:þ 1. apakah dalam situasi / nuansa pergaulan Indonesia kita ini
:þ ekspresi permaknaan
:þ     atau penghayatan hubungan dengan orang lain itu pantas kalau
:þ diungkapkan
:þ     dengan kata-kata seperti di atas ?
----
Kenapa tidak ? kalo menurut gue, makna ungkapan2 cinta itu terasa lebih
dapet ditangkep pas kita mengekspresikannya lewat bahasa yang paling kita
ngerti. Walaupun, emang tidak semua orang indo bisa menerima kata2 indonesia
itu sebagai wujud dari perasaan kita. Lebih sering disebut gombal. Tentu
saja cara penyampaiannya juga berpengaruh, masakan kalo anda pasang tampang
serius saat mengucapkannya, sang yayang tega untuk menertawakan anda dan
mengejek 'gombal'. Kalo menurut saya pribadi, saya lebih suka menggunakan
bahasa indonesia dalam mengungkapkan perasaan sayang saya ke seseorang yang
saya cintai, karena justru bahasa inggris itu yang gombal.
Hal lain lagi yang mempengaruhi, adalah tingkat kedekatan hubungan anda n
dia (susah dijelaskan dengan kata2), seberapa jauh anda  mengenal dia,
sampai anda yakin kalo apa yang ingin anda sampaikan, tersampaikan secara
utuh maknanya kepada dia.

:þ 2. Emang orang punya kebebasan dalam menentukan modus penghayatan
hubungannya dengan
:þ    pasangannya ... TAPI ... apakah sebaiknya hubungan romantik
:þ dengan seseorang
:þ    harus sampai pada taraf penghayatan itu ?
-----
Maksudnya taraf penghayatan ini disini apa ? apa emang cinta itu ada
batasannya ? pernikahan itu, IMO, cuma sebagai tanda aja kalo 'aku cinta
kamu'. Tapi, kalo dua orang yang sudah sangat mencintai dapat memutuskan
untuk menikah, seharusnya tanpa menikahpun, mereka dapat hidup berdampingan
happily ever after. Tapi (biasanya) apa cewek anda mau mengerti ? Singkat
kata, tidak ada 'taraf' penghayatan dalam cinta.

:þ 3.  gimana ya kalau sial, karena mungkin ternyata hanya kita aja yang
punya penghayatan yang intens pada betapa bermaknanya dia dan hubungan kita
dengan dia ?
--------
Live n let go....

:þ    Singkat kata, bagaimana sikap yang harus kita kembangkan kalau kita
terlalu takut
:þ kehilangan dia, sementara dia mungkin menganggap semuanya biasa-biasa aja
?
--------
dari sisi optimistik,
Well, itu risiko yang harus kita ambil untuk mencintai seseorang. Tapi
apakah anda mau sepanjang hidup anda bertanya2, 'siapa lebih cinta siapa' ?
bukankah anda lebih baik hidup selalu penuh dengan cinta, dengan begitu, dia
bisa tahu seberapa dalamnya cinta anda kepadanya. Masakah anda dapat ragu
dengan orang yang anda cintai ?
pesimistiknya,
anda tak akan pernah tahu seberapa dalamnya cinta dia kepada anda, cuma dia
dan Tuhan yang tahu.
Tapi anda tentu tahu seberapa dalam cinta anda kepadanya. Apa ruginya
membagi2kan cinta anda ?



>>EcchI AstoN<<



----
To unsubscribe, e-mail : [EMAIL PROTECTED]
To subscribe, e-mail   : [EMAIL PROTECTED]
Autoresponders Netiket : [EMAIL PROTECTED]


Kirim email ke