Salam,

On Sep 17, 2008, at 4:02 AM, Adnan Adhy Kurniawan wrote:

Masalah klaim bahwa sebuah komunitas adalah komunitas tertentu dalam
hal
ini komunitas Linux, marilah kita coba akui secara gentlemen dari
dalam
komunitas tersebut itu sendiri. Apakah komunitas kita termasuk
komunitas
Linux? karena klo kita berdasarkan EYD tadi yang disebut komunitas
apabila ada yang mengikat karena suatu kesamaan diantara mereka.
Komunitas Linux berarti semuanya pake OS Linux yang pake mac tentu
ndak
ikut, di awali berarti warnet yang memakai OS Linux warnet yang
memakai
OS selain linux tentu ndak ikut, di ASEAN berarti kesamaan geografis
asia tenggara negara Inggris tentu ndak bisa masuk ASEAN, di IMBI
tentunya yang punya motor besar saja yang ikut saya yang motornya vega
ndak bakal bisa ikut IMBI ya to, Walaupun didalam komunitas motor vega
ada anggotanya yang punya motor besar, bukan berarti komunitas motor
vega ini juga komunitas IMBI.

Wah, menurut saya penjelasan dan definisi komunitas ini malah makin
membingungkan :)

Contoh (terlanjur disinggung). Saya pribadi pakai Mac, tapi semua
aplikasinya menggunakan FOSS. Kemudian dengan virtualisasi saya
menggunakan Linux juga. Malah ada dua, OpenSuSE dan Ubuntu Ultimate.
Di rumah saya menggunakan Edubuntu, Ubuntu Studio dan Open SuSE. Di
kantor yang saya menetapkan platform utama adalah Linux dan kantor
saya baru saja menjadi anggota AOSI. Kantor saya menggunakan Ubuntu,
Open SuSE, Debian, RHEL, Fedora, CentOS dan Slackware. Mac dan Windows
juga serta Free BSD - ini gak boleh disebut ya? Saya juga salah satu
pendiri KPLi dan anggota komunitas Linux ini sejak tahun 1996.

So, apakah karena sehari-hari menggunakan Mac dan bahkan kadang-kadang
Windows (karena salah satu mesin guest virtualisasi saya ada Windows
XP) maka menjadi tidak sah disebut sebagai bagian dari komunitas?
Tidak layak kalau saya datang nimbrung di KPLi meeting? Tidak dianggap
sebagai bagian dari komunitas? Saya akan bertanya keras: atas dasar
apa dan apa hak anda menjustifikasi sedemikian rupa? Kalau saya ini
organisasi, juga berhak bertanya seperti itu tentunya.

Kok jadinya kita bukannya membuat definisi yang jelas, malah jadinya
menghakimi pilihan. Padahal, tujuannya mau membahas pergerakan dan
kontribusi seluruh komponen komunitas. Bagaimana kita bisa solid kalau
dikotak-kotakkan seperti ini. Daripada susah untuk mendefinisikan,
sudahlah, sebut saja, siapa saja, tidak perlu dia menyandang nama
organisasi apa, asalkan mau berkontribusi di dalam gerakan ini,
diterima. Mengapa tidak? Apakah atributnya lebih penting dari
kontribusinya?

Saya kenal seorang tokoh yang sudah sangat senior, beliau sangat
mendukung dan memberikan kontribusi konkrit di dalam mendorong gerakan
FOSS termasuk Linux tanpa banyak gembar-gembor. Tetapi, pilihan
pribadi beliau adalah Windows. Kenapa? Ya karena untuk bekerja dia
bisanya memang itu. Di tengah segala kesibukannya, tidak ada waktu
lagi buat belajar. So what? Kontribusinya tidak pernah kurang meskipun
beliau tetap pakai Windows. Saya juga kenal aktivis KPLi yang sangat
aktif bahkan punya perusahaan solusi FOSS dan Linux tapi juga terang-
terangan kemana-mana pakai Mac :) Apa itu harus dipermasalahkan?
Apakah itu mengurangi NILAI kontribusinya selama ini kepada Linux atau
gerakan FOSS? Lalu dia kemudian diharamkan ikut "kumpul-kumpul
keluarga besar geek linux" ckckck ... sudah sebegitu ekslusifkah KPLi
sekarang ini?

Apakah anda akan memaksakan semua aktivis Linux harus menggunakan
Linux? Wah, kalau begitu jalan pikirannya, apakah anda akan mengatakan
IBM, Sun, Novell bukan bagian dari gerakan Linux / FOSS? Yang bener
aja :) Jangan-jangan kalau nanti mereka mau datang bahkan mau
mensponsori ILC bakalan ditolak juga! Jangan lupa, mereka sampai
sekarang masih mengembangkan produk proprietary!

Dulu ya, saya ingat, bagaimana para pendiri KPLi di daerah-daerah
berguru kepada para geeks yang mainannya Unix, BSD, Solaris, Windows
dan tetap berbaur dengan siapa saja tanpa membedakan "keyakinan".
Karena hanya dengan tetap bergaul dan membuka diri semacam itulah
komunitas ini dapat berkembang dan mendapatkan resource yang
dibutuhkan untuk tumbuh subur. Bergaul, bukan berarti harus kehilangan
identitas dan belok visi misinya. Belajar dari guru berkeyakinan
apapun justru untuk menggali dan mengenali kekuatan dan kelemahan
serta kekurangan kita, gerakan ini. Banyak diantara mereka akhirnya
sukses dan dalam setiap kesempatan membahas peran gerakan Linux / FOSS
tidak pernah lupa untuk memberikan apresiasi terhadap kontribusi
siapapun tanpa memandang asal-usulnya, apalagi hanya sekedar namanya
KPLi atau bukan.

Bila ada suatu anggota komunitas yang tidak lagi memiliki kesamaan
yang
mengikat tentunya harus keluar dari komunitas itu, misal saya sekarang
anggota korpri, apakah setelah saya pensiun saya masih anggota korpri?

By nature, setiap individu adalah berbeda. Sekalipun anak kembar.
Demikian juga organisasi. Tidak terkecuali bahkan KPLi. Saya ingat,
ketika KPLi Malang pertama kali didirikan, beberapa aktivis Linux yang
sangat fanatik protes karena di web site terpampang juga logo FreeBSD.
Mereka tidak tahu bahwa logo FreeBSD dipasang sebagai apresiasi kepada
"guru", nara sumber ketika itu, yaitu komunitas FreeBSD di kampus-
kampus dan WARNET yang amat banyak berperan di dalam pendirian KPLi
Malang. Merekalah yang memperkenalkan Linux di Malang. Menurut saya,
justru mereka itu lebih patut kita hargai dibanding sikap kerdil
sebagian aktivis Linux yang terlalu fanatik tadi. Ya bagi komunitas
Linux di Malang, peran teman-teman di komunitas FreeBSD jauh lebih
nyata kontribusinya dibanding orang-orang Linux sendiri ketika itu.
Apa pantas itu dimasalahkan?

Di dalam prinsip organisasi yang paling mendasar adalah justru
menyatukan perbedaan untuk satu tujuan yang sama. Jiwa dan semangat
dalam tujuan yang sama itulah yang jauh lebih berarti daripada sekedar
atribut, nama atau bahkan sekedar seragam. Bapak Ibu saya sudah
pensiun sebagai PNS, tapi perhatian terhadap organisasi Korpri tetap
tinggi dan tidak segan berkontribusi, tak ada istilah pensiun. Justru
organisasi itulah tempat untuk menyatukan segala perbedaan menjadi
kekuatan untuk mencapai tujuan bersama. Jangan justru dijadikan modal
untuk memecah belah! Ingatlah jargon kita semuanya: "bhinneka tunggal
kernel".

Bhinneka artinya berbeda-beda. Boleh saja bernama KPLi. Boleh juga
bernama lain. Bahkan KPLi sendiri berhak menentukan namanya sendiri,
tidak harus KPLi. KPLi Malang misalnya menyebut dirinya MALING. Bahkan
di satu kota bisa ada banyak komunitas dan organisasi Linux. Di
Malang, selain bergabung di KPLi, setiap aktivis membentuk lagi
komunitas lokal, misalnya di kampus Unibraw ada BALUNG. Demikian juga
di kampus lain. So what? Apa mereka juga tidak boleh hadir di ILC2008?
Apa mereka juga tidak diakui? Sekali lagi atas dasar apa? Lagipula
mereka sebenarnya juga tidak perlu pengakuan siapapun. Justru kalau
seperti ini pensikapannya, maka lambat laun ajang ILC ini tidak akan
diminati lagi oleh para aktivis, karena secara nyata telah
mengkerdilkan peran dan kontribusi komunitas yang sebenarnya tidak
pernah pusing urusan definisi.

Untuk masalah AWARI, apabila dilihat dari namanya ini adalah
komunitasnya warnet indonesia, kata-kata warnet dan hanya warnet
inilah
yang jadi pengikat anda, didalamnya bebas mau pake apa saja asal
warnet
maka bolehlah masuk AWARI, ya ndak? tapi apakah kemudian anda
beranggapan bahwa anda adalah komunitas linux?, kalo karena beberapa
anggota anda ada yang memakai linux, kemudian menjadi justifikasi anda
bahwa anda adalah termasuk salah satu komunitas LINUX maka anda salah
menafsirkan teori GABUNGAN/IRISAN (inget pelajaran matematika dulu-
red)
apakah anda tidak memikirkan perasaan anggota AWARI lainnya yang pake
Windows namun karena dipaksakan oleh anda jadi tersebut sebagai LINUX

Hehehe. Begini yah, silahkan ditafsirkan sendiri. Di dalam AD AWARI
Pasal 8 Maksud dan Tujuan pada point (8) disebutkan:

"Melakukan kajian bisnis, pembelajaran praktik usaha sehat, menanamkan
kesadaran hak kekayaan intelektual, mendorong produksi content lokal
berbahasa nasional, MENDUKUNG GERAKAN OPEN SOURCE"

Pernyataan itu disebutkan di dalam dokumen legal formal organisasi
berbadan hukum. Bahkan KPLi sendiri tidak punya pernyataan legal
formal semacam itu. Jadi tidak usah jauh-jauh memikirkan perasaan
anggota AWARI yang masih menggunakan Windows. Itu pilihan bisnis yang
harus dihormati. Sama halnya saya memilih menggunakan Mac. Urusannya
beda dan itu tidak bisa dijadikan justifikasi untuk menentukan
seseorang atau suatu organisasi itu lebih Linux satu dibanding dengan
lainnya. Sekali lagi, yang berarti dan patut diperhitungkan hanya satu
hal yaitu: KONTRIBUSINYA terhadap gerakan Linux / FOSS ini.

Itu kalau komunitas ini mau bersikap dewasa :) BTW, sebenarnya apa sih
sebenrnya yang "ditakutkan" kalau ada AWARI atau wakil organisasi lain
di KPLi Meeting?


Regards,

Pataka

--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke