Maaf teman-teman member milis linux-aktivis,
kelihatannya saya atau pak Didin Pataka membuat kesalahan.
Seingat saya email yang dijawab Pak Didin ini email japri,
tapi ternyata muncul di milis.
Untuk itu saya (yang tadi sudah menutup thread ini)
perlu menjelaskan/menanggapi beberapa poin di bawah ini
agar tidak jadi salah paham lagi. :)
Pataka wrote:
Persoalannya berkembang lebih parah (setidaknya menurut saya). Bukan
hanya AWARI, tetapi organisasi lain atau perorangan yang non KPLi juga
dipermasalahkan bahkan sampai mengadili pilihan pribadi. Dulu pertama
kali ikut milis Linux pada tahun 1996, saya masih pakai Windows. Tapi
tidak ada yang mempermasalahkan, karena banyak juga aktivis lain yang
juga seperti itu. Bahkan saya ingat banyak yang tanya bagaimana caranya
dual boot.
Milis linux-aktivis tetap terbuka, seminar di ILC juga terbuka.
Sedang rapat komunitas Linux (kpli meeting) hanya untuk peserta rapat.
Peserta rapat adalah komunitas Linux.
Ini mirip dg rapat organisasi umumnya, yang bisa saja tertutup
hanya untuk anggota atau yang orang-orang yang diundang.
Saya kira sederhana saja.
Tahun 2006 dan 2007 tidak ada persoalan seperti ini, artinya
organisasi apa pun yang punya kegiatan di Linux dapat bergabung,
misalnya ada ICT Center yg juga gabung ke rapat perwakilan organisasi
Linux.
Nah, itu dia. Dulu tidak pernah ada masalah :)
Dulu tidak ada masalah, karena ada kesepakatan di milis
organisasi apa saja yang diundang rapat (meeting).
Sekarang saya lihat sudah clear karena panitia
sudah memutuskan siapa saja yang ikut rapat.
Acara ILC di luar rapat komunitas tetap terbuka.
Meskipun saya cenderung ke FOSS, tapi mayoritas teman kita memilih
fokus ke Linux dan FOSS yang jalan di Linux.
Kalau saya, FOSS (Linux hanyalah salah satu bagian dari FOSS) adalah
salah satu dari alternatif solusi untuk memenuhi aneka kebutuhan hidup
kita. Tidak selamanya harus FOSS, adakalanya kita tetap membutuhkan yang
proprietary dan itu bukan hal yang salah, manakah yang paling
bermanfaat, itu yang kita pilih. Itu bukan masalah benar atau salah,
semata hanya karena pilihan. Tetapi, alangkah baiknya apabila kita mau
mendahulukan dan lebih memprioritaskan FOSS serta ikut bergabung di
dalamnya.
Ada kalimat saya yang terhapus saat Pak Didin reply, yaitu
Dalam aturan berorganisasi, kesepakatan akhir harus kita taati,
meskipun awalnya kita tidak setuju. Kalau tidak, ya kita keluar. :)
Penjelasannya:
Meskipun saat rapat saya lebih memilih FOSS,
setelah diskusi hangat seperti ini dan diputuskan fokus ke Linux
maka saya ikut kesepakatan rapat, YPLI fokus ke Linux.
Dalam berorganisasi, setelah rapat membuat keputusan
maka kita harus tunduk pada keputusan.
Jika tidak bisa ikut keputusan, kita keluar dari organisasi itu. :)
Rus
--
Berhenti langganan: [EMAIL PROTECTED]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis