Mengenai Ungkapan & Lirik Lagu

>Salah satu pertanyaan yang mungkin bisa diajukan :
>apakah tidak pernah sedikit pun terbersit bahwa dalam hidup kita pun ungkapan seperti 
>itu 
>sekali-kali pernah punya relevansi dalam hubungan kita dengan orang lain ?

Dalam hubungan kita dengan orang lain
Adakalanya memang kita terhanyut oleh perasaan kita sendiri, sehingga kita tidak 
tersadar , menganggap hal tsb segala-galanya dan kadang seolah mengabaikan 
melupakan dan mengecilkan akan segala hal yang lainya yang juga penting 
(bahkan mungkin lebih penting dan utama) dalam dan bagi hidup kita.
Kita terhanyut karena ketidakberdayaan kita mengendalikan perasaaan dan emosi kita.
Mungkin hal diatas yang menyebabkan kita merasa bahwa ungkapan /lirik lagu 
diatas kadang relevan dalam hubungan kita dengan orang lain.
Bahkan mungkin ada yang rela ingin bunuh diri karena hal-hal tersebut.

>1. apakah dalam situasi / nuansa pergaulan Indonesia kita ini ekspresi permaknaan
>    atau penghayatan hubungan dengan orang lain itu pantas kalau diungkapkan
>    dengan kata-kata seperti di atas ?

Mengenai hal tsb boleh-boleh saja, sebagai salah satu cara mengungkapkan perasaan, 
secara hiperbolis yang bisa menyenangkan dan membuat bahagia, yang menunjukan 
berartinya kehadiran dirinya di dalam  kehidupan kita.
tapi jangan sampai  dipercaya dan diyakini dan membuat kita terbuai dan terlarut
Suatu kemusrikan jika kita percaya, yakin,terbuai dan terlarut oleh ungkapan2 tersebut.

>2
>  TAPI ... apakah sebaiknya hubungan romantik dengan seseorang
>   harus sampai pada taraf penghayatan itu ?
>   Di satu sisi gue mikir, doi kan orang yang bakal hidup dengan gue SEUMUR HIDUP.
>  Tapi Brian May bilang "too much love will kill you anytime" ... :-(

Ngak perlu sampai penghayatan seperti tersebut, yang penting mah suci, murni, tulus 
dan ikhlas
Mengenai kadarnya ya biasa-biasa saja  jangan berlebihan (sgl yang melampui batas 
-tidak baik)
Misal  Kalo Cinta ke Seseorang ya jangan 200% , cukup 25 % , yang 100% untuk Tuhan 
(Allah) 
30 % untuk diri sendiri, 25 %untuk keluarga, 20 % untuk teman, sahabat dan lingkungan 
kita.
Yang terpenting kualitasnya yang terbaik jangan dilihat dari kuantitasnya. 

>3
>   Singkat kata, bagaimana sikap yang harus kita kembangkan kalau kita terlalu takut
>   kehilangan dia, sementara dia mungkin menganggap semuanya biasa-biasa aja ?

Perasaan takut akan hal itu sih wajar. asal jangan berlebihan , Ya biasa-biasa saja 
juga lah.
(Tidak enak kan setiap saat merasa ketakutan, hidup seperti di jajah oleh perasaaan)
Kita harus pandai mengendalikan  perasaan dan emosi kita, selalu ikhlas , selalu tulus 
dan selalu berpikiran positip, Jadi kita tidak akan pernah merasa sangat-sangat
sakit hati (bisa bersabar dan menerima) terhadap segala kemungkinan terburuk yang 
mungkin terjadi. 

Itu cuma pendapat.
wassalam

























----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke