> kalo menurut saya, di kota saya linux berasumsi harus konek ke internet, > paling gak bisa nyambung ke internet, itu point 1
Menurut saya memang Linux kalo mo tambah paket ya download :) > kedua, cd bajakan linux (sori nyebutnya begitu, biar kaya windows) di > daerah-daerah hampir belom ada yg jual, alias masih sedikit, bandingkan > dengan cd windows bajakan ? Saya menyediakan mas, pasang iklan baris seminggu hasilnya cuma 4 orang telpon 1 beli. > kebanyakan orang disini, masih berorientasi dengan cara kerja GUI windows, > dan di linux yg hampir menyamai atau melebihi adalah sekelas KDE dan > GNOME, sementara KDE dan GNOME buat kompi yg pake RAM 64Mb rasanya seperti > kompi mo mogok kerja, bandingkan dengan windows98/Me. Saya pake vectorlinux 5 soho di P II 350 RAM 64, cukup cepat meski pakai KDE, tapi seperti biasa OpenOffice 1.1 lambat. Gnumeric dan abiword no problem. Mengenai buku, di Purwokerto, dari seorang agen yg tertulis di daftar agen di Infolinux: dijatah sekitar 25 dan biasanya Sold out. Kemungkinan masih ada majalah infolinux lain tanpa melalui agen tersebut. ( Maaf, Pak Rus, saya buka statistik infolinux) Meski ngga nyambung: Di kota kecamatan, saya buka rental komputer full Linux( 2 kompie), anak SMP mengetik tugas sebentar tapi terus main supertux. Lebih murah dari PS (sewanya) menurut mereka. Jadi bingung, apakah memasyarakatkan Linux via game, OK saja ? -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

