Thanks to you all...atas saran dan pendapatnya, saya sendiri juga sudah
memberikan masukan supaya berpikir lebih matang dan jangan terbawa emosi
(nafsu). Tapi sejujurnya saya katakan menurut pendapat dan sudut pandang
saya mereka (temen saya) dan co-nya itu sudah cocok satu sama lain, dimana
mereka bisa saling mengisi kekurangan masing-masing dan juga saling
pengertian (bukan berarti nggak pernak ada konflik...ada tetapi semuanya
dapat diselesaikan).
Pada dasarnya keluarga temen saya itu dapat menerima kepribadian dari co
temen saya, tetapi memang kembali permasalahannya adalah perbedaan agama yg
membuat mereka menjaga jarak.

Mengenai anak apabila sudah menikah nantinya, mereka membuat perjanjian
bahwa kalau anak tersebut laki-laki maka akan mengikuti Papa-nya dan kalau
perempuan ikut Mama-nya. Perlu juga diketahui bahwa keduanya (temen saya dan
co-nya) pemeluk agama yg taat tetapi berpikiran secara modern (dengan kata
lain mereka mau menerima perbedaan dan tidak menjelekkan agama yg lain)
karena menurut mereka dan juga saya pribadi pada dasarnya semua agama itu
mempunyai tujuan yg sama (spt pendapat bung Made bahwa agama itu adalah
sarana bukan tujuan).

Berdasarkan perkembangan terakhir mereka sudah membulatkan tekad akan
menikah tahun depan, berhubung di Indonesia (Pemerintah) belum bisa menerima
pernikahan dgn beda agama maka mereka berencana utk melaksanakannya di
Singapore.
Saya cuma bisa bantu dgn doa supaya mereka bisa langgeng, bahagia dan
diterima oleh masing-masing keluarga.

Mungkin ada komentar dari friends sekalian....

CU
EVAN


- Kirim bunga untuk handaitaulan & relasi di jakarta www.indokado.com 
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke