fade2blac wrote:

Bagaimana kalau disebarluaskan istilah 'perangkat lunak bebas' daripada
free software. Menurut saya, saat diucapkan free software, asosiasi
orang adalah freeware atau software gratis. Sebab biasanya akan muncul
pernyataan 'sekarang gratis, nanti kalau udah lama pake harus bayar'.

Ya, ini menarik, meskipun hanya terjemahan. Singkat: software bebas.
Kata bebas lebih mudah diterima daripada merdeka atau telanjang (imho).
Free kadang malah diartikan gratisan yg berkonotasi kurang baik.

Sebagai lawan (bukan musuh, lo) adalah proprietary software
(perangkat lunak berpemilik?), atau software tidak bebas.

Mudah-mudahan ini bisa menjadi jalan tengah pertentangan
antara penggunaan kata free dengan open source.

Terus terang, saya sering berpikir keras setiap menjelaskan
bedanya freeware dengan free software :)
Biasanya saya bacakan 4 kebebasan menurut Stallman.
Lebih berat lagi kalau ada yg tanya bedanya free dan open source.

Jawaban pragmatis saya (dg asumsi penanya sudah faham 4 kebebasan):
Free software pasti open source, sedangkan
open source belum tentu free software.

Mengapa belum tentu, karena salah satu lisensi menurut
http://opensource.org/licenses/ adalah GPL (free software).

Fyi, pertanyaan2 ini hampir selalu ada di setiap seminar atau
kegiatan pengenalan Linux, free software, dan open source.

Rus

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke