Salam,
On Sep 18, 2008, at 1:05 PM, Rusmanto wrote:
Saya duga (tidak yakin ini benar atau salah) ada persaingan antara
awali dan awari yang dibawa ke ilc 2008.
Saya pastikan SALAH. Hehehe.
Persaingan ego rasanya tidak ada. Yang ada persaingan kontribusi ke
komunitas warnet masing-masing. Lagipula, pada akhirnya warnet yang
akan memilih mau gabung ke mana. Laporan Pengurus AWARI: dalam
persiapan menghadiri ILC2008 ini antara AWARI dan AWALI ada
pembicaraan intensif terkait substansi kepentingan warnet. Yang
mengherankan di milis ini justru dipermasalahkan (oleh orang lain)?
Seolah ada pengkotakan yang satu seolah mewakili warnet "darah murni"
dan yang satunya "darah lumpur" :)
Persoalannya berkembang lebih parah (setidaknya menurut saya). Bukan
hanya AWARI, tetapi organisasi lain atau perorangan yang non KPLi juga
dipermasalahkan bahkan sampai mengadili pilihan pribadi. Dulu pertama
kali ikut milis Linux pada tahun 1996, saya masih pakai Windows. Tapi
tidak ada yang mempermasalahkan, karena banyak juga aktivis lain yang
juga seperti itu. Bahkan saya ingat banyak yang tanya bagaimana
caranya dual boot.
Sejak dulu ILC digagas dan dalam sejarahnya KPLi, rasanya tidak se-
eksklusif ini deh. Apa ini semacam ketakutan? Terhadap apa? Nggak
jelas. AWARI dan organisasi lain itu bukan orang lain, bukan orang
luar komunitas Linux.
Jadi saya memprotes dalam berbagai thread diskusi bukan hanya karena
persoalan AWARI saja.
Seandainya dari awal disebutkan ada komunitas Linux di Awari, saya
kira akan lain keadaannya.
Mungkin ini karena ketidaktahuan saja. Kalau mengikuti perjalanan
organisasi AWARI, pasti akan maklum bahwa kaitan gerakan open source
dengan komunitas warnet amat sangat erat. Bahkan ada aktivis yang
mengatakan, memisahkan gerakan open source dari komunitas warnet
namanya ahistoris. Sehingga mudah dipahami kenapa di dalam AD/ART
AWARI sampai secara eksplisit dukungan terhadap gerakan open source
dinyatakan dan ini diterima aklamasi oleh para anggota yang notabene
tidak semuanya pengguna open source.
Setahu saya, baru AWARI organisasi publik dan bisnis yang terang-
terangan menyatakan dirinya mendukung gerakan open source dan
menerapkannya dalam kegiatan operasional secara sungguh-sungguh.
Anggota AWARI ada 2 jenis, pengguna Linux dan pengguna aplikasi FOSS
(di platform campuran). Yang jelas, anggota AWARI harus menghormati
HAKI, menggunakan aplikasi legal (AWARI punya slogan yang terkenal "be
legal") dan soal legalitas ini bukan hanya menyangkut platform dan
aplikasi serta contentnya (multimedia dll.), melainkan juga legalitas
badan usahanya. AWARI membantu dan memfasilitasi proses migrasi
anggotanya yang masih menggunakan aplikasi yang tidak legal.
Alhamdulillah, semua anggota yang terdaftar saat ini sudah legal
aplikasinya.
Sehingga, tanpa harus membentuk organisasi underbouw baru yang khusus
berkegiatan Linux / FOSS pun AWARI sudah sangat Linux / FOSS. Saat ini
Pengurus juga sedang mempertimbangkan untuk bergabung di AOSI seperti
juga sedang mempertimbangkan untuk bergabung di MASTEL. Sementara ini
di MASTEL saya yang mewakili. Tapi ini serius! Dalam kapasitas saya
sebagai Ketua Dewan Pengawas AWARI, dari diskusi di milis ini, apabila
hanya gara-gara nama kemudian kontribusi AWARI dan komunitas warnet
menjadi diragukan oleh komunitas open source khususnya KPLi, maka saya
akan minta Pengurus untuk membentuk organisasi baru di bawah Pengurus
(saya sudah pelajari AD/ART dan ini dimungkinkan). Menurut saya ini
penting, apalagi hasil ILC2007 merekomendasikan agar KPLi memiliki
badan hukum yang jelas sebagai organisasi.
Kalau mau melihat siapa saja tokoh pendiri AWARI di pusat maupun di
daerah pasti juga akan mengerti mengapa AWARI sangat dekat dengan
gerakan komunitas open source. Karena banyak KPLi lahir di warnet-
wanet anggota AWARI bahkan banyak yang alamat sekretariatnya sama,
satu tempat. Justru saya sangat heran ketika di awal thread ini ada
yang mengidentikkan AWARI dengan kelompok warnet pengguna Windows -
bahkan di-stigma Windows bajakan (ini sudah dibantah oleh Irwin, Ketua
Umum). Begitulah, jadi cerita soal AWARI nih. Mohon maaf jadi rada
ngelantur. Semoga tetap ada manfaatnya, paling tidak agar komunitas
ini lebih mengenal "teman seperjuangan".
Saya menyarankan teman-teman untuk fastabqul khairat, berlomba-lomba
dalam kebaikan, dg cara baik pula.
Tujuan AWARI dan saya yakin kelompok lainnya (non KPLi) dan perorangan
ke ILC2008, tentu untuk fastabiqul khairat.
Tahun 2006 dan 2007 tidak ada persoalan seperti ini, artinya
organisasi apa pun yang punya kegiatan di Linux dapat bergabung,
misalnya ada ICT Center yg juga gabung ke rapat perwakilan
organisasi Linux.
Nah, itu dia. Dulu tidak pernah ada masalah :)
Fyi, diskusi panas seperti ini juga terjadi ketika akan membuat
majalah Linux dan Yayasan Linux.
Kalau panas kita dinginkan. Yang pasti, untuk niat baik dan
menyuarakan fakta dan kebenaran, kalau diperlukan berdebat, ya harus
kita lakukan. Kalau sudah jelas dan terang masalahnya, insyaalah semua
juga akan dingin dengan sendirinya. Ke depan kita berjalan justru akan
menjadi tenang dan tenteram sehingga bisa menghasilkan karya yang
benar-benar manfaat.
Meskipun saya cenderung ke FOSS, tapi mayoritas teman kita memilih
fokus ke Linux dan FOSS yang jalan di Linux.
Kalau saya, FOSS (Linux hanyalah salah satu bagian dari FOSS) adalah
salah satu dari alternatif solusi untuk memenuhi aneka kebutuhan hidup
kita. Tidak selamanya harus FOSS, adakalanya kita tetap membutuhkan
yang proprietary dan itu bukan hal yang salah, manakah yang paling
bermanfaat, itu yang kita pilih. Itu bukan masalah benar atau salah,
semata hanya karena pilihan. Tetapi, alangkah baiknya apabila kita mau
mendahulukan dan lebih memprioritaskan FOSS serta ikut bergabung di
dalamnya.
Saya usul, di tahun depan kita buat FOSS Meeting untuk mengakomodasi
semua aktivis FOSS, tidak hanya Linux.
Pak Rus. Kalau begitu, judul ILC juga harus diubah dong? L - nya kan
Linux ... :)
_______
Regards,
Pataka
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis