adi wrote:
yang perlu diingat, opensource itu bukan lisensi. sedang kaitan hukum
yang paling erat dengan pengguna/penerima perangkat lunak adalah
lisensi itu sendiri. jadi kalau orang secara serampangan merujuk pada
lisensi opensource, jelas itu absurd. opensource yang mana? lisensi
yang mana?
Saya lihat ada titik terang soal freesoftware dan opensource (cmiiw):
- kalau bicara lisensi, sebut langsung jenis lisensi, misal GPL, dll.
- opensource bukan lisensi, hanya mengumpulkan daftar lisensi.
- freesoftware adalah gerakan dg tujuan jelas, termasuk merilis lisensi.
- opensource juga gerakan, tujuan tidak jelas (tidak mudah dipahami),
sehingga mengakui banyak lisensi, yang satu dan lainnya
bisa bertolak belakang.
seperti para politikus kita mengkooptasi istilah reformasi. hasilnya skrg,
orang jadi pada bingung: lah terus maksudnya reformasi itu apa :-))
Analogi yg tepat (imho), karena tujuan yg tidak jelas
memungkinan orang yg ingin mencari keuntungan diri sendiri
bisa membelokkan tujuan mulia dari gerakan opensource.
(Saya masih berprasangka baik terhadap Eric Reymond).
Jika ragu dg tujuan opensource, gunakan freesoftware atau
sebut masing-masing lisensi yg dimaksud.
Rus
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis