Satu lagi yang sering jadi pikiran saya, bagaimana dengan masalah pajak? Apakah ketika kita membeli produk yang pre-installed dengan OEM version M$ dikenakan pajak?
Kalau tidak, berarti negara kita sudah kehilangan potensi pajak sangat besar sekali. Kalau tidak salah penjualan notebook di Indonesia itu sekitar 2 juta unit setahun. Kalau harga OEM itu 100$, dan asumsi dikenakan PPN 10%, maka negara kehilangan 2 juta * 10% * $100 = $20M atau lebih dari 200 milyar setahun, itu hanya dari PPN, bagaimana dengan komponen-komponen pajak yang lain. On Mon, Mar 2, 2009 at 11:10 AM, Rusmanto <[email protected]> wrote: > Mohon dukungan protes kang Onno yang memang hebat ini. :) > Karena pengguna Linux yang mau beli netbook > dipaksa beli Windows meskipun tidak dipakainya, betul kang Onno? > > Mudah-mudahan pemerintah Indonesia tersentuh nuraninya > sehingga tidak menjadikan rakyatnya mau didzalimi terus. :) > > Rus > > > ---------- Forwarded message ---------- > From: Onno W. Purbo > Date: 2009/3/2 > Subject: [technomedia] Surat untuk Redaksi "Microsoft Tampaknya > Melakukan Monopoli di Republik Indonesia" > To: [email protected] > > > > > > Ini surat saya yang sempat saya kirim kan ke beberapa Redaksi > kalau bisa di bantu buat masuk ke surat pembaca nuhun pisan. > isinya sbb: > > > Jakarta, 2 Maret 2009 > Redaksi Yth. > > > Dengan Hormat, > > Microsoft tampaknya melakukan monopoli di Republik Indonesia. > > Saya bersama istri saya berkunjung ke Megabazar di JHCC pada tanggal 1 Maret > 2009. Kami dengan terpaksa membatalkan niat kami untuk membeli netbook / > laptop > dengan prosesor Atom. Praktis semua netbook / laptop dengan prosesor Atom > yang > kami temui telah di bundel / pre-install dengan Microsoft & harga yang harus > di > bayar sudah termasuk Microsoft di dalam-nya. Artinya, pembeli dipaksa untuk > membayar Microsoft bersama netbook tersebut tidak peduli walaupun tidak akan > digunakan. > > Paling tidak untuk Netbook, tidak ada toleransi bagi mereka yang ingin > menggunakan open source di laptop-nya, kita semua harus membayar sistem > operasi > Mircosoft yang sudah terbundel. Bayangkan jika terjual ribuan laptop / bulan, > artinya bangsa Indonesia harus membayar beberapa milyard rupiah / bulan ke > Microsoft padahal tidak digunakan oleh penggunanya. Padahal jelas-jelas > Pemerintah Indonesia sudah mencanangkan “Indonesia, Go Open Source!” > > Hal ini tampaknya merupakan pelanggaran terhadap UU 5/1999 tentang larangan > praktek monopoli dan persaingan usaha tidak sehat. Besar harapan saya > teman-teman di redaksi dapat menayangkan hal ini di surat pembaca surat kabar > anda. Semoga dapat menggugah teman-teman di KPPU, Menteri Pedagangan, > MENKOMINFO dan MENRISTEK untuk melihat lebih jauh tentang kasus ini. > > > Jakarta, 1 Maret 2009 > Hormat Saya, > Onno W. Purbo, Ph.D > Penulis Teknologi Informasi > > Tembusan: > > Ketua KPPU > Menteri Perdagangan > Menteri Komunikasi dan Informasi > Menteri Negara Riset dan Teknologi > > -- > Berhenti langganan: [email protected] > Arsip dan info: http://linux.or.id/milis > > -- Berhenti langganan: [email protected] Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

