Xtreeme wrote:
> 2009/3/2 Donny Kurnia <[email protected]>:
>> Ah, palakan lagi. Barang kalo udah di pasar, pasti udah dipalak negara,
>> sejak dari exportir, distributor, sampai ke konsumen. Yang belum dipalak
>> dan ketahuan akan disita dengan label barang selundupan. Gitu aja sih
>> simpelnya.
> 
> OEM itu transaksi muncul di negara asal manufacturing dari produk yang
> bersangkutan. Kalau yang masuk ke Indonesia, yang dikenakan pajak
> tentunya adalah manufacturernya, bukan yang punya OEM Software. Dari
> sudut negara, maka Pemerintah tidak akan mendapatkan pajak dari
> penjualan barang OEM, CMIIW. Dari kacamata pembeli, akan terjadi
> double tax deduction ketika ada barang OEM, pertama dari asalnya sana,
> lalu ketika barang masuk ke Indonesia sebagai satu kemasan utuh yang
> didalamnya sudah ada OEM yang sudah termasuk pajak dan margin dari
> asalnya sana. Hal ini jelas merugikan negara dan konsumen.
> 

Hahaha, lagi-lagi omong kosong negara dirugikan. Yang pasti konsumen
rugi karena kena PALAK beberapa kali oleh negara biar pejabat-pejabatnya
bisa ganti mobil baru, minimal balik modal kampanye. Dah hampir habis
nih masa 5 tahun, mesti cepat balik modal, kalau2 ga kepilih lagi untuk
5 tahun mendatang :)

Maaf, OOT.

--
Donny Kurnia
http://hantulab.blogspot.com
http://www.plurk.com/user/donnykurnia


-- 
Berhenti langganan: [email protected]
Arsip dan info: http://linux.or.id/milis

Kirim email ke