On Tue, Jun 20, 2006 at 05:54:43PM +0700, fade2blac wrote: > Loh salah satu upaya mengganti istilah opensource dengan software > bebas/freesoftware adalah upaya untuk mendudukkan istilah sebagaimana > mestinya. Istilah dan wording buat saya sama pentingnya. Meskipun kadang > terjebak dalam jargon, tapi dengan memulai menggunakan kata yang benar, > diharapkan dapat memberikan penafsiran yang sama bagi pembacanya.
loh, lah iyo :-) maksud saya kan gitu. bukan soal mau 'takut sendirian' atau tidak. itu sih perlu dikembalikan ke masing-masing saja :-) > > kompromi itu penggembosan, sadar/tidak, suka atau tidak suka. misalnya > > soal binary only driver, bukan hanya linux saja yang refots, bahkan > > pengelola dragonflybsd pun mengeluh. sementara, vendor 'malas' mengelola > > drivernya untuk selalu uptodate, dan menyerahkan support pada komunitas. > > Kan biaya R&D hardware mahal. Komunitasnya yg nggak tahu terima kasih, > sudah dikasih drivernya, meskipun binary, masih aja nyalahin :-)) jadi, buka saja source-nya toh ... itu kan yang diminta sama matt (dragonflybsd). biar kalau ndak sempat jangan merepotkan orang lain. apalagi di-GPL-kan, sekaligus anti freeloader (kalau ini sulit he..he..). > Tentang ini, menurut saya karena user basenya belum besar, sehingga > tidak masuk hitungan bagi vendor untuk terus up to date. makanya, ayo mulai mempromosikan freesoftware :-) kalau kompromi terus, nanti digembosi seperti reformasi. Salam, P.Y. Adi Prasaja -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

