@pak rus:

saatnya lah pemerintah membuat aturan atau UU, misalnya:

*Semua software yang dibuat untuk pemerintah
harus dilengkapi source code.*

Nah, saya sepakat bgt nih..! bahkan klo bisa bukan cuma source code,
klo bisa sekalian sama dokumentasi yg lengkap beserta desain
arsitektur software-nya :)

@fajarpri

Saya rasa pekikan "Merdeka!" perlu dimasyarakatkan kembali untuk menggugah
rasa kebangsaan kita dan para elit2 dan para koruptor2 agar sadar bahwa
kondisi kita sekarang ini sungguh prihatin., baik dari sisi ekonomi maupun
ilmu pengetahuan.
Merdekaaaaa!

mas, maaf.. bukannya saya sok tau? tapi saya sudah merasa pesimis
duluan klo soal menggugah para elit2 politik dan koruptor! PERCUMA..?
mereka nggak bakal dengerin... saya rasa gerilya ( kaya Jendral
Sudirman gitu.. :D ) dari bawah, yaitu langsung ke masyarakat adalah
jalan yg terbaik saat ini.

saya dan beberapa teman lebih memilih jalan tsb sebab, tenaga dan
"amunisi" kami tidak akan mampu untuk menandingi para elit dan
koruptor! contoh "perlawanan" yg paling simple adalah, setiap teman
kami beli komputer dan minta tolong untuk dibantuin ngerakit, syarat
utama adalah harus rela di install salah satu distro GNU/Linux (dan
biasanya sambil sedikit dikasih tau filosofi dasar FS). tidak peduli
kedepannya mereka akan mau pakai terus atau tidak? tapi, setidaknya
itu usaha yg bisa kami lakukan.

atau, kadang klo ada teman yg bertanya atau minta bantuin tugas
kuliah? kami sengaja pura2 nggak ngerti. misalnya kami jawab gini:
"wah, klo di windos gw ngga tau deh? gw udah lama gak pake?".
akhirnya, nggak sedikit teman kami (demi selesainya tugas kuliah),
rela komputernya di instal GNU/Linux :D

nah, jadi kembali ke soal FS dan OSS? ini memang yg sering bikin kami
pusing? saat mereka bertanya: "web server apache ini, Free Software
juga?", kami tidak punya jawaban selain terpaksa menjawab: "Bukan
sih.., tapi lisensi ini masih sepupuan sama free software"? karena
alasan itulah, saya rasa saat ini belum saatnya untuk mengangkat
masalah FS atau OSS (walau sejujurnya saya lebih sepakat dgn FS).
Minimal, saya dan teman2 telah membantu teman kami yg lain untuk
"sembuh".

jadi inget pengalaman pribadi. saya pernah waktu lagi mudik anek
kereta api, kenalan sama mas-mas bangku sebelah saya. setelah ngobrol
panjang lebar.. saya kasih tuh distro ubuntu (saya biasanya klo
bepergian sering bawa minimal 1-2 Live CD :D ). ya, saya cuma bisa
berharap, di rumah dia pake? bahkan yg lebih cuek lagi, saya tidak
peduli dengan ejekan2 canda saudara2 sepupu saya di kampung waktu saya
bagikan CD-CD tsb :-) hehehe..

andai setiap orang minimal bisa menyembuhkan satu orang lainya? suatu
saat akan tiba masa kita untuk siap "tempur" habis2an :)

@adi

sebenarnya (serius, ini cuman sebenarnya lho ya .. ), gara-gara konsep
freesoftware ini blm memiliki pendukung yang signifikan, kita-kita ini
kebagian getahnya jadi (lebih) susah cari duit he..he..

klo soal ini saya nggak begitu paham deh? kebetulan saya masih
mahasiswa dan bujangan -- skalian promosi :D -- tapi, Alhamdulillah..
--maaf bukan bermaksud sombong-- dari free software saya bisa
menghidupi diri sendiri, walau bukan murni dari free software.
simplenya, tergantung kebutuhan lah? sebesar apa sih, kita mo cari
duit?

narkoba + evil corporation itu nanti dulu :-)
ok, sepakat tidak usah pusing soal istilah. terus formulasi usulan
nanti berbentuk seperti apa? jangan-jangan nanti cuma mengulang semua
yang sudah didokumentasikan di http://www.fsf.org.

maaf, hehehe.. maklum rada lemot? maksudnya formulasi itu, formulasi apa?

ok, sepakat tidak usah pusing soal istilah. masalahnya, gerakan opensource
yang didengung-dengungkan orang itu sebenarnya banyak memiliki 'trap',
ini suka tidak suka. lebih menyedihkan lagi, sebenarnya kita pun tidak
peduli dengan opensource, tapi cenderung lebih peduli dengan gratissource
atau gratisware.

wah, beruntung sekali saya tidak (mudah2an bener2 tidak) termasuk
kelompok tsb. beruntung sekali saya pernah di omelin sama dosen
sewaktu kuliah beberapa saat lalu. waktu itu, saya membanggakan suatu
hasil produk teknologi, tapi malah dosen saya bilang: "nah, itulah
kebanyakan orang Indonesia, seperti anda!
Bangga dan senang jika di sogok dgn hasil dari teknologi. akhirnya
jadi konsumtif! Sesungguhanya yg terpenting adalah teknologi
(penelitian) itu sendiri, bukan produk dari sebuah teknologi"

btw, sebenarnya masalah gratisware ini bisa dijadikan ide untuk membuat
satu gerakan baru, katakanlah: sontoloyoware(tm), misi dari sontoloyoware
ini adalah:
- inventarisasi perangkat lunak gratis

klo nanti nggak ada lagi yg gratis gimana?
jika suatu saat yg gratis sudah tidak memenuhi kebutuhan kita lagi, gimana?

- mencarikan solusi/bantuan hukum bagi legaligas penggunaan
perangkat lunak gratis

gimana klo untuk legaliasi penggunaan perangkat lunak bebas (merdeka) aja?
biar masyarakat tau klo di FS juga ada kepastian hukum :)

- mengeluarkan SSI (Sontoloyo Software Initiative), dan mengapprove, lisensi
lisensi apa saja yang masuk ke kategori sontoloyoware.

mm.. bisa aja sih..? tapi takutnya nanti malah kaya open source?

misi ini dijalankan dengan motto:

"humanity for all, software harus gratis, mau open kek, mau free kek, mau
telanjang kek, EGP, yang penting gratis.

Terus bikin yayasan terus minta dana, dan mulai pergerakan.

klo saya pribadi lebih sreg dgn moto:
"Humanity for All, ilmupengetahuan adalah hak setiap insan. Software
boleh tidak gratis, yang penting Merdeka!"

maap klo kepanjangan (lebih panjang dari punya pak rus :D). klo ada
kata2 yg salah.. mohon di ingatkan dan di maafkan ya.. maklum masih
muda dan masih dlm tahap belajar, belum banyak wawasan :)

CMIIW


Salam,

pm
----

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke