2008/9/18 Pataka <[EMAIL PROTECTED]>: > > Saya kenal seorang tokoh yang sudah sangat senior, beliau sangat > mendukung dan memberikan kontribusi konkrit di dalam mendorong gerakan > FOSS termasuk Linux tanpa banyak gembar-gembor. Tetapi, pilihan > pribadi beliau adalah Windows. Kenapa? Ya karena untuk bekerja dia > bisanya memang itu. Di tengah segala kesibukannya, tidak ada waktu > lagi buat belajar. So what? Kontribusinya tidak pernah kurang meskipun > beliau tetap pakai Windows. Saya juga kenal aktivis KPLi yang sangat > aktif bahkan punya perusahaan solusi FOSS dan Linux tapi juga terang- > terangan kemana-mana pakai Mac :) Apa itu harus dipermasalahkan? > Apakah itu mengurangi NILAI kontribusinya selama ini kepada Linux atau > gerakan FOSS? Lalu dia kemudian diharamkan ikut "kumpul-kumpul > keluarga besar geek linux" ckckck ... sudah sebegitu ekslusifkah KPLi > sekarang ini?
ingat pembahasan disini dilihat dari perspektif organisasi awari. bukan peran dan jasa individunya dalam memajukan foss. jangan campur adukkan peran dan jasa individu di dalamnya sebagai pembenaran untuk meloloskan awari ikut dalam kpli meeting. kalau individu oke aktivis linux boleh hadir dan bersuara, karena memang kpli meeting adalah meetingnya aktifis linux. dari namanya dan definisi saja sudah jelas, kpli meeting adalah pertemuan pengguna linux, bukan pertemuan open source. > Hehehe. Begini yah, silahkan ditafsirkan sendiri. Di dalam AD AWARI > Pasal 8 Maksud dan Tujuan pada point (8) disebutkan: > > "Melakukan kajian bisnis, pembelajaran praktik usaha sehat, menanamkan > kesadaran hak kekayaan intelektual, mendorong produksi content lokal > berbahasa nasional, MENDUKUNG GERAKAN OPEN SOURCE" ingat GNU/linux adalah gerakan free software . bukan gerakan open source semata. microsoft pun ikut mendukung open source dengan terlibat dalam organisasi OSI. bahkan membuat divisi resmi open source. namun apakah yang open source mendukung free software? belum tentu! tidaklah cukup menggunakan pasal ini untuk membenarkan organisasi awari dapat dengan serta merta ikut rapat internal kpli. > > Pernyataan itu disebutkan di dalam dokumen legal formal organisasi > berbadan hukum. Bahkan KPLi sendiri tidak punya pernyataan legal > formal semacam itu. Jadi tidak usah jauh-jauh memikirkan perasaan > anggota AWARI yang masih menggunakan Windows. Itu pilihan bisnis yang > harus dihormati. Sama halnya saya memilih menggunakan Mac. Urusannya > beda dan itu tidak bisa dijadikan justifikasi untuk menentukan > seseorang atau suatu organisasi itu lebih Linux satu dibanding dengan > lainnya. kpli meeting tidak mensyaratkan kpli harus berbadan hukum. syaratnya satu, mau menggunakan linux dan memperjuangkan linux dan gerakan free software. jadi mau awari badan hukum atau tidak, bukanlah poin utama apalagi nilai lebih dalam konteks masuk dalam kpli meeting. > > Itu kalau komunitas ini mau bersikap dewasa :) BTW, sebenarnya apa sih > sebenrnya yang "ditakutkan" kalau ada AWARI atau wakil organisasi lain > di KPLi Meeting? tidak ada yang ditakuti. namun awari juga harus menghormati, kalau kpli meeting adalah pertemuan aktifis dan pengguna linux. perkara anda adalah aktifis linux itu sah sah saja ikut dalam kpli meeting. namun jangan bawa bawa bendera awari, bersuara apalagi ikut terlibat dalam pengambilan keputusan akhir meeting. kini saya balik bertanya, apa sih yang "ditakutkan" AWARI bila tidak ikut kpli meeting? saya lihat milis awari malah adem ayem ajah.. -- *The only limiting factor of the GNU/Linux operating system, is his user.* -- Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

