On 3/1/2006 at 11:16 AM Rusmanto wrote: >Imho, dari dulu hingga sekarang, Linux (tidak hanya buku) >memang selalu melawan pasar :-) >dan dimusuhi penguasa pasar :-(
Memang bagi toko buku, rack space itu sangat berharga. Karena biasanya mereka bayar sewa per meter, atau kalaupun gedung sendiri jelas tetap ada cost yang bisa di breakdown sampai ke setiap meter perseginya. Jadi kalau ada barang yang laku dan yang tidak laku, tentu saja toko buku akan memilih yang laku. Solusinya memang adalah dengan membuat buku Linux yang laku. Pertanyaannya sekarang, buku Linux seperti apa yang laku ? :-) Untuk bisa menjawab ini, maka kita harus bisa dulu memposisikan diri sebagai pembeli. Buku komputer seperti apa yang ingin kita beli ? Saya mulai mencoba memberikan beberapa *perkiraan* jawaban: 1. Buku linux, yang bisa membantu untuk mencari kerja 2. Buku linux, yang bisa membuat tahu cara hacking 3. Buku linux, yang bisa memecahkan masalah saya di kantor. Contoh: mailserver yang reliable, webserver yang aman, proxy server + anti situs porno, dst. 4. dst Sedangkan implementasinya mungkin kira2 seperti ini: 1. Judul buku menunjukkan solusi yang ditawarkan. Tidak ada kata "aneh", seperti Linux, di judulnya. (walaupun isinya 100% tentang Linux :-) 2. Ada CD solusi yang disertakan. Contoh: live CD Knoppix, dll. Pada intinya, hanya dengan membeli buku itu, maka sudah mencukupi kebutuhan pembeli. Dst. Silahkan dilengkapi :-) Salam, Harry -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

