai bayarannya makin
mahal
> > !) tidak akan dia mengatakan "Bung Harry jantung anda baik-baik saja"
> > Padahal anda perlu double by-pass !
> >
> > Sebaliknya, bahasa teknis "audit" juga tidak mengatakan seperti ini :
> "Bung
> > perusahaan anda ini masuk pencemar lingkungan kelas kakap malah
mendekati
> > bromocorah lingkungan dsb.dst maka anda pantas dihukum atau dimaki-maki
> > Walhi dsb." kasarannya begitu. Tetapi " pembuangan B-3 anda harus
> mengikuti
> > best practice dll dll" bahasa auditing memang bahasa teknis (mirip
bahasa
> > dokter atau malah mendekati bahasa hukum jika menyangkut legal audit/due
> > dilligence audit). Makanya dibeberapa negara, masih diperdebatkan apa
> perlu
> > membuka hasil audit ke khalayak umum. Ini mirip hasil medical report
> anda,
> > apa perlu harus diterangkan semua sampai detail teknisnya ? Seringkali
> malah
> > membingungkan masyarakat/pasien. Yang penting apakah perusahaan tersebut
> mau
> > merubah tabiatnya dengan mengikuti hasil audit. Yang penting penyakitnya
> > hilang ! UU LH kita lebih "proaktif" karena hasil mandatory audit
> > harus/wajib diumumkan. Di banyak negara ini tidak harus/wajib dengan
> alasan
> > antara lain melindungi perusahaan dari serbuan para lawyers yang
menuntut
> > perusahaan tsb. Dan percayalah "legal battles"tidak pernah akan
> membersihkan
> > sungai, yang kaya cuma lawyers ! Mudah mudahan PTFI dan kita nggak perlu
> > mengambil jalan itu. Uang terbuang, lingkungan nggak membaik.
> >
> > Greenpeace boleh saja menggalang dana tapi nggak boleh/bisa
mengaudit.Yang
> > mengaudit tetap saja harus auditor yang bersertifikasi dan berijazah
audit
> > (tentunya netral). Mertua anda boleh saja mbayari medical check up anda,
> > tapi yang memeriksa jantung anda tetap dokter !
> > Disamping itu, UU LH kita hanya membolehkan MenLH yang meminta sebuah
> > perusahaan di mandatory audit. Itupun dengan persyaratan bahwa sudah ada
> > indikasi/tuduhan bahwa perusahaan tsb melanggar hukum lingkungan.
Cobalah
> > anda baca UU LH tentang audit (saya nggak punya naskahnya disini, tetapi
> > kami ingat betul sebab Dit. AMDAL banyak sekali peranannya menggolkan
> > pasal-pasal tentang itu). Ini untuk menjaga agar tidak semua orang
mentang
> > mentang punya duit tersu minta sebuah perusahaan di mandatory audit.
> Gimana
> > kalau PAN atau PDI P atau PKB minta perusahaan minyak Caltex. Conoco dll
> > diaudit ? Kalau PKB minta pembacok Cak Matori di "audit" boleh saja !
> > Ngomong-ngomong Cak Matori kok mempan dibacok ya, saya pikir ketua
partai
> > (asal NU lagi) pasti kebal, wong Bansernya saja kebal !
> >
> > >Sekarang ini adalah bagaimana dampak Freeport diminimisasi antara lain
> > >dengan tidak memperluas konsesi. Saya dengar Freeport juga akan
membantu
> > >membangun proyek Mamberamo, entah untuk menguras tambang lagi atau
untuk
> > >proyek raksasa lainnya.
> >
> > RL. Saya ingat dulu kami terlibat dalam seminar BPPT tentang projek
> > Mamberamo, jaman Pak Habibie dulu. Cobalah tanyakan ke Laksmi Dhewanthi
di
> > Bapedal, kami berdua membuat makalah manajemen lingkungan projek
> Mamberamo.
> > Tapi keterlibatan PTFI belum ada waktu itu. Prinsipnya, sumberdaya alam
> dan
> > lingkungan adalah rahmat Allah untuk kesejahteraan umat manusia. Perlu
> > dikelola dengan baik. Kalau projek Mamberamo akan mendatangkan maslahat
ya
> > perlu dikelola.
> >
> > >
> > >Saran saya, buatlah sesuatu yang bermanfaat buat masyarakat Papua dan
> > >lingkungannya tanpa harus mempublikasikan kegiatan itu. Ketika
> > >dipublikasikan, semua orang akan menilai sinis, "Oh Freeport hanya
ingin
> > >publikasi saja memberikan uang/melakukan itu."
> >
> > Catatan RL. Setuju berat !
> >
> > >
> > >Terima kasih Bang RL.
> > >Salam,
> > >Harry Surjadi
> > >
> > >------------------------------
> > >Harry,
> > >
> > >Saya akan memberikan beberapa catatan pada tulisan anda. Lihat email
asli
> > >anda.
> > >
> > >RL
> > >
> > >------------------------------
> > > >>Teman-teman di milis, saya kira memang ada "gerakan tutup mulut" PT
> FI.
> > > >>Milis ini bukan forum untuk menghakimi tetapi untuk lebih
menguraikan
> > > >>persoalan dan mencari solusi demi perbaikan lingkungan Indonesia.
> > >Patokan
> > > >>teman-teman adalah apakah PTFI telah melakukan best practices dalam
> > > >>pertambangan. Karena saat ini yang menjadi kontroversial adalah
> masalah
> > > >>lingkungan fisik, kita akan mendiskusikan dahulu masalah lingkungan
> > >fisik.
> > > >>Kalau ada staf PT FI yang tergelitik (sebagai pribadi maupun bagian
> dari
> > > >>PTFI) ingin menanggapi silahkan saja.
> > > >>
> > > >>Anyway, saya akan mengutip serba sedikit mengenai hasil audit
internal
> > >PT
> > > >>FI
> > > >>yang menimbulkan kontroversial itu.
> > > >>
> > > >>Pertama daftar isinya, yaitu: Daftar Singkatan, Ringkasan Eksekutif,
> > >Bab1
> > > >>Pendahuluan, Baba 2 Rona Lingkungan, Bab 3 Pengelolaan Limbah dan
> Batuan
> > > >>Penutup, Bab 4 Rencana Penutupan/Reklamasi Tambang, Bab 5 Tatanan
dan
> > > >>Pentaatan Hukum, Bab 6 Sistem Pengelolaan Lingkungan PTFI, Bab 7
> > >Pemantauan
> > > >>Lingkungan, Bab 8 Kesimpulan dan Saran, Bab 9, Daftar Pustaka,
> Apendiks
> > >A
> > > >>Ijin dan Persetujuan yang Relevan, Gambar 1-1 Peta Lokasi, Gambar
1-2
> > > >>Aliran
> > > >>Proses Operasi dari Pabrik Pengolahan.
> > > >>
> > > >>Saya akan share khususnya ringkasan eksekutifnya (14 halaman cetak),
> > >tetapi
> > > >>saya salinkan beberapa hal yang saya anggap penting saja. Mereka
yang
> > > >>berminat mendapatkan lengkap bisa menghubungi saya, dan hanya bisa
> > > >>hardcopy-nya (difotokopi).
> > > >>
> > > >>Saya coba kutipan beberapa hal penting sebagai background :
> > > >>1. Auditornya adalah Montgomery Watson (MW) Indonesia
> > > >>2. Audit ini tergolong audit lingkungan eksternal (saya sedikit
> bingung
> > > >>mengapa dipisahkan audit eksternal dan mungkin ada audit internal,
> > >menurut
> > > >>pendapat saya audit lingkungan tidak bisa dipisahkan antara
eksternal
> > >atau
> > > >>internal, atau -nal lainnya. Karena lingkungan tidak bisa dilihat
> > > >>separuh-separuh)
> > > >
> > > >Catatan RL: Ini hanya istilah teknis yang terkadang membingungkan
umum.
> > > >
> > > >Audit internal biasanya dilakukan secara rutin oleh PT sendiri
sifatnya
> > > >sukarela. Audit internal dapat menggunakan auditor luar PT atau
> gabungan
> > > >(hybrid audit). Dilakukan tanpa "paksaan" pihak luar (pemerintah atau
> > > >perusahaan asuransi atau Bank). Hasil tak perlu diumumkan.
> > > >
> > > >Audit eksternal adalah audit yang dilakukan oleh perusahaan karena
> > >"paksaan"
> > > >atau permintaan pihak luar sifatnya wajib karena perusahaan dianggap
> > > >melanggar lingkungan akan mendapatkan kredit Bank atau asuransi dsb.
> > >Audit
> > > >eksternal sebanyak mungkin menggunakan auditor eksternal.Hasil audit
> > > >diumumkan oleh Pemerintah.
> > > >
> > > >Bagaimana dengan Audit MW untuk PTFI ? Menurut dasar hukumnya, karena
> > >audit
> > > >tersebut tidak diminta oleh oleh MenLH (beda dengan audit Labat
> Anderson
> > > >1996) maka sifatnya "internal" biarpun memakai auditor luar : WM.
> > > >Sebenarnya PTFI tidak wajib mengumumkan hal ini via media. Cukup
> > >digunakan
> > > >sendiri.
> > > >
> > > >Jadi, Audit ini mirip medical check up yang tidak perlu kita umumkan
> jika
> > > >tidak diminta oleh pihak ketiga (asuransi,misalnya).
> > > >
> > > >Saya pikir kesalahan PTFI adalah karena mengumumkan hasil auditnya
yang
> > > >"bagus-bagus" dan kemudian malahan self incriminating (melukai diri
> > > >sendiri). Sebenarnya tidak ada kewajiban PTFI mengumumkan audit MW
> karena
> > > >audit ini rutin. Benar-benar ini tragedi Public Relation !
> > > >
> > > >
> > > >>3. Audit dibuat tahun 1999, laporan diterbitkan Desember 1999.
> > > >>4. PTFI berencana mendapatkan sertifikat ISO 14001 pada tahun 2000
> > > >>5. Ketika Menteri Lingkungan masih Sarwono, PT FI pernah diwajibkan
> > >membuat
> > > >>audit fisik (lingkungan) dan sosial,. tetapi hasil audit itu tidak
> > >pernah
> > > >>dipublikasikan secara lengkap.
> > > >
> > > >Catatan RL: Biarpun audit eksternal oleh LA 1996 dibuat, tidak semua
> > >hasil
> > > >lengkap audit harus diumumkan kemasyarakat. Pada saat audit LA
> dilakukan
> > >UU
> > > >Lingkungan Hidup belum memuat ketentuan tentang Audit. Yang ada hanya
> SK
> > > >menteri tentang petunjuk Audit sehingga MenLh Sarwono juga tidak
wajib
> > > >mengumumkan hasil audit PTFI.
> > > >
> > > >
> > > >>Bagian awal Ringkasan Eksekutif adalah Gambaran Ikhtisar (enam
point):
> > > >>-Operasi pertambangan PTFI memasukkan sistem pengelolaan lingkungan
> yang
> > > >>ditunjang oleh sumber daya dan program lingkungan sehingga tercapai
> > >standar
> > > >>kinerja pertambangan dunia (catatan Harry: ini masih bisa
> > >diperdebatkan).
> > > >>MW
> > > >>berkesimpulan bahwa Sistem Pengelolaan Lingkungan (SPL) yang
> > >dikembangkan
> > > >>dan dilaksanakan oleh PTFI dapat menjadi contoh bagi industri
> > >pertambangan
> > > >>(catatan Harry: ini mengandung bahaya, bayangkan kalau Newmont I dan
> II
> > > >>berbuat yang sama, lalu disusul pertambangan lainnya)
> > > >>
> > > >Catatan RL : No comment !
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >>-Operasi PTFI mentaati undang-undang dan peraturan pemerintah
> Indonesia
> > > >>yang
> > > >>berlaku dan telah memenuhi rekomendasi (catatan Harry: kalau tidak
> > >salah,
> > > >>semua limbah pertambangan termasuk limbah B3, pembuangannya ke alam
> > >tanpa
> > > >>diolah dahulu harus mendapatkan izin. Sepengetahuan saya Bapedal
belum
> > > >>pernah mengeluarkan izin untuk mengelola sendiri limbah B3 PT FI.
> Kalau
> > > >>tidak ada izin, harus disimpan sementara dengan izin penyimpanan.
Lalu
> > > >>harus
> > > >>dibuang ke tempat pembuangan limbah B3 seperti yang di Jabar. Bang
> > >Rusdian
> > > >>tolong dikoreksi).
> > > >
> > > >Catatan RL : Saya tidak ingat, mohon ditanyakan ke Bu Nelly atau Pak
> > >Nabiel
> > > >tentang hal ini.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >Audit Lingkungan Eksternal tahun 1996, serta komitmen
> > > >>tentang rencana pemantauan dan pengelolaan lingkungan yang disetujui
> > > >>pemerintah Indonesia (Bang Rusdian apa iya sudah disetujui dulu?).
> > > >
> > > >
> > > >Catatan RL; Memang hasil audit adalah komitmen rencana kerja seperti
> > >halnya
> > > >RKL/RPL. Kami memverifikasi hasil audit LA 1996 tersebut dan
> menyetujui
> > > >komitmen PT FI. Tetapi RKL/RPL dan audit sendiri tidak menyelesaikan
> > >masalah
> > > >lingkungan. Wong cuma kertas. Apakah kalau anda di medical check up
> terus
> > > >sehat ? Ya nggak kan ? Bagaimana pelaksaaan selanjutnya harus selalu
> > >diawasi
> > > >pemerintah.
> > > >
> > > >Sepanjang pengetahuan saya, PTFI telah melakukan beberapa hasil audit
> > > >tersebut. Paling tidak dengan studi-studi tambahan tentang ekologi
> > >pesisir,
> > > >risk assessment dll (Pak Rohmin-sekarang Dirjen Pesisir yang
> > > >melakukan).Tetapi sejak tahun 1998, saya sudah tidak terlibat lagi
> dengan
> > > >kasus PTFI. Masalah sosial diluar cakupan pada waktu itu, tetapi UI
(Bu
> > > >Retno) melakukan penelitian tentang sosial-kesmas. Entah gimana
> hasilnya.
> > > >
> > > >
> > > >>-Praktek pengelolaan tailing PTFI merupakan pilihan yang terbaik
jika
> > > >>kriteria geoteknikal, topografi, iklim/cuaca, seismik dan kualitas
air
> > > >>dipertimbangkan. Sebagai tambahan, PTFI telah melakukan evaluasi
> teknik
> > > >>menyeluruh tentang beberapa pilihan cara pembuangan tailing dan
telah
> > > >>memilih sistem pengelolaan yang paling tepat untuk kondisi setempat.
> > > >>Evaluasi Risiko Ekologi (ERE) yang sedang berjalan akan memberikan
> > >tembahan
> > > >>penilaian tentang dampak yang diakibatkan oleh pembuangan tailing
> > >terhadap
> > > >>ekosistem muara dan lautan.
> > > >>
> > > >>-Teknik serta metoda yang dipakai di Tambang Grasberg untuk
> > >karakterisasi
> > > >>dan pengelolaan timbunan batuan penutup (TBP) serta pengelolaan air
> asam
> > > >>batuan/AAB (Acid Rock Drainage, ADR), sesuai dengan praktek
> > >internasional
> > > >>(catatan Harry: di mana? Suatu ekosistem sangat khas, jadi tidak
bisa
> > > >>disamakan dong).
> > > >>
> > > >Catatan RL: perlu ahli tambang bicara disini ! Masalah tailing yang
> > >dibuang
> > > >kesungai memang "pain on the neck" bagi siapapun, kita dan PTFI
> sendiri.
> > > >
> > > >>-PTFI telah melaksanakan program lingkungan untuk pengelolaan limbah
> > >padat
> > > >>dan limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3), pengontrolan limbah
cair
> > >dan
> > > >>air, kualitas udara, yang semuanya memenuhi standar nasional dan
> > > >>internasional untuk sektor pertambangan dan industri (Bang Rusdian,
> > >berarti
> > > >>PTFI memang menghasilkan limbah B3?).
> > > >
> > > >Catatan RL: Masih diperdebatkan apakah tailing itu limbah B-3 atau
> bukan.
> > > >Tanyakan kepada para ahli tailing di ITB. Limbah B-3 mungkin saja
> keluar
> > > >dari kegiatan PTFI yang lain. Tanyakan ke PT FI.
> > > >
> > > >
> > > >>
> > > >>-PTFI memiliki program pemantauan lingkungan yang menyeluruh
termasuk
> > > >>laboratorium analitik lingkungan yang modern dan berkualitas tinggi.
> > > >>
> > > >Catatan RL:
> > > >
> > > >Saya setuju dengan kemampuan laboratorium teknis mereka. Juga
dedikasi
> > >dan
> > > >professionalisme para peneliti mereka sepeti Dr. Wisnu, Dr. Gatut
> Adisoma
> > > >dan Bruce Marsh sendiri. Mereka adalah "environmentalists" yang
tangguh
> > >dan
> > > >berdedikasi tinggi. Diluar isyu politik, HAM, dll, sebenarnya PTFI
> > >sendiri
> > > >merupakan case study environmental management yang sangat menarik.
> > >Sebagai
> > > >akademisi, saya berpikir sebaiknya kita harus dapat memanfaatkan
> > >keberadaan
> > > >PTFI tidak hanya sebagai economic assets tetapi juga sebagai
scientific
> > > >assets bangsa Indonesia.
> > > >
> > > >Akhirnya, saya ingin debat publik ini rasional dan mencari solusi
> terbaik
> > > >buat bangsa Indonesia. Sayang sekali jika pihak PTFI tidak mau
> > >memanfaatkan
> > > >kesempatan yang telah kita buka ini.
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >>Saya baru kutipkan bagian A dari Ringkasan Eksekutif. Posting
> berikutnya
> > > >>akan saya kutipkan sebagian, yang saya anggap penting, bagian
> > > >>pendahuluannya
> > > >>(B) Ringkasan Eksekutifnya.
> > > >>
> > > >>Silahkan ditanggapi.
> > > >>
> > > >>Salam,
> > > >>Harry Surjadi
> > > >>
> > > >> >I've just realized that it is difficult to start a public debate
> > >Mining
> > > >>and
> > > >> >Environment. My idea is to get a ballance view (from both sides)
on
> PT
> > >FI
> > > >> >activities. Shall we call it a day ?
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>--
> > > >>To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > >>For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > >>Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >>
> > > >
> > > >______________________________________________________
> > > >Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> > > >
> > > >
> > > >--
> > > >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > > >Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> > > >
> > > >
> > > >
> > > >
> > >
> > >
> > >--
> > >To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > >For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > >Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
> > >
> > >
> > >
> > >
> > >
> >
> > ______________________________________________________
> > Get Your Private, Free Email at http://www.hotmail.com
> >
> > --
> > To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> > Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
> --
> <apologies for cross-postings>
> visit LINGKAR Website http://jupiter.centrin.net.id/~lplppr
>
>
>
> --
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
>
>
> --
> To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
> Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/
>
>
>
>
>
>
--
To unsubscribe, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
For additional commands, e-mail: [EMAIL PROTECTED]
Archive: http://www.mail-archive.com/[email protected]/